POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Antispasi Lonjakan Nataru, ASDP Talaga Punggur: Rencanakan Keberangkatan Jauh-jauh Hari

BATAM, PM: Pelabuhan ASDP- Roll-On/Roll-Off (RoRo) Telaga Punggur, Kota Batam, Kepri saat ini menyiapkan 13 kapal untuk persiapan natal dan tahun baru (Nataru). “Untuk kapal tambahan satu. Tapi masih proses izin. Nantinya untuk membantu lintasan Telaga Punggur- Sei Pakning,” ujar

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Batam, Marsadik dikonfirmasi POSMETRO, Selasa (20/12).

Menurut Marsadik, adapun rute untuk kapal Roro tersebut diantaranya: Telaga Punggur- Tanjung Uban, Telaga Punggur- Sei Pakning, Telaga Punggur- Kuala Tungkal, Telaga Punggur- Tanjung Balai Karimun, Telaga Punggur- Dabo Singkep.

Pihaknya memprediksi, lonjakan penumpang tahun ini meningkat 20-25 persen di banding tahun sebelumnya. Yaitu lonjakan mudik di tanggal 23 Desember 2022 dan lonjakan arus balik 2 Januari 2022.

Mengantisipasi itu, ASDP Telaga Punggur mendirikan Posko Gabungan yang terdiri dari satuan TNI-Polri, Balai Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) IV Wilayah Riau-Kepri, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan.

Marsadik mengimbau, agar calon penumpang hendaknya merencanakan keberangkatan jauh-jauh hari sebelum prediksi lonjakan terjadi yaitu tanggal 23 Desember 2022.

“Mungkin bisa mulai berangkat dari sekarang sampai tanggal 22 Desember 2022. Karena space kapal masih banyak yang kosong. Tapi kalau sudah di tanggal 23 Desember 2022 itu, takutnya terjadi rebutan,” imbau Marsadik.

Selain itu, pihaknya menganjurkan agar pengguna jasa tetap berhati-hati dan beli tiket di loket resmi. Harga tiket menurut dia, tidak ada kenaikan tuslah atau biaya tambahan. “Untuk menghindari calo, pengguna jasa hendaknya merencanakan keberangkatan jauh-jauh hari,” pesannya.

Untuk keselamatan pelayaran, Marsadik menyebut, untuk kapal penyeberangan sudah dilakukan ram check standar pelayanan minimal (SPM). Ram check ini dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan melalui BPTD dan Dishub.

“Semua alat keselamatan berlayar, sertifikat dan lainnya diuji petik. Jika ada alat yang ditemukan tak berfungsi direkomendasikan untuk diganti, sehingga pihak kapal mendapat SPM tadi,” jelasnya.
Uji petik biasanya dilakukan berkala saat momen lebaran, Nataru dan turun dock.(cnk)