Politik

Terindikasi Tak Netral, Rosano: Pecat Ketua Bawaslu Kota Batam!

Ketua Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza. (Posmetro.co/waw)

BATAM, POSMETRO.CO: Lembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam diduga tidak netral untuk mengawal pesta demokrasi Pilkada 2020. Pasalnya, jajaran pengawas pemilu tersebut terindikasi menerima anggota panwascam dari tim pemenangan salah satu kontestan di Pilkada 2020.

Netralitas jajaran Bawaslu Batam ini pertanyakan setelah keluarnya pengumuman penerimaan Panwascam yang ditandatangani Ketua Bawaslu Batam, Syailendra Reza tertanggal 18 Desember 2019. Di satu kecamatan dari 12 kecamatan yakni Kecamatan Batuaji tertera nama Dahmal Daulay di posisi ketiga setelah Parlin Silalahi dan Antonius Leonardo.

Belakangan diketahui Dahmal Daulay tercatat dalam struktur kepengurusan Himpunan Relawan HMR (Haji Muhammad Rudi) di Kecamatan Batuaji. Dahmal Daulay menduduki jabatan di bidang Lembaga Kajian Politik dan Strategi.

Temuan tersebut belakangan beredar viral di media sosial dan jaringan whatsapp. Seperti diungkapkan Achmad Rosano, dalam postingannya meminta Ketua Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza agar dipecat dari jabatannya.

“Bawaslu Batam kerja macam apa. Kalian mau main kotor jangan jorok. Mau menang kok curang. Ganti ketua Bawaslu Batam terindikasi KKN untuk memenangkan salah satu calon ikut Pilkada 2020,” ujar Rosano.

Kepada POSMETRO.CO, Minggu (22/12), Rosano mengungkapkan kekesalannya terhadap penyelenggara yang bertugas sebagai pengawas tersebut. Ia menilai jajaran badan pengawas tersebut tidak peka terhadap tahapan pesta demokrasi yang sedang berjalan ini, yang harusnya mengawal dan mengawasi pemilu dengan bersih, jujur dan adil.

“Kenapa Bawaslu ini tidak peka dalam hal ini. Seperti apa penjaringan administrasinya. Dan kami maunya pemilu bersih dan jujur,” katanya sembari mengatakan atas ‘kelakuan’ Bawaslu tersebut, ia akan melaporkan kepada pihak-pihak terkait.

Pada kesempatan itu, Achmad Rosano mengaku pernah dua kali menjadi tim inti pemenangan Ahmad Dahlan-Rudi dan Rudi-Amsakar.

“Jadi saya tahu seluk beluk permainan, dan apa yang saya curigai terbukti. Walau belum distempel namun sudah dikukuhkan. Marilah tinggalkan permainan kotor itu. Mari bertarung bersih jujur, kedepankan hati nurani rakyat,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza yang dikonfirmasi POSMETRO.CO, Minggu (22/12) mengatakan, pihaknya sudah meminta klarifikasi terhadap Dahmal Daulay. Dan pihaknya tetap mempekerjakan yang bersangkutan karena tidak terbukti.

“Sudah diklarifikasi kepada Dahmal Daulay. Dia mengaku tidak terlibat dan otomatis saya menyuruh dia membuat pernyataan,” ujarnya saat ditemui di Kepri Mall.(waw)