POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Buruknya Pelayanan Air Spam Batam di Tanjunguncang 

Seorang warga menunjukkan keran air yang tidak mengalir. (jho)

BATAM, POSMETRO.CO : Sudah bertahun tahun lamanya warga Tanjunguncang, Batuaji, tidak memikmati layanan air yang sewajarnya. Pasalnya, air di tempat mereka akan melangalir dari pukul 22:00 WIB hingga pukul 05: WIB saja.

“Saat warga sudah istirahat, barulah disitu air mengalir, layanan ini sangat buruk,” ucap Ali, warga Tanjunguncang, Batuaji.

Ali memgatakan, di Perumahan Central Raya, Bagaman, Sumberindo dan sekitarnya sangat kesulitan mendapatkan air. Keluhan warga ini sudah sering disampaikan kepada pengalola air di Kota Batam.

“Tapi sayangnya, belum ada solusi terkait keluhan warga, sudah bertahun tahun seperti ini,” ucapnya.

Ali melanjutkan, air menjadi kebutuhan utama bagi warga. Oleh karena itu, ia sangat berharap perhatian dari pemerintah, khususnya pengelolah air di Kota Batam.

“Seperti baru baru ini, ada kebakaran di komplek kami. Api itu terpaksa dipadamkan menggunakan air parit, sebab air tidak mengalir, ini sangat miris,” imbuhnya.

Jika warga mau berangkat kerja atau bepergian, maka warga terpaksa membeli air galon untuk mandi. Satu galon saja sudah harus mengeluarkan uang Rp 5 ribu, jika terus begitu, maka sangat membebani masyarakat

“Tidak ada air, mau ngiman lagi, warga terpaksa mandi pakai air galon. Itu untuk satu orang saja, jika satu keluarga ada lima orang, maka sudah Rp 25 ribu,” terangnya.

Padahal, kata Ali, tagihan air selalu dibayar tepat waktu. Tapi layanan air di wilayah Tanjunguncang sangatlah buruk. Ia menyarankan, jika pengelolanya tidak sanggup, maka ada baiknya memilih mundur.

“Ini demi kebaikan warga. Jika tidak sanggup, ngapain harus di paksa, toh juga layanannya buruk,” tutupnya.

Frida, warga lainnya menyebut air akan mati di saat jam sibuk. Padahal dirinya harus mencuci piring, bersihkan kain dan sebagainya.

“Jadinya terbalik. Di saat sudah malam, disitulah saya sibuk. Anehnya lagi, kalau air baru mengalir, airnya akan kotor seperti ada tanahnya gitu,” sebutnya.

Untuk itu, Frida sangat berhadap agar pengelolah air di Kota Batam memberikan perhatiannya. Sebab keluhan air ini sudah bertahun tahun lamanya, tapi tidak kunjung ada perubahan.

“Dari tahun ketahun pasti begitu. Mohonlah supaya kami yang tinggal di sini diperhatikan,” singkatnya. (jho)