Batam

Wako: Kualitas Udara di Batam Belum Bahaya

Dinkes Batam mengerahkan anggota puskemas bersama polsek setempat untuk membagi masker kepada pengendara di beberapa titik simpang lampu merah di Batam, Sabtu (14/9).(posmetro.co/ist)
BATAM, POSMETRO.CO: Kabut asap masih menghantui masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) khususnya Batam. Semua instansi terkait dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai bergerak dengan mengambil langkah antisipasi yakni membagi masker dan memberi imbauan.
Kabut asap ini diketahui kiriman dari Karhutlah Riau, Jambi dan Sumatera Selatan. Untuk Tingkat pencemaran udara akibat Karhutlah ini BMKG memakai indeks standar pencemaran udara (ISPU) dariKementrian Lingkungan Hidup (KLH).
“Alhamdulillah, hari ini kondisi lebih bagus dari kemarin. Diperkirakan di bawah 100. Kalau semalam, (Sabtu) ISPU-nya diangka 150 lebih, artinya kondisi udara tidak sehat,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Minggu (15/9).
Masih katanya, Dinkes Batam segera membagikan masker di beberapa lokasi di persimpangan lampu merah kepada seluruh puskesmas yang ada di wilayah kerja kota Batam. Di antaranya simpang Batu Besar, Simpang Sei harapan, Simpang Barelang, Simpang Baloi BCS, Simpang Batuampar dan lainnya dibantu oleh Kapolsek dan anggota.
“Semalam total masker yang didistribusikan sore dan malam hari ini sekitar 4 ribu buah. Karena angka ISPU-nya tidak sehat. Tapi kami sarankan jangan keluar rumah kalau tak penting-penting kali,” pesan Didi.
Hal senada juga disampaikan Wali Kota Batam, HM Rudi saat menghadiri acara Ombusdman di Mall Botania 2 Batamcentre, kemarin. Orang nomor satu Batam ini mengimbau agar masyarakat menggunakan masker pada saat keluar rumah. Selain itu, jika tidak ada keperluan yang mendesak lebih baik di rumah saja.
“Gunakan masker ketika keluar rumah, karena kualitas udara di Batam kurang bagus. Kita juga bagi-bagi masker bersama Dinas Kesehatan. Jadi kalau tidak ada kepentingan tidak usah keluar rumah,” imbau Rudi.
Ketebalan kabut asap sudah meresahkan sejumlah daerah yang terdampak termasuk Kepri. Kondisi seperti pasti berdampak bagi kesehaan terutama pernapasan dan mata. Wacananya, dalam waktu dekat ini, Rudi akan mengumpulkan ulama untuk menggelar salat Istisqa.
“Kita salat minta hujan agar kondisi menjadi lebih baik. Karena Batam beberapa hari ini tidak turun hujan. Jadi nanti saya akan undang ulama terkait ini. Setidaknya kita ada upaya,” ucap mantan anggota dewan kelahiran Tanjungpinang itu.
Disinggung apa perlu meliburkan anak sekolah karena kondisi saat ini, Rudi menegaskan tidak perlu. Karena kualitas udara di Batam belum berbahaya. Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait ketebalan kabut asap ini.
“Kalau saat ini belum. Tapi kalau kualitasnya sudah distatus bahaya. Kita baru ambil tindakan,” ucap mantan anggota dewan kelahiran Tanjungpinang itu.(hbb)