Batam

Komisi IV DPRD Batam Pertanyakan Lambatnya Pembangunan RKB

Udin P Sihaloho

BATAM, POSMETRO.CO :  Lambatnya pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam.

Menurut Udin P Sihaloho, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam seharusnya pengerjaan proyek fisik itu sudah dimulai Februari lalu. Sehingga bisa digunakan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020.

“Yang menjadi perhatian kita saat ini, pembangunan RKB saat ini belum dibangun. Harusnya mereka bisa memulai pembangunan di Februari lalu. Sehingga bisa digunakan saat PPDB sekarang,” ucapnya, Selasa (21/5).

Malah kata Udin, pembangunan akan dilakukan pada Mei. Inilah fenomena yang sering terjadi ketika RKB dibangun. Udin menilai persoalan ini juga tidak menutup kemungkinan ada oknum komite sekolah untuk melakukan pungutan liar (pungli) kepada orangtua dengan alsan menambah lokal.

“Kita tak mau ada namanya pungli saat PPDB tahun ini. Jangan ada orangtua yang dirugikan. Sementara anggarannya bisa saja dari APBD,” ulasnya.

Politikus PDI-Perjuangan itu juga menyoroti Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan besar, yang membantu pendidikan di Batam. Menurutnya bantuan tersebut dianggap tidak transparan. Sehingga jarang terpublikasi di masyarakat.

“Saya juga mau tahu CSR perusahaan besar di Batam untuk pendidikan belum transparan. Sehingga jarang terpublikasi di masyarakat. Kita mau pemerintah setempat terbuka,” pinta pria kelahiran 47 tahun silam itu.

Terpisah, Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan mengatakan saat ini proyek fisik masih dalam tahap lelang. Diperkirakan proses pengerjaan akan di lakukan Juni mendatang.

“Akhir Mei sudah mulai dikerjakan. Sekarang sedang tahapan proses lelang dalam minggu ini selesai. Habis lebaran (Juni) dikerjakan” jelasnya.

Hendri menyebutkan tahun ini pihaknya akan membangun 45 RKB dan membangun sekolah SMPN 58 Batam. Ia menargetkan bangunan sekolah selesai September mendatang.

Ia menegaskan proyek fisik yang dikerjakan bisa berlancar lancar. Bahkan, pihaknya langsung memantau proyek pembangunan tersebut, untuk menghindari kejadisan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kita akan benar-benar memantau jalannya proyek pembangunan nantinya. Kalau bisa sesuai kontrak September siap. Jangan ada molor seperti SMPN 56 dan 57 lalu,” ulas Hendri. (hbb)