POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Aturan Baru Pakai KTP, Pangkalan Batu Ampar Jadi Uji Coba

Aturan baru pembelian gas melon 3 kg atau gas melon tunjukan KTP.

BATAM, POSMETRO.CO: Pangkalan resmi gas di Kecamatan Batuampar jadi target uji coba dalam pembelian gas elpiji 3 kg atau elpiji melon yang menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal ini disampaikan Area Manager Comunucation, Relation &CSR Partaniga Pertama Sumbagut Susanto Agust Satria, di Batam, Selasa (17/1).

“Target uji coba pastinya di Kecamatan Batu Ampar ada 50 pangkalan dan sekarang masih bertahap, kita masih tunggu selanjutnya. Yang jelas dengan uji coba ini akan mengetahui data pembeli. Sekarang yang berjalan sekitar 20-an pangkalan, nanti nambah lagi,” jelas pria disapa Satria.

Pihaknya, saat ini masih melakukan pemantauan secara berkala dan bertahap dengan melihat pelaksanaan di pangkalan resmi yang ada di Batuampar. Satria menjelaskan, pembelian gas elpiji 3 kg harus menggunakan KTP bertujuan agar penyaluran gas subsidi lebih tepat sasaran.

Ia menjamin data masyarakat yang membeli elpiji 3 kg menggunakan KTP aman dan tak disalahgunakan.
Dengan data tersebut, hanya sebagai data penyaluran agar tabung gas elpiji hanya disalurkan untuk satu orang sesuai KTP.

“Kami pastikan keamanan data kami pastikan aman. Data itu hanya untuk data pembelian Elpiji Pertamina. Jadi tidak ada lagi masyarakat yang membeli Elpiji lebih dari satu tabung untuk satu KTP,” beber Satria.

Satria menuturkan, masyarakat perlu mendaftar terlebih dahulu melalui malam laman subsidi tepat guna. Masyarakat harus sudah terdaftar dalam database Penetapan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Nantinya, KTP yang dibawa pembeli gas 3 kg akan langsung dicocokkan dengan database P3KE. Jika datanya cocok, maka bisa langsung beli gas 3 kg tersebut.

“Namun bagi masyarakat yang tidak terdaftar dalam database P3KE atau namanya tidak cocok dengan data di P3KE. Maka, petugas SPBU akan lakukan pembaruan data. Setelah itu, baru bisa beli gas 3 kg menggunakan KTP,” ujarnya.

Saat ini setidaknya ada 20 pangkalan resmi gas elpiji 3 kg di Kecamatan Batu Ampar Kota Batam Kepulauan Riau melakukan uji coba pembelian dengan menggunakan KTP.

Ia menambahan dengan melakukan pendataan secara digital lebih memudahkan dan mempercepat dalam penyelarasan dengan data yang dimiliki pemerintah pusat terkait data masyarakat miskin.

“Dengan adanya uji coba ini, dengan adanya pencatatan NIK secara digital kita jadi tahu konsumen mana yang benar-benar warga miskin dan tidak. Jadi data ini bisa diselaraskan dengan yang ada di pemerintah pusat. Nanti akan lebih mudah mengambil kebijakan selanjutnya,” kata Satria.

Kata Satria, dalam pembelian gas elpiji 3 kg di pangkalan resmi juga menggunakan atau menunjukkan KTP, namun pendataan yang dilakukan masih dalam bentuk manual atau belum secara digital. Namun, bagi masyarakat masih KTP luar Batam, cukup menunjukan surat domisili yang dikeluarkan RT/RW.

“Sejatinya beli ke pangkalan itu juga menunjukkan KTP, tapi input NIK-nya masih manual di logbook. Sekarang sudah digital dan lebih mudah untuk dikembangkan. Kalau, KTP luar cukup tunjukan surat domisili,” pungkas Satria. (hbb)