POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Sempat Loncat Kelaut, 2 Nelayan Karimun Selamat Dari Hantaman Kapal Penampung Ikan

Evakuadi Pompong Nelayan yang tenggelam setelah di hantam kapal yang diduga jenis Penampung ikan. (FOTO-Dok Lanal TBK)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Kecelakaan di laut kembali terjadi. Sadisnya korban justru ditinggal begitu saja usai kapal yang ditumpangi dihantam kapal yang lebih besar. Korban yang merupakan nelayan jaring tradisional pun sempat terapung-apung dilaut lebih dari 1 jam.

Kejadian terjadi di Perairan Tanjung Pelanduk, Kabupaten Karimun pada Jumat (8/7) sekitar pukul 02.00 Wib dinihari kemarin.

Danlanal TBK, Letkol Laut (P) Joko Santosa yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Dijelaskan Joko Kronologis kejadian berawal pada Jum’at 08 Juli 2022 sekitar pukul 02.00 sampai 02.45 WIB di sekitar Perairan Tanjung Pelanduk Desa Comol, Kecamatan Sugi besar Kabupaten Karimun. Saat itu terdapat beberapa Nelayan jaring tenggiri melaksanakan aktifitas menjaring ikan di Laut. Saat sedang menjaring salah satu kapal nelayan diduga dihantam kapal yang lebih besar.

“Awal Kapal yang diduga jenis Penampung ikan memasuki area tangkap ikan tengiri di Perairan Tanjung Pelanduk. Kemudian masing-masing Pompong Nelayan tenggiri langsung memberikan lampu sorot ke arah Kapal penampung ikan hal ini dilakukan oleh Nelayan, agar Kapal penampung ikan tersebut menghidar supaya tidak menabrak nelayan. Namun tiba-tiba kapal penampung tersebut nabrak jaring Nelayan tengiri yang di kemudian Azri (32 tahun). Selanjutnya Kapal Penampung ikan berhenti, bukan hanya peduli dengan nasib nelayan kemudian Kapal Penampung jalan lagi dengan kecepatan agak laju, hingga akhirnya menghantam pompong Nelayan yang dikemudikan Surnardi dan kirinya Kamin, akibatnya pompong rusak parah dan tenggelam,” ujar Joko.

Setelah Kapal Penampung tersebut menabarak Pompong, langsung kabur dengan kecepatan laju nambah kecepatan Kapal dan lampu Kapal dimatikan semua. Sementara Surnardi dan Kamin ditolong oleh para Nelayan terdekat untuk di evakuasi.

“Beruntung kedua korban sempat meloncat saat kapal menghantam pompong mereka. Hingga berhasil selamat dari maut itu,” ucapnya lagi.

Saat ini kasus ini masih dalam penelusuran pihaknya untuk memastikan kapal yang menghantam kapal nelayan.

“Belum diketahui Indetitas kapal yang menabrak. Masih kita dalami. Sementara untuk korban sudah dievakuasi dengan bantuan nelayan setempat,” tambah Joko.(ria)