Lain

Siswa Tersantun Ingin Jadi Paspampres

Sergio saat berlatih tendangan. (posmtero.co/chi)

BATAM, POSMETRO.CO : Lima kali semingu. Bahkan dalam sehari, di hari Sabtu, jadwal latihannya dua kali. Inilah program latihan Sergio Julianus di dojang taekwondo. Atlet kelahiran 20 April 2008 ini menarget emas pada Kejuaraan Terbuka Daedo ke-7 di Singapura, Desember mendatang.

Sergio datang satu jam sebelum jadwal latihan. Rabu (28/8), Pukul 17.30 WIB, ia sudah berada di Dojang Zia Hotel, Seipanas-Batam. Dojang, sebutan untuk tempat latihan taekwondo. Di lantai satu, pusat kebugaran itu, Sergio sudah siap dengan seragam latihan. Putih-putih. Di pinggangnya terlilit sabuk hijau strip biru.

Di lantai tiga, latihan sudah dimulai. “Tapi masih sesi pertama. Untuk anak-anak,” kata Sergio. Menunggu sesinya tiba, Sergio berlatih sendiri di lantai bawah. Ada sebuah samsak tergantung. Siswa kelas VI SD Kartini 2 ini memilih latihan tambahan sendiri sebelum jadwal latihannya, di sesi kedua, pukul 18.30 WIB.

“Lumayan. Sebelum latihan sama pelatih, saya bisa latihan dulu. Melatih kecepatan tendangan,” ujarnya pada POSMETRO.

Sudah dua tahun Sergio berlatih taekwondo. Setahun berlatih, Desember tahun lalu, Sergio dipercaya pelatihnya ikut kejuaraan terbuka di Singapura. Daedo Taekwondo Open Championship. Kejuaraan yang sangat bergengsi. Melibatkan banyak negara. Diantaranya: Australia, China, Hongkong, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Taiwan, Thailand dan Filipina.

Kepercayaan pelatih, tak disia-siakan Sergio. Ia berhasil menyabet medali perak di kategori Kyorugi (tarung), kala itu. Bahkan, ia sempat mengalahkan atlet Filipina.

“Untuk tahun ini, saya menargetkan emas,” katanya. Kecepatan tendangan, kata Sergio, saat ini yang menjadi fokus latihannya. Dan, ia yakin, kecepatan tendangannya kini sudah bertambah. Sergio optimis pada kejuaraan berikutnya bisa berdiri di podium tertinggi.

Bagi Sergio, berlatih taekwondo tak hanya soal prestasi. Kebugaran, kesehatan dan berlatih disiplin merupakan hal utama yang bisa dirasakannya. “Bonusnya, ya, bisa beladiri,” katanya.

Berlatih lima kali dalam sepekan, tak membuat Sergio ketinggalan pelajaran sekolah. Prestasi sekolahnya masih bisa diperhitungkan. Bahkan, di sekolahnya, Sergio juga mendapat penghargaan sebagai Siswa Tersantun.

Bagi Sergio, sekolah dan taekwondo tak bisa dipisahkan. Bahkan, bocah yang bercita-cita jadi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ini juga memiliki prestasi gemilang di cabang lainnya. Sebut saja cabang olahraga sepak takraw. Ia bisa membawa sekolahnya menjadi juara II. Ia juga pernah menjadi juara I di lomba mewarnai.

Sergio dan sang ayah Rony Julianus. posmetro.co/chi)

Rony Julianus, sang ayah, sangat mendukung kegiatan Sergio di cabang olahraga taekwondo.

“Saya bangga, dengan berlatih taekwondo, Sergio bisa mandiri,” kata Rony. Hampir di setiap ada kesempatan, Rony ikut mengantar Sergio latihan. “Kalau tak ada yang sempat mengantar, ia pergi sendiri. Kadang naik ojek,” kata Rony. Rony yakin, melihat kesungguhan Sergio berlatih beladiri dan olahraga lainnya, kelak Sergio bisa mewujudkan cita-citanya.

Soewito Trikusuman, pelatih taekwondo, menyebut, Sergio termasuk siswa andalannya. “Anaknya sangat disiplin,” kata Soewito. Sergio juga dinilai sebagai murid taekwondo yang cepat tanggap.

Ya, salah satu tujuan berlatih beladiri bagi anak, kata Soewito, adalah untuk pembentukan karakter. Dengan berlatih beladiri, Soewito meyakinkan, anak justru makin terpacu untuk berprestasi. Termasuk berprestasi di sekolah. “Karena anak menjadi lebih percaya diri dan mandiri, sehingga lebih mudah dalam menggapai prestasi,” katanya.(chi)