Batam

Tahanan Rutan Batam Tewas, Istri: Dada Ada Luka Memar

Kepala Rutan Batam, Robinson Paranginangin. (posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Seorang warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Batam, Tembesi, Kecamatan Sagulung meninggal dunia pada Senin (19/8) pukul 18.00 WIB. Pria bernama Frengky Marpaung (36) dikabarkan meninggal karena sakit.

“Kalau dibilang meninggal karena sakit, saya belum yakin, sebab di bagian lengan dan dada Frengky Marpaung ada luka memar,” kata Ramadani (33), istri korban.

Ramadani melanjutkan, Frengky Marpaung disebut-sebut meninggal kerena sesak nafas. Hingga Senin (19/8) pagi, Ramadani mendapat telpon dan menyebut Frengki Marpaung sudah dirawat di RSUD Embung Fatimah, Batuaji.

“Tapi kalau dilihat dari fisiknya, saya tak yakin (dia sakit). Saya menduga ada kekerasan yang dialami suami saya,” duga Ramadani kepada posmetro.co.

Ibu anak satu ini menambahkan, saat suaminya dirawat di RSUD Embung Fatimah, Frengky Marpaung tak bisa lagi berbicara sepatah kata pun. Pukul 18.00 WIB, dari mulut Frengky Marpaung mengeluarkan bui dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

“Saat dirawat, saya terus pangggil nama suami saya, tapi dia tak bisa menjawab, namun ia mendengar, sebab ia mengeluarkan air mata,” tuturnya.

Sementara dari keterangan dokter forensik RSUD Embung Fatimah, Frengky Marpaung disebut mengalami penyakit dan akhirnya meninggal dunia.

“Dokter juga mengatakan suami saya meninggal karena sakit. Tapi saya masih tetap belum percaya itu,” tutup wanita yang berdomisili di Pasar Induk Jodoh ini.

Kepala Rutan Batam, Robinson Paranginangin, mengatakan, korban meninggal karena sakit. Namun jika keluarga korban menduga ada kekerasan pada korban, maka keluarga korban bisa melapor ke pihak berwajib.

“Di sini, kita tidak ada menutup-nutupi hal apa pun terkait meninggalnya Frengky Marpaung,” tegas Robinson Paranginangin kepada posmetro.co, Selasa(20/8) siang.

Lebih lanjut, Robinson Paranginangin menyebut, semua tahanan di Rutan selalu dikontrol tiap hari. Jika ada keluhan dari tahanan, maka akan ditanggapi dengan cepat.

“Biasanya kalau ada napi yang berkelahi atau mengalami pemukulan, maka akan dilaporkan kepada kami, tapi kemarin tak ada,” tegasnya.

Robinson Paranginangin juga menjelaskan, sebelumnya, Frengky Marpaung sudah mengeluh sakit. Namun demikian, petugas Rutan sudah memberikan penanganan semaksimal mungkin, tapi kondisi Frengky Marpaung semakin memburuk.

“Sempat dirawat di klinik dalam Rutan. Tapi karena kondisinya memburuk, yang bersangkutan pun kami bawa ke RSUD Embung Fatimah untuk dirawat intensif,” tegasnya.

Terakhirnya, Robin Paranginangin menyebut, Frengky Marpaung adalah tanahan kasus narkoba yang masuk ke Rutan pada tanggal 30 Juli 2019 lalu. Dan dalam waktu dekat ini, yang bersangkutan akan menjalankan persidangan.(jho)