Batam

Uang Tak Punya, Anak Empat, Pria Ini Nekat Maling Kotak Infaq

Pelaku dan barang bukti saat diserahkan ke polisi. (posmetro/iik)

BATAM, POSMETRO.CO : Pagi baru menjelang, biasanya, arus jalan selalu ramai saat jam berangkat kerja di Tiban Koperasi. Namun, saat masa libur sekolah seperti ini, jalan kian lengang. Sepinya situasi inilah yang menjadi celah pelaku-pelaku kriminal beraksi. Pagi pada Sabtu (22/12), warga Tiban Koperasi mengamankan satu pelaku dugaan pencurian kotak infaq di minimarket 212. Pelaku berinisial HS, warga Tiban ini sudah tertangkap, dan kini sedang dalam pendalaman polisi.

Yudi, salah satu saksi mata, mengatakan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 08.00 WIB pagi. Saat itu, warga Tiban Koperasi ini hendak mencari sarapan di Pasar Cipta Puri. Belum seperempat jalan, dia melihat ada ramai-ramai di depan minimarket.

“Saya penasaran. Ada denger warga teriak maling. Ibu-ibu lagi yang histeris. Jadi saya samperin. Rupanya maling kotak infaq,” kata Yudi.

Saat dicek, rupanya satu pria yang diduga maling sudah diamankan warga dan pihak keamanan. Maling ini pun tak luput dari amukan massa. Tak lama kemudian, pihak sekuriti memanggil pihak kepolisian dan dibawanya pelaku ke Polsek Sekupang.

Pelaku kini sudah diamankan dan diinterogasi polisi di Polsek Sekupang. Kapolsek Sekupang, Komisaris Oji Fharoji, mengatakan bahwa sampai pada pukul 13.00 WIB, belum ada laporan yang masuk. Meski begitu, pelaku sudah diamankan dan kasusnya sedang didalami. “Intinya kita berikan efek jera. Supaya tidak mengulangi hal yang sama,” kata Oji.

Dari pengakuan pelaku kepada polisi, pelaku nekat mencuri kotak amal karena terdesak kebutuhan hidup. Masalah ekonomi masih jadi faktor HS, nekat mencuri. Apalagi, saat ini HS tidak memiliki pekerjaan tetap. Hanya sebagai pengajar drumband.

“Apalagi anaknya empat. Kebutuhan ekonomi sih faktornya,” katanya.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan sepeda motor pelaku dan kotak infaq sebagai barang bukti. Polisi juga sudah memeriksa identitas pelaku dan menunggu laporan dari korban.(iik)