Karimun

Pihak PT CCC Pastikan Kapal Isap Tak Beroperasi di Perairan Sei Pasir Lagi

Fredy, pihak PT China Communication Construction (CCC) saat hadir dalam pertemuan. (Posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Aksi masyarakat wilayah pesisir dan gombang Sei Pasir, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri langsung ditanggapi pihak terkait. Camat Meral, Senin (29/6), langsung mengadakan rapat dengan meminta kehadiran pihak PT China Communication Construction (CCC) sebagai investor utama Meral Integrated Maritime Industry itu.

Sejumlah intansi pun ikut dalam rapat tersebut. Sementara itu usai rapat pihak kecamatan, Lurah serta sejumlah intansi terkait langsung menuju Gombang nelayan yang sedari pukul 10.00 WIB sudah berkumpul menanti janji pernyataan Lurah Sei Pasir, bahwa pihak perusahaan akan turun menemui masyarakat.

Masyarakat sempat lama menanti kehadiran pihak perusahaan, namun akhirnya setelah dijamin keamananya oleh perwakilan nelayan, pihak perwakilan perusahaan, Fredy pun akhirnya turun dengan didampingi Camat Meral, Herisa Anugerah, Lurah Sei Pasir, Aidil, Kapolsek Meral, AKP Dodi, Kasi Perizinan Dinas Perikanan Propinsi Kepri, Fery, perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Karimun dan anggota TNI.
Hadirnya perwakilan perusahaan ternyata tak membuat masyarakat puas.

Pasalnya perwakilan yang hadir bukan yang memiliki wewenang untuk menentukan atau memutuskan kebijakan kepada masyarakat.
Sugiarto perwakilan nelayan dan masyarakat pesisir, Senin siang itu menyatakan berterima kasih akan dilakukan pertemuan ini, meksi hadirnya perwakilan perusahaan tidak yang diinginkannya.

“Tapi gak apa-apa, saya terima kasih sudah ada perwakilan dan hari ini di buat pertemuan ini, agar perusahaan tahu apa yang kami inginkan, intinya kami tak minta uang sepersen pun, tapi kami minta perhatian keselamatan kami yang tinggal di pesisir,” tegas Sugiarto.

Ia pun meminta kepada perusahaan agar memperhatikan masyarakat, sehingga tida menganggun kelangsungan hidup masyarakat pesisir.

“Kami dukung perusahan ini bergerak di sini. Setidaknya nati dapat menampung pekerja anak tempatan. Tapi nampaknya setelah Kami buat sepakatan di notaris lalu. Perusahaan justru beraktifitas seenaknya saja. Macam Daerah ini tak ada bertuan dibuat, macam kampung bunian dianggap,” ketus Sugiarto.

Apalagi, lanjut Sugiarto, perusahaan sebesar ini seolah tak punya bagian Hubungan Masyarakat, membuat kesan perusahaan ini seperti perusahaan mafia atau apa.

“Sehingga seenaknya saja beraktifitas. Saya tak kisah sebenarnya perusahaan ini nak sama-sama hancurkan hancurkan laut, hancurkan sajalah kalau mau. Nak robohkan-robohkan lah kampung ini. Gak apa-apa, tapi ingat di sini ada masyarakatnya,” tandasnya.

Terkait aktifitas kapal isap tersebut, dan telah mendekat ke bibir pantai diharapkan menjadi perhatian penting bagi perusahaan.

“Sekarang dah mendekat neh. Kalau besok gak juga digeser kami akan turun. Kami jangan ditanya pak, kami bisa diajak baik-baik. Tapi kami bisa lebih jahat dari iblis. Kalau kami dijahati. Kami tak mengharap sepersen pun. Tapi tolong perhatikan keselamatan kami, jangan main keruk aja, habis abrasi bibir pantai kami, belum lagi pipa kapal isap itu yang melintang menutup jalur kapal nelayan. Jelas membuat biaya operasional minyak para nelayan bertambah, karena harus mutar, terus bagiamana nasib nelayan yang pakai dayung, gak kalian pikir berapa jauhnya mau ke laut,” tegasnya.

Terkait hal ini, Fredy perwakilan dari PT CCC yang hadir tersebut hanya menerima masukan dari masyarakat yang hadir siang itu. Ia pun menyatakan akan menyampaikan ke pimpinan perusahaan terkait permintaan masyarakat.

Namun ia memastikan, untuk aktifitas kapal isap tersebut tidak akan lagi beroperasi di depan perairan Sei Pasir. Dimana akan bergerak menuju arah barat.

“Kapal isap saya pastikan tidak akan lagi beroperasi di depan Sei Pasir, karena kerjaanya sudah habis di lokasi itu, dan sekarang akan bergerak ke arah barat,” terang Fredy di depan massa.(ria)