POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Hunian Hotel Meningkat Jelang Akhir Tahun

Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kepri Jimmy Ho

BATAM, POSMETRO.CO: Industri perhotelan di Kepulauan Riau mulai bangkit jelang akhir tahun. Salah satunya, hunian hotel meningkat hingga 70-80 persen dibandingkan tahun lalu.

“Kita prediksikan mendekati akhir tahun tingkat okupansi hotel penuh, terutama tempat liburan. Banyak yang sudah memesan kamar hotel jelang libur natal dan tahun baru,” kata Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kepri Jimmy Ho, Rabu (21/12).

Jimmy menjelaskan, bahwa kondisi perhotelan jauh lebih baik jika dibandingkan dua tahun terakhir. Sektor pariwisata perlahan mulai bangkit pasca pandemi Covid-19.

“Sekarang perkembangannya positif. Sekarang, bagus perkembangannya dari bulan ke bulan dibanding kan dua tahun lalu,” kata Jimmy memaparkan.

Dari informasi dari sejumlah, jelang libur natal dan tahun baru (Nataru) pihak hotel telah mempersiapkan event untuk menarik wisatawan. Jimmy optimis, kunjungan wisatawan di Kepri akan meningkat berkali-kali lipat.

“Wisman dan wisnus cukup balance (Seimbang). Hotel juga sudah menyiapkan event saat Christmas (Natal) dan tahun baru nanti,” ujar Jimmy.

Menanggapi, aturan pada Pengesahan Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang dapat menggangu iklim pariwisata di Kepri, pihaknya menepis hal tersebut.

Jimmy menyatakan, Undang-Undang (UU) itu masih tahap percobaan. Sehingga untuk saat ini tidak mempengaruhi terhadap sektor pariwisata.

“Sekarang belum ada pengaruh ya. Kita tetap ikut aturan PHRI pusat. Kita di daerah ikut saja,” ucap Jimmy.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Batam Ardi Winata menambahkan, sektor perhotelan diperbolehkan menggelar berbagai event pesta akhir tahun. Setiap tahunnya sektor perhotelan selalu menawarkan promo khusus libur akhir tahun yang bisa menjadi daya tarik bagi wisman untuk datang ke Batam.

“Alhamdulillah, dari hotel sudah siap. Tingkat pemesanan kamar hotel jelang akhir tahun ini juga sudah mulai ramai. Penambahan fasilitas hotel selamat dua tahun ini juga bisa menjadi pilihan bagi wisman ketika menginap,” tambahnya.

Lanjutnya, destinasi tujuan wisman yang didominasi dari Singapura dan Malaysia biasanya adalah kuliner, olahraga, spa, dan hiburan lainnya. Batam sebagai destinasi sudah mempersiapkan hal tersebut.

“Kalau kita targetnya bukan saja soal kuantitas, namun juga kualitas. Kalau inginnya mereka bisa spare time lima sampai satu Minggu di Batam. Tujuannya bisa semakin banyak perputaran uang dari kunjungan wisman ini di Batam,” harap Ardi.

Mengenai adanya aturan terbaru terkait kenyamanan wisman ketika berada di Indonesia. Menurut Ardi hal itu tidak berpengaruh, karena tujuan wisman ke Batam adalah untuk menikmati liburan, kuliner, dan olahraga lainnya.

“Jadi tidak ada ngaruh. Mereka juga biasanya boyong satu keluarga ketika ke Batam. Kita tetap optimis angka kunjungan bisa membaik di momen akhir tahun,” terang mantan Kabag Humas Sekdako Batam itu. (hbb)