POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

PT GRM Berkomitmen Majukan Karimun

>Operasional Pengerukan Alur Sudah Sesuai Izin

Salah seorang pegawai PT GRM saat menunjukan sejumlah izin yang dimiliki PT GRM di Karimun.

KARIMUN, POSMETRO.CO: PT Grace Rich Marine (GRM) merupakan salah satu perusahaan investasi modal asing yang cukup besar yang berinvestasi di Pulau Karimun sejak 6 tahun lalu. PMA ini berkomitmen untuk memajukan daerah dimana perusahaan berinvestasi. Apalagi perusahaan ini berinduk dengan China Communications Construction Company (CCCC) yang masuk berada di peringkat top 100 dari 500 perusahaan top dunia.

”Investasi PT GRM di Pulau Karimun tidak hanya mengejar keuntungan untuk perusahaan. Tapi, melalui investasi pembangunan shipyard atau galangan kapal dan kawasan industri, kita ingin menjadikan daerah ini lebih maju dan berkembang. Sekaligus bisa memberikan manfaat sosial dan ekonomi untuki seluruh lapisan masyarakat,” ujar Perwakilan Manajemen PT GRM, Li Guohui.

Lebih lanjut, ia mengatakan. Perlu disampaikan, PT GRM yang berinduk dengan PT. CCCC tidak akan beroperasi sebelum mengantongi perizinan. Ini merupakan prinsip utama perusahaannya dalam mengelola dan menjalankan operasional perusahaan.

Artinya, sejak perusahaan berinvestasi di Kabupaten Karimun sudah mengurus izin yang diperlukan. Dan, saat ini izin-izin yang diperlukan sudah lengkap yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah. Baik dari tingkat daerah dan pusat. Seperti, izin lingkungan, izin kerja keruk dan reklamasi, izin pinjam pakai kawasan hutan dan izin lainnya.

Serta perusahaan juga sudah memberikan kontribusi untuk daerah dengan membayar pajak sebesar kurang lebih Rp21 miliar dibayar sesuai dengan aturan dan regulasi yg berlaku .

”Bahkan, perusahaan kita rutin membuat laporan terkait sesuai permintaan KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Selain itu kita juga menurunkan tim independen untuk melakukan uji lingkungan yang hasil dan laporannya kita berikan ke Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Kepri dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun.
Bahkan, beberapa waktu lalu dari perusahaan juga sudah memberikan klarifikasi dan memberikan penjelasan ke pemerintah setempat DPRD Kabupaten Karimun dan Dinas Terkait dikarenakan adanya kesalah fahaman masyarakat terhadap keberadaan PT GRM. Kita juga berharap instansi pemerintah terkait dapat melakukan pengawasan terhadap legalitas perusahaan yang kita jalankan,” paparnya.

Untuk saat ini, lanjut Li, perusahaan sedang melaksanakan pekerjaan pembangunan tahap satu. Dengan pekerjaan utamanya berupa Pembangunan Galangan Kapal dan Kawasan Industri Terpadu melalui Pengerukan Alur, reklamasi dan penanaman kembali. Pihaknya juga ingin menyampaikan bahwa aktivitas pengerukan alur yang dilakukan kapal-kapalnya sudah sesuai dengan titik koordinat sebagaimana izin yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dalam hal ini, perusahaan tidak melakukan penambangan pasir laut secara ilegal apalagi sampai menjualnya.’

”Kegiatanengerukan Alur ini sifatnya sementara. Rencana Kami pekerjaan Pengerukan Alur akan dapat selesai pada bulan September tahun ini. Sampai saat itu Lahan yang akan digunakan seluas sekitar 110 Hektare termasuk lahan darat dan lahan reklamasi. Setelah pematangan lahan tercapai kami akan mulai pembangunan tahap II (dua).

Karena itu, kami juga mengharapkan agar dapat segera memulai pembangunan tahap II dan merekrut pekerja dalam jumlah yang banyak, khususnya mempekerjakan tenaga lokal,” paparnya.

Menyinggung tentang rencana perekrutan tenaga kerja tahap awal jika perusahaan ini beroperasi, Li menyebutkan, sesuai dengan rencana awal perusahaan jika beroperasi nanti akan merekrut 3 ribu sampai 5 ribu orang, dan yang banyak dibutuhkan nanti di bidang industri pendukung.

”Namun, untuk sementara kita baru bisa mempekerjakan 200 orang tenaga kerja lokal yang sebagian besar berdomisili di Kecamatan Meral, Hal ini sesuai dengan komitmen awal perusahaan untuk memberikan manfaat. Meski, saat ini kita ketahui bersama bahwa secara global sedang pandemi Covid-19. Tapi, tidak ada satu pun karyawan yang dirumahkan atau diberhentikan. Bahkan, tidak ada pemotongan gaji. Selain itu, perusahaan bersama dengan elemen masyarakat serta pemerintah daerah juga ikut membantu mengatasi dampak dari Covid-19. Seperti menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan peralatan lainnya. Hal ini untuk menjaga stabilitas lokal dan mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sesuai dengan anjuran pemerintah RI melalui PP no 23 Tahun 2020 ,” tegasnya.

Untuk itu, Li berharap pemerintah dan masyarakat Karimun dapat secara aktif mendukung kegiatan yang sedang dijalankan oleh PT GRM. Sehingga, kegiatan pembangunan yang sedang berjalan bisa segera selesai dan kemudian berproduksi. Karena, jika sudah mulai beroperasi dan berproduksi, tentunya akan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan untuk masyarakat Karimun. Termasuk memberikan kontribusi kepada pendapatan daerah.

”Meski baru melakukan pekerjaan tahap pertama dan belum memperoleh profit atau keuntungan, tapi perusahaan sudah berperan aktif memberikan kontribusi kepada masyarakat. Misalnya, menyalurkan bantuan sembako untuk panti asuhan yang terdampak pandemi Covid-19 dan bantuan kebutuhan lain. Kemudian, ikut berpartisipasi pengadaan sarana umum, seperti pengadaan mobil ambulan, penghijauan, papan pengumuman dan pemerataan jalan, hewan qurban serta bantuan lainnya sesuai tradisi masyarakat,” ungkapnya.(ria/***)