Bisnis

Menikmati Jejak Sejarah Melayu Lewat Kopi Sekanak

Inilah secangkir kopi Sekanak. Hiruplah, akan kau rasakan aroma pahit akar bakawali berpadu asam limau purut, seakan mengalir bagai darah sejarah dan bercerita tentang rumpun bangsa Melayu. Kopi yang diracik dengan beberapa jenis rempah yang berkhasiat tinggi, membangun inspirasi dan mampu menenangkan diri.

KEPULAUAN Riau dikenal sebagai akar kebudayaan Melayu di Indonesia. Di sinilah dahulu kerajaan besar dari bangsa Melayu bertahta dan melahirkan budaya yang terjaga dari tempo dulu hingga sekarang. Tepatnya di Kabupaten Lingga, Kerajaan Melayu Riau pernah berjaya selama 120 tahun lamanya.

Keberadaan bangsa Melayu tidak hanya meninggalkan jejak sejarah berupa budaya, sastra dan bangunan, tetapi bangsa Melayu juga meninggalkan ciri khas makanan dan minuman. Salah satunya yang kini namanya mulai muncul di tengah masyarakat modern adalah kopi yang dipadukan dengan rempah-rempah, namanya kopi Sekanak.

Kopi Sekanak merupakan salah satu menu minuman favorit di Dapoer Melayoe yang kerap dihidangkan di kalangan budayawan, sastrawan hingga penjabat tinggi di Indonesia. Minuman khas ini yang harus dicicipi ketika datang ke Kepulauan Riau, tepatnya di Jalan Sultan Mahmud, Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang. Letaknya sekitar 30 meter dari lampu merah Tanjung Unggat.

“Kopi Sekanak adalah brand kopi para raja, diracik dengan sistem rempah-rempah,” kata Teja Alhabd, Presiden Penyair di Provinsi Kepulauan Riau, pemilik Dapoer Melayoe.

Teja menceritakan, kopi Sekanak merupakan kopi yang terbuat dengan campuran berbagai macam rempah. Ia memilih jenis kopi yang harus digunakan untuk membuat kopi ini adalah kopi robusta. Dalam secangkir kopi sekanak, ada sejumlah rasa yang dapat membuat lidah seakan berhenti sejenak meresapkan cita rasanya.

“Kopi Sekanak memiliki historikal sejarah Melayu tempo dulu, kopi yang campur dengan bumbu, inilah bumbu kehidupan dalam sebuah sajian,” ujarnya.

Teja kerap mendampingi setiap tamu yang berkunjung ke kediamannya. Ia juga senang memberi tahu pada tamunya cara menikmati kopi Sekanak yang tepat. Karena, kopi Sekanak ini disajikan dengan beberapa jenis minuman yang dianggap memiliki khasiat yang tinggi. Ada empat jenis minuman setiap sajian kopi Sekanak.

Pertama, pengunjung harus mengecap sesendok kopi hitam tanpa gula. Kopi ini dicampur beberapa jenis rempah. Cita rasa kopi ini sangat pahit hingga melekat dilidah. Kemudian, selanjutnya pengunjung kembali merasakan kopi yang dicampur susu dan rempah-rempah. Kopi ini diaduk terlebih dahulu menggunakan sebatang kulit kayu manis.

Kemudian, pengunjung dianjurkan mencicipi kopi ini dengan menggunakan ujung kulit kayu manis yang dijadikan bahan untuk mengaduk kopi tersebut. Rasa kopi hitam yang pahit yang tadinya dicicipi seketika berubah menjadi manis setelah meneguk sedikit kopi yang dicampur susu dan rempah-rempah itu.

“Hirup dan sesaplah,” kata Teja.

Usai mencicipi kedua minuman itu, kita akan disuguhkan lagi segelas air berwarna merah muda. Oleh Teja, dirinya menyebutkan minuman itu adalah minuman sri delima. Minuman ini terbuat dari rebusan kayu sepang.

“Minuman ini tidak ada rasa, manisnya kopi Sekanak akan terasa hambar setelah minum kayu sepang, tetapi ada 16 vitamin yang terkandung didalamnya,” ucapnya.

Terakhir, kata Teja, pengunjung juga akan disuguhkan minuman berkhasiat tinggi yang sangat baik untuk tubuh manusia yakni minuman lima akar tunggang. Minuman ini diminum khusus untuk orang-orang tertentu, karena manfaatnya bisa memperkuat tulang pinggang. Rasanya pun sedikit aneh dibandingkan dengan minuman lainnya.

“Di dalam kopi Sekanak, terdapat akar bakawali, cengkeh, kayumanis, asam limau purut, dan akar bahar. Kopi ini diracik sedemikian rupa dan direbus. Kemudian memasaknya dicampur dalam wadah, memasaknya pun tidak membutuhkan waktu yang lama,” tuturnya.

Penyajian kopi Sekanak terdapat tiga macam. Menurut Teja, kebiasaan orang Melayu zaman dahulu, setiap angka atau jumlah selalu ganjil. Begitu juga dalam cara meracik kopi Sekanak ini. Sajian pertama, pengunjung diberikan pilihan untuk mencicipi kopi Sekanak dengan paduan 7 rempah, dan kemudian 9 serta 11 rempah. Rasanya pun beda-beda.

“Setiap sajian berbeda, misalkan menggambarkan kewatakan kebesaran orang melayu, itu 7 rempah, untuk 9 rempah, menggambarkan kesempurnaan orang melayu tempo dulu, dan 11 rempah mampu menjadikan tunjuk ajar dalam kehidupan. Ketiga bahagian ini ada diminuman ini,” ujarnya.

Namun, kata Teja, kopi Sekanak ini tidak akan sempurna jika tidak menikmati cemilan atau kue bernama batang buruk. Batang buruk disajikan bersamaan dengan kopi Sekanak. Seluruh bagian sajian ini merupakan contoh penyajian yang dilakukan pada zaman raja terdahulu. Penikmat kopi seperti itu pun hanya dilakukan oleh orang-orang yang hebat.

“Kopi Sekanak ini tidak membahas masalah kopinya, tetapi lebih selalu mengingatnya akan sejarah, bahwa bangsa Melayu adalah penikmat kopi, bukan bangsa Eropa,” katanya.

Selain itu, kopi Sekanak ini sistemnya perpaduan rempah-rempah, sehingga aman diminum bagi orang yang penderita asam lambung, karena manisnya bukan dari gula, tetapi dari madu. Sehingga, orang-orang yang berkunjung ke Dapoer Melayoe ini bukan hanya mencicipi kuliner khas Melayu, tetapi lebih ke kopi Sekanak.

“Orang-orang yang kesini bukan hanya dari kalangan masyarakat biasa, tetapi para petinggi TNI, Prof Eko Prasojo, para direktur bahkan para ulama pun sudah menikmati kopi Sekanak. Kopi Sekanak ini diharapkan menjadi brand kopi dari Kepri, dengan nilai-nilai sejarah, menjadikan sesuatu seperti zamrud ditengah-tengah baru granit,” pungkasnya.(bet)