POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

April 2023, Pemkab Karimun Rombak Habis Kabinet ?

Bupati Karimun, H Aunur Rafiq saat mengambi sumpah 257 orang ASN dilingkungan Pemkab Karimun. (foto-ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Roda mutasi, Rotasi dan Promosi mulai dilakulan Pemkab Karimun. Mutasi, Rotasi dan Promosi ini merupakan bentuk awards dan juga Punishment yang dilakukan. Senin (26/12) bupati Karimun, H Aunur Rafiq mengambil sumpah 257 ASN dipejabat Strutural dan Fungsional.

257 ASN itu diantaranya 109 orang pejabatl fungsional, 32 Kepala Sekolah dan 116 para CPNS yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau ASN.

Rafiq dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh ASN yang diambil sumpahnya hari ini. Terutama kepada para Kepala Sekolah yang mendapatkan jabatan baru.

“Kreatifitas, dan mampu menjadikan dunia pendidikan lebih baik nantinya sangat kita harapkan,” ucap Rafiq.

Ia juga menyatakan pergeseran ini juga merupakan promosi yang dilakukan pemerintah. Selain itu juga sebagai langkah kesenjangan yang dilakukannya.

“Ada yang dari Karimun ke Pulau-pulau. Dan ada juga yang dari pulau ke Karimun, sebagai bentuk promosi. Yang ke pulau-pulau jangan kecil hati, meski ke Pulau tapi jabat Kepala Sekolah kan,” tambah Rafiq sambil tertawa kecil.

Namun bagi kepala sekolah yang pindah ke pulau-pulau, Rafiq berjanji tahun 2023 akan diberikan tunjangan transportasi.

“Saya sudah berjanji, pak kadisdik tolong di catat, 2023 ini kita akan berikan tunjangan transportasi bagi mereka yang dinas di Pulau-pulau,” tandasnya disambut tepuk tangan.(ria)

>>Punishment Bagi Puluhan ASN

Tak hanya memberikan promosi kepada sejumlah pejabat di Kabupaten Karimun. Namun pemerintah juga bakal memberikan punishmen bagi ASN dalam waktu dekat ini. Dalam wacananya Rafiq juga mengaku akan melakukan mutasi dan rotasi besar-besaran di awal tahun 2023 mendatang.

“Kita akan kembali melakukan mutasi dan rotasi di awal 2023. Rencananya pada Bulan April. Mulai dari Eselon 2, eselon 3 dan eselon 4, serta akan melakukan open biding,” tegas Rafiq.

Punishmen yang dilakukan Rafiq dinilainya melihat kinerja pejabat daerah seperti kepala Dinas, Kepala Badan dan lainnya yang selama ini bertugas terkesan monoton, tak mampu mengelolah intansi yang dipimpinnya. Seharusnya mereka sebagai manager mampu mengatur pegawai dan pengelolaan lainya di Instansinya,” tambahnya lagi.

Ditambah lagi, menurut Rafiq dalam apel Senin (26/12) pagi, sebanyak 138 ASN yang bolos dengan berbagai alasan. Dari total itu ada 20 yang sudah berulang.

“Ada 138 yang tak ikut apel, 20 orang diantaranya udah berulang kedua kali. Alasannya macam-macam, Dari sakit, izin, dan lainnya, akan kita pertimbangkan tentunya,” ketusnya.

Punishmen yang akan dilakukan pemerintah menurut Rafiq bisa saja akan menurunkan eselonnya. Dari eselon dua menjadi eselon 3, atau mungkin eselon 3 turun jadi eselon 4.

“Itu bisa saja terjadi, tak melanggar, jadi bisa kita lakukan sebagai bentuk hukuman,” tandasnya.(ria)