POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Usai Berhubungan Intim, Suami Bunuh Isterinya

Pelaku AAS saat dimintai keteranganya di Polsek Nongsa. Batam. (foto-abg)

BATAM, POSMETRO.CO: Cekikan AAS (36) keleher sang istri berinisial DP (34) menghentikan nafas sang istri, Kamis (27/5) dinihari kemarin. AAS nekat melakukannya lantaran cemburu atas kecurigaanya selama ini. AAS mencurigai sang istri selingkuh. Ia pun akhirnya menghabisi nyawa sang istri dirumahnya sendiri di Kavling Kabil blok A no 44 RT 03 RE 17, kecamatan Nongsa, Kota Batam. Ironisnya aksi pembunuhan ini dilakukan usai berhubungan intim.

Kapolsek Nongsa, AKP I Made Putra yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Syofian Rida mengatakan, sebelum kejadian pembunuhan tersebut, korban dan pelaku sempat cekcok adu mulut dan belum diketahui pasti penyebab keributan.

“Korban inisial DP (34) dan pelaku berinsial AAS (36). Sebelum kejadian pembunuhan, korban melakukan hubungan intim diatas ranjang layaknya suami istri,” terang Sofyan.

“Setelah pelaku dan korban selesai berhubungan suami istri, terjadi cekcok kembali hingga akhirnya pelaku emosi sampai mencekik leher korban,” ungkapnya.

Akibatnya DP pun tak lagi bernyawa, usai membunuh istrinya pelaku langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Nongsa pada pukul 00.30 WIB.dini hari.

“Setelah bunuh istrinya, pelaku langsung datang dan menyerahkan diri ke Polsek Nongsa,” pungkasnya.

Keluarga korban sempat membawa istri pelaku ke Rumah Sakit Soedarsono Kabil,  berdasarkan keterangan dari Dokter, korban sudah meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Pasangan suami isteri tersebut memiliki anak 2 berusia 8 tahun dan 3 tahun. Pantauan lapangan keluarga korban masih terlihat shock dan belum ada yang bisa diwawancarai.

Sementara itu pelaku AAS mengaku dirinya dalam beberapa waktu terakhir sering cek cok karena diduga isterinya sering membawa laki-laki kerumah.

” Saya udah ajak bicara baik-baik tetapi isteri saya sering memancing saya untuk marah, terakhir saya di cakar dibagian tangan dan leher,” kata pelaku sambil menunjukan bekas cakaran.

” Saat saya kerja, ada laki’laki masuk ke rumah, anak saya yang cerita dan anak saya sering dipukulin dengam kayu dan sapu,” ucapnya.

Pelaku juga mengaku mencekin leher pelaku dan tidak mengira akan meninggal usai melakukan perbuatannya.

“Karena emosi dan khilaf saya cekik. Saya lepas masih ada detak jantungnya saat saya dengar, saya tidak ada niat membunuhnya,” akunya.

Kini pelaku akhirnya harus menyesali perbuatannya karena harus kehilangan isteri dan harus berpisah dalam waktu lama dengan ke 2 anaknya untuk menjalani proses hukum yang dihadapinya.(abg)