POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Keberangkatan 2.780 Orang Ditunda Imigrasi Batam Sejak Bulan Mei 

BATAM, POSMETRO.CO : Dalam kurun waktu dari bulan Mei sampai bulan Desember 2022 (hingga tanggal 14/12/2022), Imigrasi Batam telah melakukan penundaan keberangkatan penumpang yang terindikasi PMI, yang tidak memenuhi persyaratan sebanyak 2.780 orang.

Kabid Infokim Imigrasi Batam Tessa menjelaskan, dari 2.780 orang yang bermasalah terbagi disejumlah pelabuhan yang diantaranya , sebanyak 502  penumpang dari Pelabuhan Harbour Bay dan 2.278 orang dari pelabuhan Batam Center.

Dijelaskan Tessa, Imigrasi memberlakukan  pemeriksaan saat keberangkatan mengacu pada peraturan menteri hukum dan HAM Nomor 44 Tahun 2015, tentang Tata Cara Pemeriksaan Masuk dan Keluar Wilayah Indonesia.

“Saat proses keberangkatan di Pelabuhan Internasional, petugas Imigrasi selalu melakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian, dan melakukan wawancana singkat untuk mengetahui kebenaran dan kelengkapan dokumen serta tujuan pelaku perjalanan,” kata Tessa.

“Sehingga dari proses wawancara akan diperoleh informasi dari yang bersangkutan, apakah akan melaksanakan kegiatan wisata atau bekerja,” sambungnya.

Masih kata Tessa, untuk WNI yang hendak bekerja ke luar negeri wajib mematuhi peraturan terkait penempatan PMI di luar negeri, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, diantaranya adalah visa bekerja di negara tujuan dan dokumen pendukung seperti Rekomendasi dari Dinas terkait yang membidangi Ketenagakerjaan.

“Jika tidak memenuhi persyaratan dan tujuan yang tidak sesuai, maka PMI tersebut akan ditunda keberangkatannya untuk melengkapi persyaratan tersebut, sedangnya penumpang yang akan melakukan perjalanan wisata atau kunjungan sosial dapat diberangkatkan bila penumpang tersebut tidak terdapat masalah pada dokumen keimigrasian, dan tidak masuk dalam daftar Pencegahan,” terang Tessa.

“Termasuk keberangkatan tujuan Pasir Gudang, Setulang Laut, Putri Harbour dan Tanjung Pengelih, Malaysia maupun Singapura, dimana seluruh tujuan keberangkatan dengan rute tersebut diberlakukan proses pemeriksaan Keimigrasian sesuai prosedur, baik terhadap Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing,” lanjut Tessa.

Tessa menambahkan, guna mencegah keberangkatan PMI Non Prosedural, Imigrasi Batam terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak diantaranya BP2MI, Kepolisian dan instansi lainnya. (abg)