Batam

Lagi, IRT, Karyawan Bank, Guru Terpapar Covid-19

Wali Kota Batam, HM Rudi. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Seorang perempuan usia 52 tahun, Ibu Rumah Tangga (IRT), beralamat di perumahan Tanjung Tritip, Tanjung Uma, Lubukbaja. Ia merupakan kasus baru Covid-19 nomor 276. Hal ini sampaikan Wali Kota Batam HM Rudi melalui rilisnya, Kamis (23/7).

Rudi menjelaskan ditanggal 21 Juli yang bersangkutan datang untuk memeriksakan diri untuk berobat ke IGD RS Harapan Bunda Batam. Dengan keluhan demam dan batuk. Dari penuturan IRT ini sejak seminggu sebelumnya yang disertai nyeri ulu hati, mual dan muntah disertai sesak nafas yang semakin kuat dirasakan sejak semalam sebelumnya.

Kemudin dilakukan pemeriksaan secara intensif antara lain Rontgen Thorax AP, Pneumonia Bilateral, Laboratorium lengkap serta pemeriksaan RDT yang hasilnya diketahui IgG Reaktif. Sesuai hasil pemeriksaan tersebut dengan diagnosa Pneumonia Bilateral +Susp TB Paru + AKI + Susp Covid-19.

Dan direkomendasikan oleh Dokter penanggungjawab pasien /DPJP
kepada yang bersangkutan diharuskan melakukan perawatan di ruang isolasi yang memiliki ICU. Mengingat RSHB tidak memiliki ruang perawatan isolasi yang dilengkapi ICU selanjutnya.

Perempuan paruh baya ini dirujuk ke RS Awal Bros Batam untuk memperoleh tindakan penanganan medis yang lebih optimal, dan sebelum dievakuasi ke rumah sakit rujukan terlebih dahulu dilakukan pengambilan swab tenggorokan terhadap yang bersangkutan yang hasilnya diperoleh pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

Sejauh ini kondisi yang bersangkutan masih dalam penanganan dan perawatan di ruang isolasi ICU RS Awal Bros Batam dengan keadaan umum yang tidak stabil/ lemah dan saat ini terpasang ventilator.

Hingga kini ada dua pasien dengan kondisi lemah dan dirujukkan di RSUD Embung Fatimah dan RS Awal Bros. Sementara ada 22 orang yang masih ditangganin RSKI Covid-19 Galang, lalu satu orang di RSBP Batam, lalu di Elisabert Batam Kota satu orang, dan satu orang di RS Budi Kemuliaan.

Dari total kasus Covid berdasarkan up date, Kamis (23/7) ada 276, di mana 237 orang dinyatakan sembuh. Ada 12 meninggal dunia termasuk warga Lingga, dan 27 orang masih dalam penangganan di sejumlah rumah sakit.

“Iya ada dua orang pasien yang kondisinya lemah. Dan di rawat di ruangan ICU pakai ventilator RSUD EF dan RS Awal Bros,” kata Didi Kusmarjadi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Jumat (24/7).

Lalu, Rabu (22/7) disampaikan rilis empat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 Kota Batam. Pasien nomor 272 merupakan karyawan Bank BUMN di kawasan Industri Muka Kuning. Perempuan berusia 31 tahun ini tinggal di perumahan New Tiban Housing, Tiban Baru, Sekupang.

Pada, 15 Juli yang bersangkutan datang memeriksakan kandungannya
(G2P1A0, Gravid 34-35 Mg) di RSIA Frisdhy Angel. Dengan keluhan sudah sejak seminggu yang lalu merasakan sedikit demam yang disertai mual dan tidak ada selera makan tanpa adanya keluhan pada kandungannya.

Selanjutnya oleh dokter kandungan dilakukan pemeriksaan RDT
dengan hasil IgG Reaktif. Guna penanganan lebih lanjut yang bersangkutan dirujuk ke RSBP Batam. Oleh dokter spesialis paru RSBP diedukasi untuk menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Kemudian, tanggal 18 Juli dilakukan pengambilan swab tenggorokan
yang hasilnya diperoleh positif.

