Lingga

Antisipasi Covid-19, DPRD dan Kapolsek Lingga Monitoring Harga Sembako

Aziz Martindas, Anwar dan AKP Tasriadi melakukan monitoring harga sembako di salah satu swalayan di Daik Lingga, Senin (30/3). (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Wakil Ketua I DPRD Lingga Aziz Martindas beserta anggota Anwar dan Kapolsek Daik Lingga AKP Tasriadi melakukan monitoring harga sembako di wilayah Daik Lingga, khususnya toko para distributor dan mini market, Senin (30/3).

Dikatakan, monitoring mereka lakukan untuk memantau secara pasti di lapangan terhadap sembako yang ada di wilayah Daik Lingga, akibat isu virus Coruna (Covid-19) yang kian marak sehingga dilakukan bloking area oleh Pemerintah Kabupaten Lingga.

“Kita bersama Kapolsek tidak ingin pedagang sebagai distributor memanfaatkan situasi seperti ini, sehingga barang-barang yang menjadi kebutuhan masyarakat di naikkan tanpa ada dasar,” ungkap Azizi Martindaz, Senin (30/3).

Dia menyebutkan, mini market dan toko distributor menjadi peninjauan monitoring mereka, dengan menyanyikan harga sembako sekarang ini, cuma harga gula mengalami kenaikan sedikit.

“Hasil monitoring kami, harga sembako masih seperti biasa atau stabil, cuma harga gula dari Rp 14 ribu, naik menjadi Rp 15 ribu per kilo. Alasan para distributor, kenaikkan itu memang sudah dari luar Tanjungpinang atau Jambi,” kata Aziz pria yang kerap sekali menjalankan fungsi kontrolnya sebagai wakil rakyat.

Dia berpesan pada masyarakat sebagai konsumen, jika ada kenaikkan sembako tak beraturan, diminta konsumen langsung melapor ke aparat keamanan atau instansi pemerintah supaya tidak ada pemanfaatan distributor akibat kondisi seperti ini.

“Himbauan Kapolri sudah jelas, jangan menaikkan harga sembako dengan kondisi seperti ini, intinya memanfaatkan kondisi membuat masyarakat kian resah dan panik,” celetuknya.

Monitoring seperti ini tidak hanya di Daik Lingga saja, sambung mantan aktivis ini lagi, besok akan berlanjut di kecamatan lain, baik itu Lingga Utara ataupun Singkep dan Singkep Barat, supaya semua harga sembako terkontrol sesuai dengan himbauan Kapolri.

Melihat kondisi seperti ini, Aziz Martindas meminta Pemkab Lingga atau melalui instansi terkait untuk duduk bersama terkait sembako yang menjadi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh dan tanpa ada permainan harga barang.

“Dengan demikian, harga sembako akan terkontrol oleh pemerintah. Sekarang bloking area cuma arus keluar masuk Kapa atau Ferry membawa penumpang, kalau kapal kargo berjalan seperti biasa namun tanpa membawa penumpang. Tidak ada alasan menaikkan harga tanpa ada alasan yang jelas,” imbuhnya.

Sementara Kapolsek Daik Lingga AKP Tasriadi menghimbau ke masyarakat agar tidak panik, dan tidak bimbang ketersediaan sembako di wilayah Daik Lingga sebab pemerintah menjamin ketersediaan yang di butuhkan meski keadaan isu virus Coruna sekarang ini.

“Masyarakat tidak perlu cemas, tetap di rumah saja, terkait sembako ketersediaan cukup bahkan akan masuk lagi melalui kapal Kargo dan Roro dalam waktu dekat,” ucap Tasriadi, Senin (30/3).

Tasriadi juga menghimbau pada pedagang atau distributor agar tidak menaikkan harga barang tanpa ada dasar bahkan sengaja melakukan penimbunan, apa bila ditemukan, akan di tindak tegas.

“Kita berharap, pedagang atau distributor tidak menimbun atau menaikkan harga sembako tanpa ada dasar yang jelas, jika itu terjadi kami akan mengambil tindakan tegas. Kami monitoring berharap pedagang menjual barang dengan harga standar tidak menaikkan tanpa ada dasar yang jelas,” tukasnya kembali berpesan.(mrs)