Batam

Walikota Batam: Kerja yang Jujur dan Ikhlas

Walikota Batam Rudi saat prosesi tepung tawar di Gedung LAM Batam, Selasa (13/8) malam.(posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam mengucapkan tahniah kepada Walikota Batam atas penghargaan yang diberikan Asia Global Council dan Seven Media Asia, atas Best Walikota Innovation Metropolitan 2019 dan Asia Best Mayor of the Year 2019, Juli lalu.

Rudi yang bergelar Dato’ Setia Amanah Muhammad Rudi diadati dengan prosesi tepung tawar di laksanakan di Gedung LAM Batam, Selasa (13/8) malam. Perhelatan tersebut, sebagai rasa syukur atas anugerah yang diterima suami Marlin Agustina Rudi itu.

Bukan itu saja, Rudi juga dinilai sebagai Walikota Batam periode 2016-2021 bertugas dengan baik.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai rasa syukur dan penghargaan atas capaian Rudi waktu yang relatif singkat, yakni 3,5 tahun,” kata Ketua LAM Kota Batam Dato’ Sri Setia Amanah Nyat Kadir.

Capaian itu sebut Nyat Kadir sebagai amanah yang telah diberikan sejak Rudi menjabat Walikota Batan. Pencapaian yang yang sudah ditorehkan Rudi menurutnya sudah bagus dalam membangun Batam lebih maju.

“Gelar Dato’ Setia Amanah adalah gelar beban. Dan itu telah dilakukan oleh beliau, sehingga mencapai prestasi yang saya sebutkan tadi,” ucapnya

Nyat Kadir juga mengatakan, sosok Rudi dianggap sudah menjalankan tunjuk ajar melayu. Di dalamnya tertuang dengan jelas acuan dasar bagi seorang pemimpin.

“Jika ada kekurangan, wajar sebagai manusia, dan tugas beliau (Rudi) akan memenuhi itu. Kita berikan saran sesuai etika Melayu,” kata dia lagi.

Walikota Batam Dato’ Setia Amanah Muhammad Rudi menuturkan bahwa penghargaan yang disematkan pada dirinya bukanlah capaian pribadi. Namun, merupakan kerja bersama antara pimpinan dan dukungan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam.

“Saat saya mencalonkan diri sebagai Walikota pada 2015 lalu, dengan menggandeng Amsakar Achmad. Dengan niat akan merubah Kota Batam semakin baik dan hal ini tertuang dalam visi misinya,” ujar Rudi.

Dengan berjalannya waktu selama bertugas 3,5 tahun bersama Amsakar Achmad, Pemko Batam telah memboyong 63 penghargaan. Inilah yang membuat dirinya untuk berpacu membangun Kota Batam lebih maju dan modern tanpa meninggalkan kasanah Melayunya

“Salah satunya, saya meneruskan visi misi pak Nyat, bahwa Batam akan jadi kota yang modern dan madani. Alhamdulillah modern sudah mulai nampak, sementara madani wajib kita realisasikan oleh kita bersama,” tegasnya.

Rudi menilai, jika semua elemen kompak tentu pembangunan Batam akan lebih mudah. Termasuk menanamkan mindset kepada seluruh pegawai Pemko Batam untuk benar-benar optimal bekerja untuk masyarakat.

“Saya mau titip, kalau mau bekerja kejujuran dan keikhlasan harus kita tanamkan. Bekerja untuk masyarakat dan akhirnya melahirkan berbagai pengakuan bukan tanpa resiko, baik untuk dirinya maupun keluarganya,” pesan pria kelahiran Tanjungpinang itu.

Diakuinya, saat ini Pemko Batam tengah membangun infrastruktur jalan tanpa meninggalkan kekhasan Melayu. Terlebih dengan keadaan anggaran yang terbatas, tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Rudi tak lupa mengajak masyarakat bersama membangun Batam.

“Mari kita bangun Batam. Mungkin beberapa waktu lalu kita sama-sama dengar, orang ramai ke Batam. Mereka ingin melihat hebatnya Batam,” ajak Rudi.(hbb)