POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Sekolah Tatap Muka Masih Dipertimbangkan

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad.

BATAM, POSMETRO.CO:  Proses belajar tatap muka masih menjadi pertimbangan untuk dilaksanakan kembali di sekolah. Hal ini dikatakan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, Rabu (19/5).

Hal ini merujuk pada perkembangan kasus Covid-19 di Kota Batam. Meski demikian, pembelajaran tatap muka tetap dilakukan secara daring atau online.

“Karena, sampai dengan saat ini, kita masih daring. Lihat perkembangan lebih lanjut atau kalau ada regulasi lebih lanjut,” ujar Amsakar.

Amsakar memiliki optimisme bahwa kasus Covid-19 menurun. Walaupun, dua minggu setelah lebaran biasanya ada lompatan, tapi Pemko Batam berupaya menangganinya masalah tersebut. Dengan vaksinasi Covid-19 serentak dilaksanakan.

“Teorinya, biasanya setelah lebaran atau libur lain pasti ada lompatan atau lonjakan. Mudah-mudahan dengan vaksin masal ini angkanya turun ke bawah,” ucapnya.

Amsakar menegaskan, jika Batam membaik dengan artian kasus turun. Pihaknya bakal membuka belajar tatap muka di sekolah. Namun, apabila kasus masih melambai belajar daring tetap diberlakukan

“Tapi kalau masih stabil, ya saya pikir kami harus kaji ulang. Kami tak mau juga anak-anak terpapar,” tegas pria berkecamata itu.

Disinggung, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021-2022, Amsakar juga megaskan prosesnya juga melalui online. Agar tidak terjadi kerumunan massa di sekolah.

“Termasuk juga penerimaan siswa baru juga dilakukan online. Apakah akan tatap muka nanti di sekolah. Kita melihat perkembangan Covid-19 ke depan,” ujar Amsakar.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan mengatakan mengenai mekanisme PPDB mendatang masih sama sistemnya dengan tahun lalu, yakni sistem penerimaan online. Hal ini menghindari terjadinya kerumunan ditengah pandemi Covid-19.

“PPDB rencananya kita akan buka Juni secara resmi. Sekarang berbagai persiapan sudah dilakukan. Kami juga mengevaluasi sistem PPDB dari tahun lalu, apa yang perlu diperbaiki agar PPDB bisa berjalan lebih baik,” pungkas Hendri. (hbb)