POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Ulama NU Kepri Sikapi Gim Higgs Domino Island

Ilustrasi gim online higgs domino. (foto : cnk)

Adakah sedekah chip bosku?”

Kalimat andalan ini selalu disambut dengan senyum oleh Al, ketika Eta, sang istri menanyakan kabarnya di WhatsApp belum lama ini.

Padahal itu baru pagi. “Memang lah orang rumah ni (istri). Nanyain sarapan, sudah atau belum kek sama suami, ini malah nanyain chip,” kenang karyawan swasta di salah satu perusahaan di Batam tersebut.

Ya, Al dan Eta bukan nama sebenarnya, saat itu dipisahkan oleh jarak. Al sementara waktu berpindah tugas ke Batam. Sedangkan Eta, di kampung halaman, Tanjungbatu, Kepri.

Memang, kebiasaan Al dan Eta jika tidak sibuk kerja, mereka memilih bermain gim online higgs domino island. Gim chip online yang lagi populer di sejumlah wilayah di Indonesia. Termasuk di Batam.

Sampai bertanya kabar sang istri, Al harus mengirimkan minimal 2 B atau 2 juta koin dulu. “Baru boleh nelepon,” guraunya. Tapi, Al tidak terlalu candu dengan gim ini. Ia dan istri hanya mengisi waktu luang saja. “Ya kalau jackpot lumayan juga, kalau ditukar dapat buat beli pulsa,” imbuhnya.

Beda dengan Jon, bukan nama sebenarnya. Sehari-hari berjualan rokok dan minuman di salah satu kedai tepi jalan, bilangan Batamkota. Main ‘scatter’ jadi sampingan nya. “Lumayanlah, kita bongkar 10 B, Rp 500 ribu nggak kemana,” kata Jon.

Ia menjelaskan, slot gim di higgs domino island itu ada enam. Diantaranya: Duo Fu Duo Chai, FaFaFa, Rezeki Nomplok, Panda, 5 Dragon, 4 Player Room.

“Yang paling pavorit karena cepat mendapatkan chip koin. Tapi kalau FaFaFa untuk jackpot paling banyak 90 B atau 90 juta koin. Kalau dirupiahkan x 1B itu Rp 65 ribu,” katanya.

Lanjut dia, untuk pemenang di setiap room ada 3 kategori: Big Win, Mega Win, Super win, tergantung jumlah koin yang di taruhan. “Satu lagi scatter, kalau dapat free 10 kali jalan gratis,” timpalnya.

Lanjut Jon, chip yang ditukar kini mudah ditemui. Kalau dulu masih dari mulut ke mulut. Sekarang, agennya ada di konter HP. “Pasti ada yang jual beli chip di konter HP, kalau kita jual sama mereka 60 ribu 1B, Kalau kita yang beli Rp 65 ribu, untung 5 ribu agen,” imbuhnya.

Jon mencontohkan, cara menukar chip: buka aplikasi, kirim ID yang akan dikirimkan chip ke agen. Chip terkirim, agen langsung menyerahkan uang.

Untuk tahan bermain, paling lama setengah jam, itupun kalau lagi nggak sibuk.

Tapi, dirinya belum tahu kalau gim online chip itu ada unsur judinya. Apalagi beberapa daerah sudah ‘dilarang’ karena fatwa haram dari Nahdatul Ulama (NU) setempat.

Diakuinya, tak sedikit juga ditemui orang Batam yang main gim tersebut. Hingga sudah masuk perumahan. “Dari pada berkumpul, hindari kerumunan mending main gim itu. Nggak penting orang mau ‘perang’ yang penting Super Win” tutupnya.

Terpisah, Wakil Sekretaris PWNU Kepri, Sumardin mengakui, fenomenal gim chip sudah merambah di kalangan masyarakat, terutama Batam.

“Banyak ditemukan di lapangan, ada orang lagi jualan kemudian meninggalkan jualannya dan berkonsentrasi pada gim ini, dengan harapan mendapatkan lebih,” kata Sumardin kepada POSMETRO, Selasa (12/10).

Menurutnya, hal ini sebenarnya tidak ada keuntungan bagi umat. “Kita akan sikapi dan lihat seperti apa, perkembangannya ke depan. Intinya kita minta penegak hukum bisa menyikapi jangan sampai berkembang lebih besar lagi,” pesannya.

Ulama NU berpendapat jangan sampai gim online dan sejenisnya ini dapat merusak generasi muda ke depan.

“Tentunya semua berbentuk game, memang ada beberapa gim dengan harapan mendapat imbalan,” tambahnya.

Seharusnya, sebut Sumardin pihak berwajib dapat mendeteksi secepatnya, agar bisa mencegah game ini mempengaruhi banyak masyarakat dan menimbulkan kerisauan.

“Jangan sampai bibit-bibit ini berkembang, dan harus kita antisipasi. Harus kita protect lagi. Kesalahan kita tidak memprotect dari awal dan adanya pembiaran membuat ini berkembang pesat, dan menjadi sebuah kendala,” singgungnya.

Diakuinya, daerah Jawa Tengah, Aceh dan lainnya sudah mengeluarkan semacam larangan terhadap gim ini.

“Jangan biarkan ini ada di kota Batam karena akan mengganggu semua, ekonomi masyarakat. Karena mengharapkan hal yang instan. Kita tidak mau ini menjalar ke pulau-pulau di Kepri,” tutupnya. (cnk)