POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Puluhan Rumah di Durai Dan Baran, Terendam, BMKG Ingatkan Ketinggian Air Laut Capai 4 Meter

Tingginya air pasang Laut, menyebabkan sejumlah rumah warga terendam air. Salah satunya di daerah Telaga Tujuh, Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun. (Foto-Ist)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Sejumlah rumah warga di Kabupaten Karimun terendam air. Hal ini terjadi akibat tingginya pasang air laut yang terjadi pada Senin (23/1) sejak pagi. Pantauan Posmetro banjir terjadi di wilayah Baran, Kecamatan Meral, dan di Wilayah Kecamatan Durai.

Banjir di Kecamatan Durai terjadi di Desa Telaga Tujuh, merendam puluhan rumah. Bahkan fasilitas jalan raya pun ikut terendam.

Salah seorang warga terdampak di RT 03, Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Durai, Agus yang dikonfirmasi POSMETRO mengatakan banjir yang terjadi di desa Telaga Tujuh sudah berlangsung tiga hari ini.

“Ini sudah masuk hari ke tiga, ketinggian air ada yang mencapai lutut orang dewasa,” ucap Agus.

Disebutkannya, di RT 03 saja ada belasan rumah terendam air. Namun yang masuk hingga kedalam rumah berkisar 8 rumah.

“Kita berharap ada solusi dari pemerintah daerah terkait apa yang kami alami disini. Apalagi Desa Telaga Tujuh terletak di pusat Kota Kecamatan Durai,” harapnya.

Dirincikannya, banjir bukan hanya dialami warga RT 03, namun sejumlah rumah warga di RT lainnya di Desa Telaga Tujuh juga terendam.

“Kalau jumlah yang terdampak banyak bang, dan ini untuk yang kedua kali setelah lama banjir air laut tak melanda daerah kami,” paparnya.

Menurutnya selama ini banjir air laut tidak lagi dirasakan masyarakat sekitar setelah dibangunnya bendungan yang melintas di Desa Telaga Tujuh, namun dua tahun belakangan ini, air laut kembali mulai naik hingga merendam rumah warga.

“Awal tahun lalu juga terjadi kejadian yang sama, padahal sudah lama tak pernah terjadi. Dan awal tahun ini kembali terulang. Saya berharap ada perhatian pemerintah terkait hal ini,” tegasnya.

Agus juga menyayangkan kejadian ini, pasalnya Desa Telaga Tujuh merupakan satu wilayah yang bisa di katakan pusat kecamatan durai. Dan kini terdampak dengan tinggi nya pasang air sehingga banyak rumah warga yang teredam air.

“Sejumlah warga yang rumahnya terendam air kini harus mengungsi kerumah saudara terdekat, di sini kita tidak ingin mencari siapa yang salah. Di sini kita ingin mencari solusi bersama supaya masalah ini bisa teratasi kita berharap kedepannya hal ini bisa di perhatian sehingga masyarakat tidak lagi terdampak kejadian ini. Kami berharap mudah-mudahan kedepannya ada perhatian pemerintah yang bisa di buat sehingga tidak lagi mengalami hal seperti ini,” harapnya.

Sementara pasang air laut awal tahun ini juga menyebabkan banjir di wilayah Baran, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun. Sejumlah rumah warga juga terendam air persis di belakang ruko Fresh Bakery.

Rendahnya drainase yang ada diduga menyebabkan tak mampu menampung air laut yang masuk.

Ditambah lagi, pemukiman warga yang berada di posisi rendah menyebabkan air meluber hingga masuk ke rumah warga.

“Langganan kami tiap tahun, kalau air pasang,” ujar seorang ibu saat sedang menyapu air yang masuk ke rumahnya.

>Air Laut Naik 4 Meter, Diprediksi Akan Berlangsung Hingga 26 Januari

Tingginya air pasang laut di wilayah Kabupaten Karimun didapati akan berlangsung hingga 26 Januari nanti. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun, melalui Forecaster atau Prakirawan Cuaca BMKG Karimun, Muhammad Tito Praditaputra menjelaskan kemungkinan itu.

Bahkan ia menyebutkan beberapa hari ini ketinggian air laut naik mencapai 4 Meteran.

“Untuk hari ini 4 meter, Untuk pasang tinggi masih akan berlangsung sampai tanggal 26 Januari 2023 dengan puncaknya pada tanggal 24 Januari 2023 Setinggi 4 meter dan akan terjadi pada pukul 12.00 WIB,” ucap Tito.

Disebutkan Tito kejadian alam ini dikarenakan posisi bulan sedang berada pada titik terdekatnya dengan bumi atau disebut juga titik perigee.(ria)