Batam

Sturman: Ingin Sisa Hidup Lebih Bermakna

Anggota DPR RI Dapil Kepri, Sturman Panjaitan saat berdiskusi dengan jajaran POSMETRO.CO.

BATAM, POSMETRO.CO: Menurut Sturman, menyerap aspirasi dan berbagai keluhan di masyarakat menjadi modal penting seorang anggota DPR RI saat berkunjung ke daerah tempatnya terpilih.

Jumat (7/8), anggota DPR RI Dapil Kepri dari Fraksi PDI-P itu meluangkan waktunya untuk bersilaturahmi dengan tim POSMETRO.CO. Berdiskusi berbagai macam persoalan yang selama ini telah diserap dari masyarakat Kepri dan kemudian dibawa ke pusat untuk ditindaklanjti ke jenjang lebih tinggi.

“Kami juga akan membuat rumah aspirasi, rencannya di Batam di kawasan Mega Legenda,” ujarnya saat membuka obrolan dengan POSMETRO.CO.

Menurut pria bernama lengkap Mayjend TNI Marinir (Purn) Sturman Panjaitan ini, menyaring aspirasi dari masyarakat Kepri sudah menjadi keharusnya sebagai anggota DPR RI yang terpilih dari sini. Kerja nyata seorang anggota dewan terpilih menjadi anggota DPR RI.

Di senayan, Sturman dipercaya berada di Komisi I, yang memiliki mitra kerja di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Panglima TNI/Mabes TNI AD, AL, dan AU. Badan Intelijen Negara (BIN), Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Informasi Pusat (KI Pusat), Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI), Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI), Dewan Pers, Perum LKBN Antara, dan Lembaga Sensor Film (LSF).

“Saya sudah mengabdi di TNI selama 35 tahun, ingin sisa hidup bermakna,” ujarnya.

Salah satu yang saat ini menjadi fokus Sturman di kursi wakil rakyat ini menggodok tentang undang-undang umnibus law.

“Ini adalah sebuah metode. Melihat investasi susah. Berbeda antara kota, provinsi, dan pusat. Ini untuk menyederhanakan,” paparnya menjelaskan.

Soal banyaknya pro kontra di masyarakat, Sturman juga mengakui.

“Pasti ada gejolak. Tidak ada perubahan yang semua mendukung. Tuhan saja berfirman tak semua meengikuti. Karena ada kenyamanan orang yang terganggu. Dalam keluarga saja kebijakan bapak belum tentu semua anak setuju,” tuturnya.

Sturman mencontohkan perang dagang antara Amerika dan Tiongkok. Yang keluar ada 30 investor dari Cina. Mereka mencari wilayah baru kemana harus berinvestasi.

“Tapi tak satu pun ada yang bisa kita dapatkan. Kenapa? karena panjangnya birokrasi, mahalnya biaya, tidak ada kepastian hukum. Kita ingin menyederhanakan ini,” ujarnya.

Jadi dipastikan Sturman, jika DPR membuat undang-undang memang tidak hanya mencari akademisi dan pakar atau orang ahli saja.

“Mesti juga memanggil mereka-mereka yang juga bertolak belakang. Biar tahu apa yang mereka harapkan,” ujarnya lagi.

Kunjungan Sturman kali ini ke Batam memang salah satunya juga bentuk silaturahmi dengan berbagai kalangan untuk menampung berbagai aspirasi. Setelah bersilaturahmi dengan POSMETRO.

“Juga akan diteruskan dengan ramah tamah dengan pemuda Batak se-Kota Batam,” ujarnya.

Manfaat menyerap aspirasi ini adalah menyelesaikan permasalah yang ada di daerah yang akan dibawa ke tingkat pusat, pemerintah harus memberikan kenyamanan kepada masyarakat salah satunya dengan memberikan pengetahuan yang luas kepada masyarakat dan menampung segala aspirasi masyarakat untuk ditindaklanjuti.(*)