Batam

BP Batam Terus Lakukan Pengembangan Terminal 1 Bandara Hang Nadim

Bandara Internasional Hang Nadim Batam. (Posmetro.co.ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Bandara Internasional Hang Nadim Batam terus dikembangkan dari semua sisi pada 2020. Salah satunya pada Terminal 1. Saat ini luas terminal 1 Bandara Internasional Hang Nadim Batam 30 ribu m2.

“Dapat menampung penumpang kurang lebih 5 juta orang per tahun,” ujar Direktur Badan Usaha Bandar Udara dan Teknologi Informasi Komunikasi (BUBU TIK) Hang Nadim Batam, Suwarso, Selasa (14/7).

Sementara pada tahun 2017 lalu jumlah penumpang mencapai lebih dari 6 juta orang. Dengan adanya perluasan ke arah sisi darat terminal 1 akan menambah daya tampung penumpang hingga 10 juta orang per tahun.

Dengan adanya pengembangan terminal 1 luasnya akan menjadi 39 ribu m2 dari awalnya hanya 30 ribu m2. Lanjut Suwarso, selain itu, untuk pengembangan lain di bandara yaitu pembangunan taxiway dan apron pada runway 04, pembangunan terminal kargo, pembangunan jalan akses terminal kargo, revitalisasi jaringan listrik terminal 1 dan overlay landasan pacu.

“Rencana proyek investasi pengembangan Bandara Hang Nadim, yaitu pengembangan terminal 1 dan 2, kemudian terminal kargo dengan estimasi biaya USD 448 juta,” paparnya.

Sementara itu lanjutnya, untuk revitalisasi jaringan listrik di Terminal 1 Bandara Internasional Hang Nadim Batam diperkirakan memerlukan biaya hingga Rp 100 miliar.

Lanjutnya, untuk di terminal 2 Bandara Hang Nadim pelaksanaan pembangunan gedung dilakukan selama 36 bulan.

Estimasi biaya pembangunan gedung terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam US$ 375 juta. Meliputi pembangunan terminal penumpang dengan kapasitas 10 juta penumpang.

Fasilitas seperti 8 aviobridge, baggage handling system, flight information system, automatic docking guide system. Kemudian IT System dan konstruksi apron serta taxiway.

Sementara estimasi biaya pembangunan di terminal kargo sebesar US$ 44,4 juta. Meliputi pekerjaan pematangan lahan, perpanjangan apron dan taxiway, gudang kargo 9.800 m2, infrastruktur eksternal, equipment dan IT System.

Ia menjelaskan, pengembangan Bandara Hang Nadim Batam menerapkan pola Kerjasama Pemerintan dengan Badan Usaha (KPBU).(adv)