POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Tahun 2022 Kriminalitas di Karimun Turun, Jumlah Peredaran Narkoba Naik

Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano SIK (Tengah) saat merilis capaian kinerja tahun 2022, Sabtu (31/12) kemarin. (Foto-ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Angka kriminalitas tahun 2022 dinyatakan turun dari tahun 2021. Sementara kasus jumlah peredaran narkoba justru naik. Hal ini diungkapkan dalam rilis akhir tahun Polres Karimun yang digelar di Mako Polres Karimun, Sabtu (31/12) kemarin.

Dalam rilis akhir tahun yang dibacakan Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano SIK dijelaskan rentetan jumlah dan penyelesaian kasus tahun 2022.

“Tahun 2022, Satreskrim Polres Karimun berhasil mengungkap 151 kasus, dengan Penyelesai tindak pidana (PTP) atau penyelesaian sebanyak 98 kasus atau 65 persen,” ujar Tony.

Jumlah kasus 2022 ini, lanjutnya turun sebanyak 24 persen jika dibandingkan tahun 2021 lalu dengan jumlah 188 kasus dengan penyelesaian 142 kasus atau 76 persen.

Sejumlah rentetan kasus yang berhasil diungkap diantaranya, kasus perjudian, penyalahgunaan BBMz pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, curanmor, dan kasus pencabulan anak dibawah umur.

“Ada juga kasus penggagalan penyelundupan PMI sebanyak 23 orang yang berhasil diungkap,” tambah Tony.

Sementara untuk kasus narkoba tahun 2022 yang berhasil diungkap sebanyak 64 kasus, dengan jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 128 orang. Jumlah ini turun dari 2021 lalu yang mencapai 73 kasus dengan jumlah tersangka 138 orang.

Namun jumlah barang bukti narkoba yang berhasil diamankan polisi tahun 2022 naik drastis dari tahun 2021 lalu. Diantara tahun 2022 jumlah narkoba jenis sabu yang diamankan sebanyak 34.136,31 Gram, daun ganja, 30.994,08 gram dan Ektasi sebanyak 4.985,5 butir.

Sedangkan tahun 2021 jumlah barang bukti yang diamankan sebanyak, 11.743,25 gram sabu-sabu, 1.340,36 gram daun ganja, ekstasi 7 butir lebih da. Happyfive sebanyak 5.967 butir.

Jumlah barang bukti jelas terjadi peningkatan pada tahun 2022. Hal ini seolah menjadikan peredaran narkoba makin menggila di negeri berazam ini.

>> Kasus Meninggal di Jalanan Naik

Tony juga merilis angka kasus laka lantas di Kabupaten Karimun. Dari rilis tersebut jelas terlihat trend naik dalam tahun 2022. Angka kematian di jalanan tahun 2022 terjadi kenaikan 12 orang.

“Angka laka lantas naik ditahun 2022 dibandingkan tahun 2021,” papar Tony.

Disebutkan tahun 2021 kejadian laka lantas sebanyak 49 kasus, sementara tahun 2022 sebanyak 75 kasus atau naik 26 kasus atau 37 persen.

Sementara angka kematian tahun 2021 mencapai 10 orang, sedangkan tahun 2022 naik menjadi 22 orang atau bertambah 12 orang dari tahun 2021 atau naik 54 persen.

Sementara korban luka berat tahun 2021 sebanyak 41 orang, tahun 2022 menjadi 52 orang. Sedangkan luka ringan tahun 2021 jumlahnya 25 orang, tahun 2022 mencapai 69 orang.

“Angka kerugian materil pun ikut naik tahun 2022 nilainya mencapai Rp205 juta lebih, sementara tahun 2021 hanya Rp48 juta lebih,” jelas Tony.

Sepanjang tahun 2022 Jajaran Polres Karimun pun menggelar sejumlah operasi kepolisian diantaranya Operasi Bunga, Simpatik, Patuh, Ketupat, Zebra, Bina Kesuma, Binawaspada, Pekat dan Lilin.

Terdapat juga terobosan kreatif yang digelar pada tahun 2022 diantaranya kegiatan strong pojnt, Polda Silau, Sarling, Jumat Barokah, Bersembang Bercerita, Kargo Baca Bhabinkamtibmas,

Tahun 2022 juga menjadi ladang penghargaan yang dituai Polres Karimun dalam hasil kinerjanya dalam pelayanan masyarakat.

“Kita menerima sejumlah penghargaan diantaranya penghargaan dari gubernur Kepri, penghargaan dari kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi, penghargaan dari bupati Karimun, penghargaan dari ketua DPRD Karimun dan penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea Cukai Khusus Kepri,” tutup Tony.(ria)