POSMETRO.CO Metro Sport Lain

FKTI Batam Sabet Emas di Kejuaraan Karate Tradisional Virtual Menpora

BATAM, POSMETRO.CO : Kota Batam kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini datang dari karatedo Kota Batam yang berhasil menyabet 5 mendali di kejuaraan Karate Tradisional virtual memperebutkan mendali Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) yang berlangsung awal bulan Januari 2021.

“Batam mewakili Kepri. Untuk Kepri  berhasil mendapatkan dua medali emas dua medali perak dan dua medali perunggu, diikuti dari Provinsi Kepri mewakili 52 atlet.  Batam sendiri mendapat 1 emas 2 perak 1 perunggu dalam memperebutkan piala Kemenpora yang diikuti se-Indonesia,” terang Kordinator Cabang FKTI (Federasi Karate Tradisional Indonesia) Kota Batam Khoiry.

Dikatakan Khoiry, kejuaran karate tradisional memperebutkan piala Menpora rutin diadakan setiap dua tahun dan Kepri selalu mengirimkan peserta walaupun jumlah atlit tidak sebanyak daerah lain.

“2018 kita ikut di Palembang juga merebut mendali emas dan perak. Bedanya kalau sebelumnya tarung langsung, kalau sekarang secara virtual mengingat dimasa pandemi Covid 19,” ujarnya.

Untuk Kepri sendiri ikut bagian dalam kategori, prakadet 9 tahun putra putri, prakadet 2 usia 10 sampai 11 tahun putra-putri, prakadet usia 12 sampai 13 tahun putra-putri prakadet untuk usia 14 sampai 15 tahun, kemudian junior usia 16-17 tahun, kategori pemuda usia 17 sampai 21 tahun, kategori senior usia 22 tahun sampai 49 tahun dan usia kategori Veteran usia 50 tahun sertq pemandu sabuk kuning, hijau dan biru.

Kejuaraan karate virtual sendiri menurut Khoiry, merupakan pertandingan karate melalui video yang dikirimkan kepada panitia kejuarraan di Jakarta untuk dilakukan penilaian.

“Jadi kita bermain kata kata, atlet bermain kata kemudian kita videokan, videonya kita kirimkan ke panitia di Jakarta  lalu dinilai  oleh juri,” jelas pelatih Dojo Satria Batam ini.

Di tempat yang sama Ketua Masyarakat Sabuk Hitam (MSH) Kota Batam Roy Ananda  berharap dengan adanya FKTI di Kota Batam bisa membina generasi muda menuju arah yang positiv dan berpretasi di bidang olahraga.
” Sebenarnya belajar karate bukan untuk gaya-gayaan, kita tetap membina para generasi kearah hal positif dengan menularkan nilai-nilai sportivitas. Selain hidup sehat diharapkan juga memberikan kontribusi prestasi,” harap Roy Ananda. (abg)