Batam

Lagi, Pedagang Pasar Toss 3000 dan Pelaut Terpapar Corona

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Wali Kota Batam HM Rudi. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Lima kasus terkonfirmasi Covid-19, dua di antaranya merupakan pedagang Pasar Toss 3000 Sei Jodoh. Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Wali Kota Batam HM Rudi melalui rilisnya, Selasa (14/7).

Kru kapal menjadi kasus baru 259 Covid-19. Laki-laki (28) beralamat sementara di salah satu Hotel yang berlokasi dikawasan Jalan Brigjend Katamso, Tanjung Uncang, Batuaji.

Yang bersangkutan bersama 10 orang rekan yang lain merupakan pelaut
kapal yang tiba di Batam dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 25 Juni. Perihal menjemput kapal Tug boat baru yang dipesan oleh perusahaan tempat yang bersangkutan bekerja.

Setibanya di Batam mereka semua diinapkan pada salah satu hotel sebagaimana alamat tersebut di atas. Selanjutnya, 9 Juli yang bersangkutan bersama rekan sekerjanya yang lain pergi ke Puskesmas Sungai Lekop untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan RDT guna memenuhi salah salah satu syarat kelengkapan dokumen pelayaran dimana hasilnya yang bersangkutan bersama dua orang rekannya dinyatakan reaktif.

Mengingat hasil pemeriksaan RDT tersebut selanjutnya dilakukan edukasi kepada yang bersangkutan untuk dievakuasi ke RSKI Covid-19 guna melaksanakan karantina di rumah sakit tersebut dan keesokan, 10 Juli dilakukan pengambilan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui pada tanggal 13 Juli, negatif.

Pada, 11 Juli kembali dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan kedua yang hasilnya diperoleh pada hari ini positif. Dan dikarantina di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang.

Kemudian kasus 260 merupakan pedagang Pasar Toss 3000. Dia beralamat di salah satu ruko yang berfungsi sebagai rumah kost di depan Ramayana Shoping Centre, Lubuk Baja Kota, Lubuk Baja.

Pria berusia 43 tahun, pada tanggal 09 Juli Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam bersama Puskesmas Lubuk Baja melakukan penyisiran dan pemeriksaan RDT kepada para pedagang di Pasar Toss 3000 Sungai Jodoh dan diperoleh hasil yang bersangkutan dinyatakan reaktif.

Mengingat hasil pemeriksaan RDT tersebut selanjutnya dilakukan edukasi kepada yang bersangkutan untuk dievakuasi ke RSKI Covid-19 Galang guna melaksanakan karantina di rumah sakit tersebut. Pada keesokan harinya, 10 Juli dilakukan pengambilan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui, 13 Juli negatif. Selanjutnya, 11 Juli kembali dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan kedua hasilnya positif.

Berikutnya kasus 261 juga kru kapal. Pria (28) beralamat sementara di salah satu Hotel yang berlokasi dikawasan Jalan Brigjend Katamso, Tanjung Uncang, Batuaji. Yang bersangkutan bersama 10 orang rekannya yang lain merupakan kru kapal yang tiba di Batam dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan ditanggal 25 Juni guna menjemput kapal tug boat baru yang dipesan oleh perusahaan tempat yang bersangkutan bekerja.

Setibanya di Batam mereka semua diinapkan pada salah satu hotel sebagaimana alamat tersebut di atas. selanjutnya,9 Juli yang bersangkutan bersama rekan sekerjanya yang lain pergi ke Puskesmas Sungai Lekop. Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan RDT guna memenuhi salah salah satu syarat kelengkapan dokumen pelayaran dimana hasilnya yang bersangkutan bersama dua orang rekannya dinyatakan reaktif.

Dari hasil RDT tersebut selanjutnya dilakukan edukasi kepada yang
bersangkutan untuk dievakuasi ke RSKI Covid-19 Galang guna melaksanakan karantina/ isolasi di rumah sakit tersebut dan keesokan, 10 Juli 2020 dilakukan pengambilan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui pada tanggal 13 Juli, negatif. Lalu, 11 Juli kembali dilakukan pemeriksaan swab kedua yang hasilnya diperoleh pada hari ini dengan positif.

Berikutnya, kasus nomor 262 pedagang Pasar Toss 3000. Pria berusia 37 tahun di perumahan Bukit Union, Tanjung Buntung, Bengkong. Pada, 9 Juli Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam bersama Puskesmas Lubukbaja melakukan penyisiran dan pemeriksaan RDT kepada para pedagang di Pasar Toss 3000 dan diperoleh hasil yang bersangkutan dinyatakan reaktif.

Dari hasil tersebut dilakukan edukasi kepada yang bersangkutan untuk
dievakuasi ke RSKI Covid-19 guna melaksanakan karantina di rumah sakit tersebut. Keesokan harinya, 10 Juli dilakukan pengambilan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui, 13 Juli negatif. Selanjutnya, 11 Juli kembali dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan kedua yang hasilnya positif.

Kasus 263 merupakan pedagang Pasar Toss 3000. Laki-laki 20 tahun ini di salah satu ruko yang berfungsi sebagai rumah kost di Nagoya City Centre, Lubuk Baja Kota, Lubuk Baja. Pada, 9 Juli Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam bersama Puskesmas Lubuk Baja melakukan penyisiran dan pemeriksaan RDT kepada para pedagang di Pasar Toss 3000 Sungai Jodoh dan diperoleh hasil reaktif.

Mengingat hasil RDT tersebut selanjutnya dilakukan edukasi kepada yang bersangkutan untuk dievakuasi ke RSKI Covid-19 guna melaksanakan
karantina di rumah sakit tersebut dan pada keesokan, 10 Juli dilakukan pengambilan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui, 13 Juli terkonfirmasi negatif. Selanjutnya 11 Juli kembali dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan kedua yang hasilnya diperoleh positif.(hbb)