Batam

Pasar TPID Bak ‘Kuburan’, Sepi Pengunjung

Pasar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Niaga Mas, Batamcentre yang sepi pengunjung. Tampak pedagang yang berbincang-bincang. (Posmetro.co/cnk)
BATAM, POSMETRO.CO: Lina, lebih banyak menghabiskan waktunya “ngerumpi” daripada pekerjaan pokoknya, jualan buah di Pasar Niaga Mas, Batamcentre. Sebab, sejak diresmikan menjadi Pasar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) oleh Pemko Batam, kini pasar yang letaknya dekat kawasan pemukiman elite itu sepi bak ‘kuburan’.
“Lihat sendirilah (sepi),” ujar Lina yang sudah dua tahun berjualan di situ ditemui POSMETRO.CO, Selasa (29/10) siang.
Apalagi sejak dibantu oleh Pemko Batam dalam program Pasar TPID, seolah tidak ada kemajuan dalam hal pengunjung.
“Sabtu dan Minggu kita berharap ramai, tapi nggak juga,” terang Lina.
Agar mendongkrak pengunjung, Lina berharap, pengelola atau pemerintah harusnya membuat event berkala di pasar tersebut. “Bikinlah event, biar ramai pengunjung di pasar ini,” harapnya.
Riki, pedagang lainnya juga menilai selama ini Pasar Niaga Mas macam hangat-hangat kuku, kadang ramai kadang sepi pengunjungnya.
“Sepertinya kurang sosialisasi dan promosi. Padahal TPID kan program pemerintah,” timpalnya. Minimal, sebut Riki, event atau hiburan yang dibuat minimal sebulan sekali biar orang tahu kalau ada pasar TPID di situ.
“Kalau untuk harga, kita menyesuaikan. Lebih murah seribu atau dua ribu dari harga di Pasar Tos 3000 Jodoh,” kata pedagang ayam tersebut.
Untuk harga cabe merah keriting saat ini Rp 50 ribu  dari sebelumnya Rp 60 ribu per kilogram. Cabe rawit hijau Rp 45 ribu per kilogram. Cabe rawit setan Rp 75 ribu perkilogram dari sebelumnya Rp 80 ribu per kilogram. Harga buah masih menyesuaikan dengan harga yang dibeli dari petani kebun.
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad berharap pelabuhan rakyat dilegalkan untuk lokasi pemasukan barang kebutuhan pokok. Katanya ada 8 pelabuhan rakyat yang sering digunakan untuk aktivitas bongkar muat barang.
“Kita ingin ini diformalkan, dijaga baik, ada petugas, agar barang yang masuk memang barang yang kita perlukan. Pintu masuk harus dapat support (dukungan),” ujar Amsakar, saat rapat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) belum lama ini.
Amsakar meminta kepada jajaran TPID untuk tetap menjalankan program-program yang sudah ada. Salah satunya pasar murah TPID yang menggandeng distributor untuk jual langsung ke masyarakat di tiap kecamatan.
Bazar sembako murah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam setiap dua kali dalam satu tahun. Hingga pengoptimalan keberadaan Pasar TPID di Grand Niaga Mas Batam Centre sebagai pengeontrol harga.(cnk)