Metro Kepri

Jerit Tangis Keluarga Tjung Meng Saat Jenazah Tiba di Karimun

Jenazah Tjung Meng, nelayan asal Karimun yang ditemukan tewas dalam tragedi kapal KMN Lang 01 yang tenggelam di perairan Papua pada Kamis lalu (posmetro/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO : Tangisan A Mey dan dua anaknya menggelegar, memecah kesunyian Senin (28/1/2019) malam kemarin. A Mey bersama anak perempuannya terlihat terduduk bersimpuh beberapa tombak dari speedboat, yang baru sandar di ponton pelabuhan Ponton pelabuhan KPK atau Sri Tanjung Gelam Sekitar pukul 23.40 WIB. Sementara satu putranya berdiri tegak meski tak mampu menahan air matanya.

Mereka terus berteriak memanggil sang Ayah dengan bahasa Tiongha. Tak hanya itu, mereka juga menyapa seolah mengabarkan sang ayah kalau saat itu sudah sampai di Tanjungbalai Karimun.

Sementara saat itu, sejumlah kerabat, saudara dan teman langsung berjibaku, masuk ke dalam kapal berukuran kecil itu, mereka berkerja sama mengangkat peti warna putih.

Ya, duka sedang dirasakan A Mey dan dua anaknya. Karena Sang ayah yang selama ini menghidupi mereka telah pergi untuk selamanya.

Tangisan terus memecah kesunyian gelap malam itu, angin dan hempasan air laut seolah meronta, ikut berduka, sang ayah dari dua anak ini diketahui bernama Tjung Meng alias Holan (55), tiba di hadapan keluarga dalam keadaan terbujur kaku, tak bernyawa lagi.

Tjung Meng tewas dalam tragedi tenggelamnya kapal motor nelayan (KMN) Lang 01 yang di kemudikannya saat sedang berada di Perairan Papua. Kapal ditemukan dalam keadaan tenggelam di Muara Sungai Digoel, Papua pada Kamis (24/1/2019) malam lalu.

Kemudian pada Sabtu (26/1/2019) kemarin, petugas Basarnas bersama aparat dari sejumlah satuan lainnya di Papua berhasil menemukan 4 dari total 13 awak kapal yang dinyatakan hilang.

Keempat yang ditemukan yakni Tjung Meng (nakhoda) alias Holan warga Tanjungbalai Karimun, Herman (kelasi), Naseran (kelasi), dan Mohammad Imam Jumali (kelasi).

Sedangkan 9 ABK lainnya hilang dan masih dilakukan proses pencarian yaitu Jemi Yanto (kepala kamar mesin) warga Tanjungbalai karimun yang juga ponakan Tjung Meng, Arifudin (kelasi), Abu Bakar (kelasi), Jai (kelasi), Sidik (kelasi), Hasnuddin (kelasi), Sulem (kelasi), Mulyono (kelasi), dan Kamdan Pratama (kelasi).

Aloysius, salah seorang kerabat korban yang juga menjemput kedatangan korban Tjung Meng menyatakan, korban meninggal dalam tragedi tenggelamnya kapal yang dikemudikannya di laut Papua karena di hantam badai.

“Tjung Meng Nakhoda sekaligus pemilik kapal lah, jumlah awak kapal ada 13 orang, kabar yang kita terima semuanya dinyatakan meninggal, 4 sudah di temukan Termasuk Tjung Meng, 9 orang lagi belum,” ujar Aloysius.

Jenazah Tjung Meng kemudian di terbangkan dari Papua ke Batam, dan tiba di Batam sekitar pukul 20.30 WIB malam kemarin, kemudian pihak keluarga dan saudaranya langsung mencarter speed boat membawa jenazah korban dari Batam ke Tanjungbalai Karimun malam itu juga.

Aloy menyatakan dari 9 orang yang masih hilang itu ada satu lagi orang Karimun yang belum ditemukan.(ria)