POSMETRO.CO Metro Kepri Lingga

Yayasan Kajang Bawa Kementerian PPPA dan Dinsos Bantu Suku KAT Lingga

Para murid dan masyarakat Suku KAT saat berdialog dengan pihak Kementerian PPPA. (posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Kementerian Pemberdayaan Perempuaan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia dan Dinas Sosial Provinsi Kepri mendatangi Perkampungan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Linau Air Batu, Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Senayang, Kamis (3/10). Turut mendampingi adalah pihak Yayasan Kajang dan Dinas Sosial serta organisasi IPEMI dan PUSPA Kabupaten Lingga.

Antusias masyarakat dan anak terlihat sangat luar biasa karena Kementerian dan Dinas Sosial datang melihat kondisi dan keadaan mereka, bahkan Yayasan Kajang sendiri diminta mengurusi segala sesuatu persiapan di perkampungan tersebut.

“Alhamdulillah, kami dari Yayasan Kajang menunjuk Linau Air Batu tempat pas untuk dikunungi. Di sana banyak anak KAT (Suku Laut) yang sudah bersekolah, untuk memotivasi anak dan orang tua wali di Linau Air Batu,” ungkap Ketua Yayasan Kajang Kabupaten Lingga, Densy Diaz, Jumat (4/10).

Kedatangan tamu istimewa tersebut, kata Densy, sangat berarti bagi yayasan dan bermanfaat bagi masyarakat Linau. Mereka akan tahu betapa pentingnya pendidikan, dan orang tua wali juga akan tahu hak-hak anak yang harus di penuhi.

“Adanya momen ini harapan kami, anak-anak KAT dapat bertumbuh kembang sehingga mereka bisa setara dengan mahluk sosial lainnya,” harap perempuan yang tak pernah lelah mengangkat nama KAT di Kabupaten Lingga ini lagi.

Banyak acara yang disajikan, Kementerian membawa pendongeng untuk menghibur masyarakat Linau Air Batu sekaligus menyisipkan pesan moral pada Suku KAT itu sendiri supaya termotivasi dalam belajar.

“Disamping menghibur masyarakat dan anak-anak melalui pendongeng Kak Aan dan Kak Eka, Suku KAT juga mendapatkan bimbingan dan motivasi dari Pak Nasrul, Sudirman Latif dari Provinsi Kepri,” terang perempuan berkacamata ini seraya bercerita.

Menurut dia, mereka (KAT) sangat butuh sentuhan perhatiaan lebih dari pemerintah, baik itu pendidikan, sosial, kesehatan dan budaya. Kalau mereka dari yayasan tetap berkomitmen bekerja sesuai dengan visi misi.

Mengangkat kehidupan sosial KAT, Yayasan Kajang berharap kerjasama yang baik dengan seluruh instansi pemerintah baik kabupaten, provinsi dan pusat, dalam satu tujuan, Suku KAT Kabupaten Lingga setara dengan masyarakat lainnya.

“Meski kita menuju kesetaraan, tapi kita tidak menghilangkan keaslian mereka, seperti kearifan lokal yang harus terjaga. Suku KAT itu juga merupakan kebanggaan kita semua, baik Kabupaten Lingga hingga Provinsi Kepri,” sebutnya.

Dalam kegiatan tersebut, Suku KAT Linau Air Batu menerima bantuan kelengkapan sekolah dari Kementerian untuk anak-anak, sekaligus untuk orang tua wali untuk biaya sekolah anak. Yayasan Kajang juga memberi dan menyerahkan buku bacaan bergambar dan sain ilmu pengetahuaan alam dari PT Kuark Internasional Jakarta.

Mengangkat Suku KAT bidang pendidikan, Yayasan Kajang juga akan membuka taman bacaan di Linau Air Batu dalam waktu dekat ini dengan harapan anak-anak Linau dapat mengisi waktu dengan banyak membaca sebab membaca adalah jendela waktu.

Sementara Plt Kepala Desa Tanjung Kelit Mursidi mengaku, Suku KAT ada tiga titik di wilayah Tanjung Kelit, Linau Air Batu, Pulau Mengkuang dan Dapur Luar, yang memang membutuhkan perhatian semua pihak. Ketika acara mereka di tiga tempat di himpun di Linau Batu.

Dia berharap, kehadiran Kementerian, Dinsos Kepri dan Dinsos Lingga yang dimotori Yayasan Kajang, dapat mengangkat Suku KAT dari berbagai permasalahan sosial.

“Memang kita harap Suku KAT kita mendapat prioritas baik pusat, provinsi bahkan daerah. Banyak harus di perhatikan, tidak saja pendidikan, tapi permasalahan kesehatan dan kesejahteraan perlu mendapat perhatian,” jelasnya Mursidi, Jumat sore.

Dia menyebutkan, permasalahan pendidikan, sekolah tingkat SD ada di Linau Batu, permasalahan kesehatan, tempat mereka belum ada Polindes atau tempat mereka berobat jika sakit, serta rumah mereka sangat membutuhkan perhatian.

“Kalau SMP anak-anak KAT sekolah di Tanjung Kelit menggunakan Pompong jarak tempuh 25-30 menit. Kalau kesehatan, ketika mereka sakit juga harus di rujuk ke Tanjung Kelit, itu harus menjadi perhatian kita,” imbuh Mursidi pada POSMETRO.CO via selulernya yang sinyalnya terputus-putus.

Kunjungan Kementerian dan Dinas Sosial Kepri untuk menggelar Dialog dan Sosialisasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Kelompok Minoritas dan Terisolasi di Linau Air Batu, Desa Tanjung Kelit yang disambut antusias anak dan masyarakat Suku KAT yang berada di Linau Air Batu, Pulau Mengkuang dan Dapur Luar, yang diperkirakan hampir 200 KK yang bermukim di tiga titik.(mrs)