Metro Kepri

Urutan Pertama di Survey LKPI, Soerya Ajak Masyarakat Bersinergi untuk Kepri

Soerya bertemu dengan salah seorang tokoh agama dan masyarakat.

BATAM, POSMETRO.CO : Bakal Calon Gubernur H Muhammad Soerya Respationo, mengatakan hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI), menjadi motivasi untuk menjadikan Kepri semakin baik.

Ini adalah bentuk sinergi masyarakat untuk menjadikan Kepri sebagai provinsi yang semakin maju.

“Hasil itu adalah penyemangat untuk berbuat kepada masyarakat. Itu juga berarti masyarakat ingin bersinergi dengan kami untuk membangun negeri ini. Muaranya adalah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Soerya di Perumahan Duta Mas Batam, Rabu (12/8) petang.

Soerya sendiri baru kembali dari bersilaturahmi ke Natuna. Sambutan antusias masyarakat di Natuna menjadi penanda bahwa dengan bersinergi, yang terbaik untuk Kepri.

Saat LKPI mengumumkan hasil surveinya, Soerya tengah bersilaturahmi dengan masyarakat Ranai, Natuna.

LKPI menyelenggarakan survei pada 22 Juli – 8 Agustus 2020. Survei kali ini dilakukan untuk memetakan pilihan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terhadap Bakal Calon Gubernur dan Pasangan Calon Gubernur Kepri pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Jajak pendapat masyarakat ini diikuti oleh 1.220 masyarakat Kepri yang tersebar secara proporsional di Kepulauan Riau terdiri dari 7 Kabupaten/Kota yaitu: Karimun, Bintan, Natuna, Lingga, Kepulauan Anambas, Batam, dan Tanjugpinang yang tersebar secara proporsional dari 1.393.439 orang yang masuk dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) Provinsi Kepri untuk Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Dari hasil survei tersebut, nama Mantan Wagub Kepri Soerya Raspationo menempati urutan pertama dari sisi elektabilitas.

Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono mengatakan, hasil itu diperoleh saat 1220 responden terpilih ditanya secara terbuka jika Pilkada dilaksanakan pada hari ini, siapa gubernur yang akan ibu/bapak pilih?

“Hasilnya, Mantan Wagub Kepri Soerya Raspationo dengan perolehan 25,60 persen. Disusul dengan Ansar Ahmad yang dipilih oleh 15,30 persenT responden, Ismeth Abdullah 13,80 persen, dan petahana Isdianto 12,10 persen,” kata Arifin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8/20).

Selanjutnya, Iman Sutiawan dipilih oleh 4,20 persen responden, Suryani dipilih oleh 3,10 persen, Marlin Agustina 1,80 persen, dan yang belum memilih sebanyak 24,10 persen.

Dengan pertanyaan yang sama, namun dilakukan secara tertutup, nama Soerya Raspationo juga menempati posisi teratas dengan perolehan 26,5 persen.

“Disusul dengan Ansar Ahmad yang dipilih oleh 19,3 persen responden, Ismeth Abdullah 12,7 persen, dan petahana Isdianto 12,5 persen.

Selanjutnya, Iman Sutiawan dipilih oleh 5,3 persen responden, Suryani dipilih oleh 4,21 persen, Marlin Agustina 2,1 persen, dan yang belum memilih sebanyak 17,4 persen.

Sementara itu, dari data survei juga memaparkan hasil dari survei popularitas atau tingkat pengenalan dan kesukaan masyarakat, Soerya Raspationo dikenal oleh 70,6 persen responden, Ansar Ahmad 67,8 persen, dan Ismeth Abdullah 65,9 persen.

“Lalu Isdianto dikenal oleh 60,3 persen, Iman Sutiawan 30,4 persen, Suryani 30,3 persen, dan Marlin Agustina 29,6 persen,” terang Arifin.

Adapun, tingkat akseptabilitas atau tingkat keterimaan terhadap para Bakal Calon Gubernur, responden diberi pertanyaan “Siapakah yang menurut anda dapat diterima menjadi Gubernur Kepulauan Riau?”

“Temuan survei Soerya Raspationo diterima oleh 70,3 persen responden, Ansar Ahmad 64,4 persen, Ismeth Abdullah 60,2 persen,” jelas Arifin.

Sedangkan petahana Isdianto diterima oleh 53,2 persen responden, Iman Sutiawan 24,6 persen, Suryani 23,1 persen, dan Marlin Agustina 18,4 persen.

Dalam simulasi head-to-head pada survei pilgub kepulauan Riau antara petahana Isdianto – Suryani yang akan diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) melawan Soerya Respationo – Iman Sutiawan yang diusung PDIP Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) didapatkan sebesar 45,6 persen responden memilih Soerya Respationo – Iman Sutiawan.

Sedangkan 30,2 persen responden memilih pasangan Isdianto – Suryani. Dan yang belum memilih sebanyak 24,2 persen responden.

Sementara, simulasi head to head antara petahana Isdianto – Suryani, yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) melawan Ansar Ahmad – Marlin Agustina yang diusung Partai Golkar dan Nasdem

“Didapatkan sebesar 38,6 persen responden memilih Ansar Ahmad – Marlin Agustina. Sedangkan 32,3 persen responden memilih pasangan Isdianto – Suryani. Dan yang belum memilih sebanyak 29,1 persen responden,” jelas Arifin.

Lalu, simulasi head to head antara Ansar Ahmad – Marlin Agustina yang diusung Partai Golkar dan Nasdem, melawan Soerya Respationo – Iman Sutiawan yang diusung PDIP Perjuangan, Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

“Didapatkan sebesar 34,2 persen responden memilih Ansar Ahmad – Marlin Agustina. Sedangkan 39,1 persen responden memilih pasangan Soerya Respationo – Iman Sutiawan,” ungkap Arifin.

Sementara itu, yang belum memilih sebanyak 26,7 persen responden.

“Kesimpulannya, popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas Soerya Raspationo menjadi yang tertinggi karena pernah menjadi di wakil gubernur dan pernah juga maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Amsar Ahmad pada periode sebelumnya,” terang Arifin.

Sementara Isdianto menjadi gubernur, dengan melewati proses politik yang panjang menggantikan Nurdin yang ditangkap KPK.

“Ketidakpuasan masyarakat sangat mempengaruhi tingkat elektabilitas dari Calon Gubernur petahana,”

Untuk diketahui, metode sampling ditentukan dengan mengunakan metode multistage random sampling. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error +/- 2,8 persen.

Pengambilan data survei dilakukan dengan metode via telepon sebesar 50 persen dari responden terpilih, dan tatap muka 50 persen dari responden dengan menggunakan aturan protocol kesehatan di saat pandemi Covid-19.***