Batam

Mengenang Dua Tahun Almarhumah Hj Rekaveny

HM Soerya Respationo bersama anak-anak tersayang.

Menebar Kasih, Berbagi tanpa Pilih-pilih

Tidak ada kata-kata yang berlebih. Seakan menjalankan prinsip satunya kata dan perbuatan. Apa yang dikata itu yang dibuat. Atau tanpa berkata, kebaikan-kebaikan yang diperbuat.

Untuk kebaikan, almarhumah Hj Rekaveny Soerya binti Fadli Ghatam, sepertinya tidak bertanya dari mana ia berasal dan kemana akan ditebar. Dia selalu bertindak dalam kehidupan sehari-harinya. Terutama melalui aktivitas-aktivitas sosial kemasyarakatan.

Tak heran, prinsip menebar kebaikan yang dilakukan almarhumah, selalu disampaikan mantan Wagub Kepri HM Soerya Respationo

untuk diteruskan anak dan cucunya. Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik, kepada siapapun.

“Teruskan jiwa sosial Mama untuk masyarakat yang membutuhkan. Jangan berhenti menebar kebaikan seperti yang dilakukan Mama,” kata Soerya, di sela-sela aktivitasnya awal pekan ini.

Pada 25 Januari ini, dua tahun sudah Rekaveny berpulang ke Rahmatullah. Tindakkan dan aktivitasnya yang kini membekas pada banyak kalangan. Terlebih kaum wong cilik.

Sewaktu menjadi wakil rakyat di DPRD Batam, misalnya, uang gaji yang diterimanya akan bertebar kemana-mana. Ketika hari gajian tiba, almarhumah sudah menyiapkan amplop. Penghasilan dari DPRD itu dimasukkannya ke amplop, untuk dibagi ke orang-orang yang menbutuhkan.

Semangat berbagi alumni Universitas Indonesia ini bukan bermula ketika duduk di DPRD. Jauh-jauh hari aktivitas itu sudah dilakukan. Selalu menelusuri berbagai perkampungan untuk bertemu masyarakat kecil. Rekaveny hadir, langsung memberi dan bukan berjanji. Sejak awal tahun 2000-an aktivitas itu sudah dilakukannya.

Bisnis yang digelutinya pun harus memberi manfaat bagi masyarakat. Seperti membantu pendidikan untuk sejumlah anak dari keuntungan yang didapat. Bakmi Jawa di Sei Panas masih melakukan peran itu hingga hari ini.

Menggali ilmu, terutama ilmu agama rutin dilakukan alumni Universitas Indonesia ini. Dia pun tidak belajar sendirian. Dibentuknya majelis taklim. Bersama rekan-rekan menggelar dan belajar dalam suatu pengajian rutin. Mengundang ustaz dan ustazah untuk menambah pengetahuan, menambah pengalaman, juga memperbanyak bekal untuk akhirat yang kekal.

“Almarhumah sangat total dengan majelis taklim ini. Apa yang dilakukannya secara tak langsung menjadi motivasi kami untuk terus aktif dalam rutinitas itu,” kata seorang sahabat Rekaveny.

Ketika diamanahkan duduk di kursi DPRD, aktivitas sosial itu menjadi semakin luas. Demikian juga ketika menjabat sebagai Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial Kepri, Rekaveny bisa memperluas aktivitas sosial kemasyarakatannya ke seluruh Kepri. Berada pada posisi tersebut membuat kesibukan Rekaveny dengan upaya-upaya pemberdayaan kelompok masyarakat makin gencar.

Dengan lembaga ini, misalnya Rekaveny bisa melakukan sunatan massal untuk anak berkebutuhan khusus dan disabilitas di Batam dan Tanjungpinang. Pemeriksaan mata/low vision untuk banyak pelajar se Kepri. Menggelar pelatihan-pelatihan untuk kelompok usaha disabilitas. Menggelar operasi katarak serta aktivitas sosial dan pemberdayaan masyarakat lainnya.

“Hati suka bergetar, melihat mereka. Makin terbuka jalan begitu menjadi ketua LKKS Kepri yang bidangnya memang sosial,” kata Rekaveny suatu kali.

Suami almarhuman, HM Soerya Respationo, kerap berpesan kepada anak-anaknya dan cucu-cucunya untuk meneruskan semangat berbagi almarhumah sesuai dengan cara mereka dan perkembangan terkini dunia ini. Membantu masyarakat dengan profesi mereka. Hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberi manfaat.

Menurut Soerya, sebagai suami, dia selalu berusaha untuk melindungi, memgayomi, mendidik, mengajar dan mengarahkan anak-anak agar mereka pubya jati diri yang baik. Jati diri yang kokoh sehingga kelak berguna baik bagi diri sendiri, lingkungan, keluarga, masyarakat, agama serta nusa dan bangsa.

“Prinsip ini yang saya dan almarhumah selalu tanamkan. Kehadiran kita memberi manfaat pada siapa saja,” kata Soerya.

Almarhumah meninggalkan empat anak dan tiga cucu. Kini si bungsu, Bidadari Mahardhika Respaty sudah menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada denga predikat cumlaude. Sekarang dalam persiapan melanjutkan jenjang pendidikan strata 2. Mohon doanya kata Romo sapaan akrab Mantan Wagub Kepri.***