Lalu perempuan (40) Ibu Rumah Tangga (IRT). Ia beralamat untuk
sementara di kawasan perumahan Persero Tanjung Sengkuang, Batuampar merupakan kasus baru Covid-19 nomor 273 Kota Batam. Yang bersangkutan mengatakan bahwa bersama kedua anak kembarnya pada tanggal 17 Juli memeriksakan diri ke klinik Husada Tama Batam untuk melakukan pemeriksaan RDT secara mandiri guna keperluan memenuhi persyaratan penerbangan dengan hasil reaktif.

Mengingat hasil rapid tersebut pihak klinik kemudian menyerahkan pemantauan dan penanganan selanjutnya ke Puskesmas Tanjung Sengkuang sesuai dengan domisili tempat tinggalnya dan diedukasi untuk melaksanakan karatina mandiri di rumah.

Namun, keesokan pagi harinya yang bersangkutan pergi berobat ke IGD RS Elisabeth Batam Kota. Karena memiliki keluhan badannya terasa demam yang disertai pilek dan diketahui memiliki riwayat penyakit asma.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh dokter maka
kepada yang bersangkutan akhirnya ditegakkan Diagnosa Suspect Covid-19 + Pneumonia harus menjalani rawat inap di ruang isolasi rumah sakit tersebut. Selanjutnya kepada yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya positif.

Selanjutnya, kasus 274 adalah guru. Perempuan (56) beralamat sementara di perumahan Gardan Raya, Belian, Batam Kota merupakan kasus baru. Yang bersangkutan mengatakan merupakan warga Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah dan sudah sejak dua bulan yang lalu tinggal di tempat anaknya guna mendampingi anaknya saat melahirkan.

Sehubungan rencana kepulangannya ke Kota Semarang, 20 Juli ia melakukan pemeriksaan ke RS Bhayangkara Batam untuk melakukan pemeriksaan RDT secara mandiri guna keperluan memenuhi persyaratan penerbangan dengan hasil reaktif yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan.

Selanjutnya pihak rumah sakit mengarahkan agar sambil menunggu hasil swab didapatkan, pengajar diminta untuk edukasi melaksanakan karantina secara mandiri di rumah anaknya. Di tanggal 22 Juli diperoleh hasil pemeriksaan dari BTKL Batam dengan terkonfirmasi positif. Dan ditempatkan di ruang perawatan isolasi di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang.

Kasus 275 seorang IRT usia 38 tahun. Beralamat di kawasan pasar Angkasa Lubuk Baja. Pada, 14 Juli yang bersangkutan datang berobat ke IGD RS Budi Kemuliaan Batam dengan Keluhan demam dan memiliki riwayat hipertensi tak terkontrol. Sejak setahun yang lalu yang hanya diatasi dengan menggunakan obat herbal, dan setelah diperiksa dan diedukasi menolak untuk dirawat.

Pada tanggal 19 Juli, ia kembali datang ke IGD RS Budi Kemuliaan
Batam dengan keluhan badannya. Sejak tiga hari yang lalu terasa lemas, yang disertai mual dan muntah serta nafasnya terasa sesak bila beraktifitas. Selanjutnya oleh dokter dilakukanpemeriksaan secara Intensif disertai pemeriksaan RDT dengan perolehan hasil IgG Reaktif.

Sesuai dengan hasil tersebut ditegakkanlah Diagnosisnya Malaise e.c. SHF+HT+DM Type 2+Suspect Covid-19, dimana yang bersangkutan harus menjalani rawat inap dan diisolasi pada ruang Cendana Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam. Keesokan harinya 20 Juli dilakukan pengambilan swab tenggorokan yang hasilnya diperoleh positif.

Lalu ada tiga orang dinyatakan sembuh yang disebutkan dalam rilis, Rabu (22/7). Dua di antaranya merupakan pedagang Pasar Fanindo Batuaji dan wiraswasta. Semua dirawat di RSKI Covid-19 Galang dan harus melaksanakan karantina selama dua minggu.(hbb)