Metro Sport

Kisah Rodri, Pemain Bola Rp1,1 Triliun (Bagian-2/Habis)

Rodrigo. Foto: INT

POSMETRO.CO – Rodri layaknya pemuda yang lain seusianya. Hidup sederhana. Cuma bedanya dia sudah bergaji Rp401 miliar per tahun. Kendati punya uang banyak ia tidak tertarik koleksi mobil mewah seperti bintang bola lainnya. Warga Madrid ini lebih memilih mobil Opel Corsa tua second, dibeli dari wanita tua.

Menarik lagi sampai saat ini tidak ada tato satu pun menempel di tubuh. Dan tak suka main media sosial. Tamat sekolah, dia melanjutkan ke perguruan tinggi. Dan tetap berkarier di sepakbola.

Ia pun ngambil jurusan unik. Yakni bisnis, fakultas ekonomi di Universitas de Castellon. Kabarnya dia juga tak pernah melewatkan kuliah, kendati padatnya jadwal latihan dan pertandingan.

Pemain gelandang itu lebih memilih tinggal di asrama kampusnya. Walau pun ada diberikan fasilitas dari Atletico Madrid. “Orang-orang terkejut ketika mereka melihat Rodri, yang bermain di klub papan atas, tapi masih tinggal di asrama kampus,” kata temannya, Valentin Henarejo, mengutip dari Marca, Kamis (20/6/2019).

Sebelum di Atletico Madrid, ia pernah mengenyam pendidikan bola di Villarreal pada usia 11 tahun. Namanya bersinar kala bermain bersama timnya di Champions U-19. Tim Villarreal keluar sebagai juara pada tahun 2015. Sementara Rodri sendiri menyabet Golden Boys Asensio.

Melihat perkembangan ajaib si Rodri, Atletico menyesal. Klub minta maaf kepada sang bintang. Rodri dibujuk untuk balik kampung. Dan masuk Atletico Madrid. Deal. Pada 24 Mei 2018 bek jangkar itu hijrah klub impiannya.

Dalam setahun pemuda ajaib tersebut menunjukkan kehebatanya. Bersama klub baru Rodri meraih meraih Piala Super UEFA. Nama pemuda Madrid makin harum. Sejumlah klub-klub papan atas tertarik mendatangkan Rodri. Seperti Barcelona, Juventus dan Madrid. Bahkan Manchester United. Namun akhirnya dia memilih Manchester City. Nilai transfer bombastis senilai 70 juta Euro.

Sebelum pindah ke Inggris Rodri sudah tamat kuliah. Rodri akan menggantikan Fernandinho yang usianya 33 tahun. Walau pun mungkin bukan pengganti yang sempurna bagi Fernandinho. Pemain Spanyol itu tidak memiliki kecepatan dan kekuatan atletik yang sama. Hanya, yang dimiliki Rodri adalah kecerdasan bermain sepak bola. Dia punya kemampuan membaca permainan, untuk kemudian mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya. (int/esa/habis)