Batam

Kru Kapal dan 2 WNA Termasuk Buruh Pabrik Plastik Asal Cina di Kabil Terpapar Corona

Ketua Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 sekaligus Wali Kota Batam, HM Rudi. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Sebanyak 11 orang warga Batam terkonfirmasi positif Covid-19, Sabtu (20/6). Terdiri dari 2 perempuan dan 9 laki-laki. Dari jumlah terdapat dua orang kru kapal, dua WNA yakni satu turis dan Tenaga Kerja Asing (TKA) Tiongkok (Cina) yang bekerja di pabrik plastik di Kabil.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 sekaligus Wali Kota Batam, HM Rudi menyampaikan pasien nomor 198, karyawan swasta, dan tinggal di perumahan Marbela Residence, Belian, Batam Kota. Laki-laki berusia 39 tahun ini, pada 15 Juni datang memeriksakan diri ke RS Awal Bros Batam untuk melakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan mandiri. Dengan keperluan memenuhi persyaratan penerbangan yang hasilnya diketahui hasilnya positif pada tanggal 19 Juni kemarin

Perlu diketahui yang bersangkutan mengatakan sebelumnya, 11 Juni memiliki riwayat perjalanan dari Palangkaraya Kalimantan Tengah ke Jakarta dan menginap selama 2 hari di hotel. Selanjutnya pada tanggal 13 Juni lalu kembali melanjutkan perjalanan ke Batam dan langsung pulang ke rumahnya.

“Sejauh ini kondisi yang bersangkutan stabil dan dirujuk ke RSKI Covid-19 Galang,” jelas Rudi.

Selanjutnya kasus 199, laki-laki (56). Karyawan BUMN MIGAS, beralamat di perumahan Kartini, Sungai Harapan, Sekupang. Yang bersangkutan pada, 15 Juni datang memeriksakan diri ke RS Awal Bros Batam untuk melakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan secara mandiri guna keperluan memenuhi persyaratan penerbangan yang hasilnya diketahui, 19 Juni positif.

Perlu diketahui bahwa yang bersangkutan pernah memeriksakan RDT pada 15-18 Mei yang lalu di klinik perusahaan dengan hasil non reaktif dan tidak pernah ada aktifitas di luar kota. Saat ini sudah dalam perawatan isolasi/ karantina guna penanganan kesehatannya di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang.

Selanjutnya, kasus 200 merupakan pelaut atau kru kapal. Pria berusia 32 ini tinggal di salah satu kapal yang lego Jangkar perairan Pelabuhan Batu Ampar, Batu Merah, Batu Ampar. Dan perlu diketahui bahwa yang bersangkutan baru saja bekerja pada perusahaan kapal tersebut.

Guna memenuhi persyaratan bekerja lebih lanjut maka pada tanggal 15 Juni lalu turun dari kapal untuk melakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan secara mandiri di RS Bhayangkara Batam yang hasilnya diketahui positif. Saat ini sudah dalam perawatan isolasi/karantina guna penanganan kesehatannya di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang.

Pasien berikut juga pelaut atau kru kapal beralamat yang sama dengan kasus di atas. Laki-laki usia 22 tahun, merupakan kasus baru nomor 201. Yang bersangkutan baru saja bekerja pada perusahaan kapal tersebut guna memenuhi persyaratan bekerja lebih lanjut, maka 15 Juni turun dari kapal untuk melakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan secara mandiri di RS Bhayangkara Batam yang hasilnya positif. Dan dalam perawatan karantina guna penanganan kesehatan di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang.

Covid-19 juga menyasar ke turis perempuan usia 46 tahun. Ia pasien nomor 202 beralamat di kawasan resort Nongsa Villa (Long Stay), Sambau, Nongsa. Bahwa yang bersangkutan merupakan turis WNA asal Inggris yang sudah tinggal di lokasi tersebut sejak, 10 Maret 2020 dan berencana akan kembali ke negaranya melalui Pulau Bali.

Pada tanggal, 15 Juni lalu ia datang memeriksakan diri ke Klinik Medilab Batam untuk melakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan secara mandiri. Dengan keperluan memenuhi persyaratan penerbangan yang hasilnya diketahui positif pada tanggal 19 Juni.

“Perlu diketahui bahwa yang bersangkutan selama berada di Kota Batam lebih banyak tinggal di villanya. Kecuali diwaktu-waktu tertentu memberikan pelajaran bahasa Inggris kepada anak-anak dikawasan Teluk Mata Ikan dan selama beraktifitas menggunakan kendaran roda dua,” jelas Kepala BP Batam itu.

Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan. Dan dirawat di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang.

Kasus 203 merupakan wiraswasta. Pria 41 tahun ini tinggal di perumahan Puri Rabayu, Patam Lestari, Sekupang. Perlu diketahui bahwa yang bersangkutan, 15 Juni datang memeriksakan diri ke Klinik Medilab Batam untuk melakukan pemeriksaan swab tenggorokan secara mandiri. Guna keperluan persyaratan melamar pekerjaan di Singapura secara online. Dan hasilnya diketahui pada hari ini positif. Penanganan kesehatannya di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang.

Berikutnya, pasien nomor 204 merupakan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Laki-laki 34 tahun ini bekerja di pabrik plastik di kawasan industri Kabil dan beralamat di mess perusahaan yang terletak kawasan Kabil Jalan Raya Telaga Punggur, Kabil, Nongsa.

Yang bersangkutan sudah tinggal di lokasi tersebut sejak awal bulan Februari 2020. Sehubungan adanya keluhan demam dan batuk pada, 11 Juni yang lalu yang bersangkutan berobat RS Elisabeth Batam Kota. Dan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter harus dilakukan perawatan. Namun, ia menolak dan meminta untuk pengobatan rawat jalan saja. Selanjutnya diedukasi untuk isolasi mandiri.

Kemudian, 15 Juni yang bersangkutan datang ke Klinik Medilab Batam untuk melakukan pemeriksaan swab tenggorokan secara mandiri yang hasilnya diketahui pada tanggal 19 Juni dengan terkonfirmasi positif.
Menurut yang bersangkutan bahwa selama bekerja di Kota Batam lebih banyak tinggal dalam mess perusahaan yang termasuk dalam kawasan pabrik tempatnya bekerja, dan relatif tidak pernah ada pergi ke tempat-tempat lain. Saat ini sudah dalam perawatan karantina guna penanganan kesehatannya di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang.

Kasus 205 adalah pelajar berusia 16 tahun. Beralamat di perumahan Baloi Indah, Kampung Pelita, Lubuk Baja. Dan perlu diketahui bahwa yang bersangkutan pada tanggal 15 Juni datang memeriksakan diri ke RS Awal Bros Batam untuk melakukan pemeriksaan swab tenggorokan mandiri. Dengan keperluan persyaratan penerbangan ke Jakarta dalam rangka untuk berobat yang hasilnya diketahui pada hari ini positif.

“Kondisi pelajar saat ini cukup baik dan stabil. Mengingat yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit. Maka perawatan saat ini di rumah sakit RSAB Batam,” beber Rudi.

Kasus 206, karyawan proyek apartemen di Kawasan Batam Centre, beralamat di Mess Karyawan dikawasan Ruko Bukit Mas, Lubuk Baja Kota, Lubuk Baja. Pada 15 Juni, pria berusia 24 tahun memeriksakan diri ke RS Budi Kemuliaan Batam untuk melakukan pemeriksaan swab tenggorokan secara mandiri guna keperluan memenuhi persyaratan penerbangan untuk pulang kampung yang hasilnya diketahui positif pada tanggal 19 Juni.

Sementara pasien nomor 207, merupakan ayah dari kasus 205. Pria berusia 53 tahun ini tinggal di perumahan Baloi Indah, Kampung Pelita, Lubuk Baja. Bahwa dalam rangka mendampingi anaknya maka, 15 Juni datang memeriksakan diri ke RS Awal Bros Batam untuk melakukan pemeriksaan swab tenggorokan mandiri guna keperluan persyaratan penerbangan dan hasilnya juga positif. Sang Ayah di rawat di RSKI Covid-19 Galang.

Virus Corona kembali menyasar tenaga medis di RS Swasta. Perempuan berusia 30 tahun beralamatkan di perumahan Batu Merah, Batu Merah, Batu Ampar. Ia merupakan kasus baru nomor 208. Bahwa yang bersangkutan adalah tenaga medis yang bertugas di salah satu rumah sakit yang terletak di kawasan Batu Besar Kota Batam.

Pada tanggal 17 Juni bersama teman sejawat yang lainnya dalam rangka screning kesehatan bagi seluruh karyawan di lingkungan rumah sakit tempatnya. Di lakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui 19 Juni positif.

Perlu diketahui bahwa yang bersangkutan sebelumnya pernah memeriksakan RDT, 2 Juni yang lalu dengan hasil non reaktif. Penanganan kesehatannya di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam.(hbb)