POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Karimun “Diselimuti” Sampah, Depan Rumah Dinas Bupati Pun Sampah Tak Terangkut

Kondisi Sampah yang menumpuk di depan Kediaman Dinas Bupati Karimun. (Foto-Ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Pemandangan berbeda dirasakan di sepanjang jalan di pusat kota Kabupaten Karimun. Pasalnya sejak beberapa hari ini tumpukan sampah menghiasi sepanjang jalan di Karimun. Jelas mengganggu pemandangan kota. Padahal Kabupaten Karimun sudah memperoleh 3 kali berturut-turut piala Adipura. Bahkan di Karimun juga berdiri tugu replika piala Adipura yang dibangun oleh BUMN di Karimun, pertanda Karimun Bersih. Namun kini prediket yang disandang seolah pudar.

Pantauan Posmetro.co pemandangan tak sedap ini menghiasi sepanjang jalan dari Jalan A Yani Meral hingga jalan depan Mako Polsek Balai Karimun.
Hampir setiap sudut di pinggir jalan telihat tumpukan sampah yang tak diangkat dalam beberapa hari ini.

Tumpukan sampah juga terjadi jalan samping rumah dinas Bupati Karimun. (Foto-ria)

Tak hanya itu. Pandangan tak sedap ini juga terjadi di depan rumah dinas Bupati Karimun, Tumpukan sampah di 5 bak sampah pun penuh. Bahkan hingga tertumpuk di trotoar jalan. Di depan Asrama Polisi Polsek Balai pun terlihat sampah menumpuk di pinggir jalan.
Salah seorang warga, Yan yang ditemui Minggu (24/10) mengakui tumpukan sampah sangat mengganggu pemandangan.

“Sampah tak diangkat. Tambah lagi masyarakat terus buang sampah dilokasi yang sampah sudah menumpuk tak diangkay. Serba salah jadinya,” ujar Yan.

Sampah juga menumpuk di depan asrama polisi Polsek Balai. (Foto-ria)

Sementara kepala Dinas Lingkungan Hidup Sugianto yang dikonfirmasi mengakui tumpukan sampah memang terjadi di mana-mana. Salah satu faktor yang terjadi sejumlah alat berat rusak, beberapa lori pengangkut sampah rusak dan tidak layak lagi.

Tumpukan sampai juga menggunung di simpang jalan masuk Orari, Jalan A Yani Kecamatan Karimun.(foto-ria)

“Ada empat permasalahan yang terjadi saat ini ada dua alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) rusak. Kemudian Lori angkutan sampah rusak. Ditambah lagi saat ini masalah BBM yang kini Premium tak lagi ada di Karimun. Dan terakhir permasalahan Gaji petugas kebersihan yang kini belum terbayar satu bulan,” ujar Sugianto.

Disebutnya permasalahan gaji petugas kebersihan yang harus dibayarkan mencapai 500 juta. Kemudian terkait permasalahan lainnya masalah anggaran juga menjadi kendala.(ria)