POSMETRO.CO Metro Kepri

Dekranasda Natuna Buka Outlet di Resort Jelita Sejuba

Penandatanganan kerjasama antara Dekranasda Kabupaten Natuna, dengan pengelola Resort Jelita Sejuba.

NATUNA, POSMETRO.CO : Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Natuna, membuka outlet atau cabang di resort Jelita Sejuba.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Dekranasda Kabupaten Natuna, dengan pengelola Resort Jelita Sejuba, Rabu (30/11).

Ketua Dekranasda Kabupaten Natuna Septi Dwiani Wan Siswandi, menyampaikan bahwa Dewan Kerajinan Nasional Daerah adalah sebuah organisasi nirlaba yang menghimpun pencinta dan peminat seni.

Selain itu juga untuk memayungi dan mengembangkan produk kerajinan, serta berupaya meningkatkan kehidupan pelaku atau kelompok usaha kecil dan menengah (UKM).

“Terima kasih kepada pimpinan dan seluruh jajaran Adiwana Jelita Sejuba, yang sudah mendukung dan kerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Natuna. Semoga mampu memajukan dan membantu perekonomian para pengrajin/olahan produk Kabupaten Natuna,” ungkap Septi Dwiani Siswandi.

Septi Dwiani Wan Siswandi menyampaikan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Natuna, berkomitmen untuk terus mendukung pelaku ekonomi kreatif, memberikan wawasan dan terobosan untuk pemasaran produk kerajinan daerah ketingkat yang lebih tinggi.

Komitmen ini sebut Septi Dwiani Siswandi menjadi tanggung jawab Dewan Kerajinan Nasional Daerah Natuna, untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan industri kerajinan yang modern, aktif dan dinamis.

“Dengan kesediaan Pimpinan Dwiana Jelita Sejuba, untuk berkolaborasi/bekerja sama dengan Dekranasda, kita dapat mempromosikan sekaligus memasarkan produk-produk kerajinan/olahan kepada para wisatawan domestik dan mancanegara,” sebut Septi Dwiani Siswandi.

Saat ini tambah Septi Dwiani Siswandi Dekranasda Natuna sudah memiliki tiga outlet , yaitu di Bandara Raden Sadjad, Dekranasda Dive Resort dan Dekranasda Resort Jelita Sejuba.

Septi Dwiani meminta agar kerjasama ini tidak hanya sebatas promosi dan pemasaran saja, akan tapi juga untuk membina dan membangun inovasi dan kreatifitas para pengrajin/olahan.

“Sehingga produk-produk yang dihasilkan dapat diterima pasar. Serta daya saing dan daya jual dapat terus meningkat,” kata Septi Dwiani Siswandi. (maz)