Lingga

Wabup Lingga Kunjungi Santri Muallaf di Ponpes Baitul Mukhlasin Desa Musai

Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar beserta istri dan Ketua Yayasan Kajang foto bersama santri Ponpes Baitul Mukhlasin Desa Musai. (Posmetro.co/ist)

LINGGA, POSMETRO.CO: Wakil Bupati (Wabup) Lingga Muhammad Nizar beserta istri Maratusholeha didampingi Ketua Yayasan Kajang Kabupaten Lingga bersembang ke Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Mukhlasin, Desa Musai, Kecamatan Lingga, Senin (6/7) malam.

Kedatangan orang nomor dua Kabupaten Lingga tersebut dalam rangka silaturahmi dengan pihak pondok, seluruh santri dan 4 orang santri dari Suku Komunitas Adat Terpencil (KAT) Dusun Tembok Desa Mentuda Kecamatan Lingga.

Muhammad Nizar berpesan terutama pada Suku KAT yang menimba ilmu agama di Ponpes Baitul Mukhlasin untuk bersungguh-sungguh menimba ilmu agama yang di asuh oleh pengasuh Ponpes.

“Saya harap pada para santri belajarlah sungguh-sungguh di Ponpes ini, terutama bagi Suku KAT yang muallaf semoga ilmu yang bermanfaat yang di dapatkan berguna untuk orang banyak,” pesan Muhammad Nizar.

Terlebih dia meminta pada santri Suku KAT baik dari Selat Kongki Desa Penaah maupun dari Tembok, belajar sebaik mungkin ilmunya dapat di gunakan untuk mengajar adik-adik keluarga yang muallaf bahkan untuk masyarakat secara luas.

“Belajarlah ilmu agama di Ponpes ini, kedepan ajarkanlah adik-adik dan keluarga baik itu shalat, mengaji dan ilmu bermanfaat lainnya, agar kita semua selamat dunia dan akhirat,” amin,” paparnya kembali mengajak.

Ketua Yayasan Baitul Mukhlasin Desa Musai Ustad Dhasmaroni Jaya mengaku, kedatangan Wakil Bupati Lingga beserta isteri bukan dalam rangka dinas, tapi menunjukkan kepeduliannya bidang keagamaan sekaligus bersilaturahmi santri serta santri dari Suku KAT yang muallaf mondok di Ponpes yang diasuhnya.

“Alhamdulillah, terimakasih sekali pada pak wakil secara pribadi memberi dukungan dalam memotivasi para santri, itu sangat baik sekali, semoga motivasi yang disampaikan dapat di manfaatkan para santri yang mondok,” kata Dhasmaroni, Selasa (7/7).

Menurut pria yang sekarang sebagai PNS di Kemang Lingga ini lagi, para santri yang mondok kedepan akan menjadi perpanjangan dakwahnya baik di wilayah Suku KAT yang sudah memeluk agama Islam atau muallaf, untuk menguatkan akhlak mereka tentang keislaman.

“Alhamdulillah sampai saat ini saya teruslah berdakwah buat mereka di hari-hari tertentu. Semoga santri Ponpes kami ini akan menjadi penerus, baik untuk keluarga dan orang lain terutama di daerah Suku KAT yang ada di Kabupaten Lingga yang mualaf,” imbuhnya.

Dia juga meminta pada Pemkab Lingga dapat memperhatikan para santri yang sudah selesai mondok baik di Baitul Mukhlasin atau di Ponpes yang ada di Kabupaten Lingga supaya dapat memanfaatkan ilmu yang telah santri dapatkan dan berguna untuk semua orang.

“Tentang keagamaan ini merupakan salah satu visi misi Kabupaten Lingga, mereka selesai di sini dapat memanfaatkan ilmu yang didapatkan, serta dapat menjadikan sumber ekonomi buat mereka sebagai penerus. Saya kira mereka butuh diberi honor agar ilmu yang didapatkan santri bermanfaat untuk orang banyak,” imbuhnya.

Dhasmaroni juga mengatakan, memasuki tahun ajaran baru, sebanyak 40 santri sudah mendaftar di Ponpes Baitul Mukhlisin Desa Musai, sekarang santri yang mondok sebanyak 140 santri dengan 10 orang pengasuh.

“Kita baru berjalan 3 tahun, alhamdulillah semua berjalan baik, meski Ponpes kami masih banyak kekurangan sarana prasarana, namun kami terus membuka diri bagi para dermawan ingin menyisihkan rezeki menyumbang untuk fasilitas Ponpes, baik berupa uang ataupun material,” tutupnya.(mrs)