Batam

Nggak Malu! Mobil Mewah Diisi BBM Subsidi

Konfrensi pers terkait permasalahan BBM di Mapolda Kepri, Selasa (8/10). (posmetro.co/cnk) 
BATAM, POSMETRO.CO: Marketing Branch Manager Pertamina Batam, Awan Suharjo menepis isu-isu yang beredar bahwa Pertamina mengurangi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM). Pihaknya mengklaim, penyaluran Pertamina diatas dari pada kuota penyaluran yang telah ditetapkan.
“Kita bisa melihat antrian-antrian yang terjadi di SPBU. Sementara kendaraan yang ikut mengantri itu kategori mobil mewah,” ujar Awan saat konfrensi pers di Mapolda Kepri, Selasa (8/10).
Padahal, lanjut dia, dalam Manual Book dari kendaraan itu sudah disebutkan bahwa BBM yang diisi adalah minimal Oktan 90, Oktan 90 sendiri ada pada BBM jenis Pertalite bukan pada jenis Premium. Pihaknya berharap BBM jenis Premium dapat dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.
Awan merinci, data penyaluran Premium dari Januari sampai dengan Agustus sebanyak 211.210 Kilo Liter dan Solar sebanyak 117.225 Kilo Liter periode Januari sampai dengan September.
“Di dalam penyaluran BBM, Pertamina juga butuh bantuan dari Pihak Kepolisian dan pihak terkait untuk mengawasi dan mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam pendistribusian dan mengungkap apa yang terjadi dilapangan,” harapnya.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepri Kombes Rustam Mansur mengamini, banyak mobil mewah di Batam yang masih ‘minum’ Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubisidi.
“Kita berkomitmen bila ditemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM yang diperuntukan untuk masyarakat akan ditindak sesuai dengan ketentuan hukum dan jenis pelanggarannya,” janji Rustam saat didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes S. Erlangga, Marketing Branch Manager Pertamina Batam, Disperindag kota Batam, Dinas ketahanan pangan dan pertanian Kota Batam, Dishub Kota Batam, Kepala PSDKP dan Dinsos Kota Batam.
Diketahui, baru-baru ini antrean mengular kembali terjadi di sejumlah SPBU di Kota Batam. Pihak terkait merespon apa yang menjadi keluhan masyarakat sehingga masyarakat tidak cemas terhadap alokasi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Batam.(cnk)