POSMETRO.CO Bisnis

Sugianto: HDI Bisnis Tanpa Modal dan Tanpa Resiko

posmetro.co — Bekasi: HDI (Harmoni Dinamik Indonesia) adalah salah satu bisnis Jaringan atau yang lebih dikenal multi level marketing ( MLM) bergerak di bidang suplemen kesehatan, perawatan wajah dan tubuh (skincare & bodycare).

HDI Learning Center Bekasi turut merayakan Ulang tahun HDI yang ke -30, mengundang para member dan non member juga turut mengundang perwakilan dari komunitas antara lain komunitas (WBI) Wajah Bunda Indonesia, AWI ( Aliansi Wartawati Indonesia), Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) dll. Acara sangat meriah karena ada berbagai macam lomba berhadiah produk kesehatan dan skincare dari HDI.

Owner HDI Learning Center Bekasi Sugianto Saidi berbagi kisah pengalaman saat merintis bisnis di HDI.

“Saya mulai menjalankan bisnis HDI sejak Tahun 2006, walaupun latar belakang saya sebenarnya tekhnik arsitektur. Awal bergabung di HDI karena saya dapat presentasi, ternyata produknya bahan-bahan dasarnya perlebahan. Nah perlebahan itu ada di Alquran surah An-Nahl ayat 68 dan 69, itulah yang membuat saya tergelitik. Produk perlebahan ada di Al-Qur’an, berarti kalau mau jual barang nya lebih mudah, Ibaratnya mengajak mengonsumsi makanan yang disunnahkan, anjuran dari Yang Maha Kuasa, itulah awal saya tertarik untuk join serta menjalani bisnisnya”.

“Saya konsumsi dulu produknya serta memastikan apa ada efek samping atau reaksi awal ditubuh, nggak? Ternyata setelah saya konsumsi Alhamdulillah produknya sangat baik,” ujar Sugianto Saidi di Kantor HDI Learning Center Bekasi Selatan Sabtu (14/01/2023).

“Awalnya saya jalani presentasi one by one jadi setiap orang saya ajak ketemu untuk saya presentasi mengenai peluang usahanya ataupun menjelaskan kualitas produknya, tergantung kebutuhan dari orang tersebut. Tapi di zaman sekarang sudah berbeda. Saya saat ini menggunakan strategi digital marketing, buat personal branding dan mengundang berbagai macam kalangan, berbagai macam profesi dan komunitas. Mengadakan acara- acara offline dan online untuk memperbanyak jaringan,” ungkapnya.

Dalam menjalankan bisnis tentu ada berbagai tantangan yang harus dihadapi seperti stigma – stigma negatif terhadap multi level marketing diantaranya tentang pembagian hasil.

Namun menurut Sugianto pembagian hasil di HDI sudah memenuhi kriteria syariah, ini diperkuat oleh sertifikasi syariah HDI yang diterbitkan oleh DSN-MUI 18 November 2021 dan HDI telah resmi menjadi PLBS (Penjualan Langsung Berjenjang Syariah). Sangat menguntungkan tapi masih banyak yang berpandangan negatif karena banyak yang menjalankan multi level marketing di perusahaan lain, mengeluarkan modal banyak tapi akhirnya tertipu. Nah mereka pikir semua multi level itu sama stigmanya. Ini yang butuh effort untuk kita cerita ke orang dan open mind ke orang bahwa ini beda loh, dengan yang lain. Karena untuk gabung di HDI tidak butuh modal, tidak perlu stok barang, disediakan kantor yang representatif, untuk membangun jaringan dibantu upline yang menjelaskan produk, kalau ada pemesanan langsung dikirim ke alamat tujuan, sistem pembagian hasil bisa di pantau secara online dan transparan,” paparnya.

“Dari tahun 2006 sampai sekarang jaringan yang saya kembangkan sudah ribuan, terhitung yang aktif sekitar 300 sampai 500 orang yang masih Stay. Stay itu dalam arti masih konsumsi terus produk dan jaringannya terus berkembang,” ungkapnya.

Secara umum multi level marketing sangat potensial dan sangat bagus, cuma harus jeli memilih multi level. Sebaiknya sesuai dengan syariah dan ada label halalnya karena di Indonesia mayoritas muslim.

Untuk bagi hasilnya,
carilah multi level yang memang sudah standar MUI sehingga aman untuk penduduk Indonesia yang 70% muslim ,salah satunya HDI, karena sudah ter sertifikasi syariah jadi untuk peluang usahanya jauh lebih mudah dan tentunya untuk jangka panjang lebih aman.

Perusahaan HDI sudah 30 tahun usianya. Dengan pengalaman yang panjang tentunya tepat untuk kita jalankan.Karena ada beberapa perusahaan multi level baru tiba-tiba tutup atau tujuannya memang hanya untuk menghabiskan barang saja.

HDI sudah teruji selama 30 tahun jadi yang belum kenal HDI, tidak perlu ragu untuk gabung karena perusahaan ini sudah menjalankan bisnis cukup lama dan terpercaya, produknya berstandar internasional.

“Adapun kegiatan di HDI Learning Center Bekasi, yaitu training dan workshop bagi member baru maupun member lama. Kalau member baru ingin mengetahui cara menjalankan bisnis. Kalau member lama biasanya membawa/ mengajak downline barunya untuk diprospek agar mengetahui informasi perusahaan dan produk lebih dalam serta memberikan info aneka fasilitas kantor yang disediakan disini seperti training, konsultasi dengan dokter gratis sehingga terjadi hubungan yang baik serta ada wadah untuk belajar bersama. Mempelajari cara menjalankan bisnisnya, karena multi level tidak ada mata kuliahnya jadi disini kami memperkenalkan produk dan bisnisnya, sehingga member dapat berkembang. Kami juga membuat komunitas, namanya “Komunitas Bee Enterpreneur” nah itu kita bisa ikutin komunitasnya supaya dapat pendidikan mengenai dunia bisnis jaringan, soft skill, mindset dan pengembangan diri sehingga bisa menjalani bisnis HDI, ilmunya nambah. karena ilmunya nambah tentunya jauh lebih sukses,” urainya.

“Harapan kami HDI di umur 30 tahun, semakin berkembang dan dapat diwariskan ke anak cucu. Semakin bermanfaat untuk masyarakat Indonesia terutama para membernya, bisa memberikan kontribusi buat orang-orang yang membutuhkan bahkan negara karena bisa memberi lapangan pekerjaan dan penyumbang pajak potensial”.

Di tahun 2023 banyak program menarik yang disiapkan oleh HDI untuk para member agar bisa berkembang, salah satunya adalah metode pembelajaran yang bisa dilakukan seperti bermain game, training yang bisa diikuti secara rutin mulai tanggal 1 sampai akhir bulan. Member tinggal datang ke kantor semua fasilitas gratis. HDI juga meluncurkan program-program digital sehingga memudahkan member menjalankan bisnisnya.

“Kami juga membentuk sebuah komunitas jaringan di HDI Learning Center Bekasi sehingga punya rasa kebersamaan dan kekeluargaan.
Kalau ada komunitas kan merasa nggak sendiri ngejalaninnya sehingga kita bisa melihat, ternyata berbagai latar belakang bisa sukses, dengan adanya komunitas kita jadi tahu bahwa kita nggak sendirian. Semoga komunitas di Bekasi lebih solid, terus berkembang serta berdampak positif pada masyarakat sekitar Bekasi,” pungkasnya.

(Lina)