POSMETRO.CO Metro Sport

Zwa, Atlet Muda Segudang Prestasi

Zwa bersama kedua orangtua setelah pengalungan perunggu pada Porprov Jawa Barat.

>>> Sapu Bersih Kemenangan dengan Teknik Kuncian

BATAM, POSMETRO.CO : Zwa kembali membuktikan diri. Ia berdiri di podium tertinggi pada ajang Indonesia National Kempo Championship 2 yang digelar, 26-27 November 2022 di Bandung, Jawa Barat.

Atlet Titan Brazilian Jiujitsu (BJJ) dan Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) Tangerang ini berhasil meraih emas.

Nazwah Dzakira Putri Arba, itu nama lengkapnya. Usianya masih 16 tahun. Namun segudang prestasi sudah diraih, khususnya di cabang olahraga beladiri.

Teranyar, Zwa memberanikan diri bertanding di cabang beladiri Kempo. Pada nomor submittion. Sekilas, pertandingan pada nomor ini, memang agak mirip dengan newaza pada beladiri jiujitsu.

Kendati ada perbedaan hitungan poin, Zwa tak gentar. Ia optimis dengan game plan yang disusun tim pelatih. Terbukti, strategi itu membuat lawan tak berkutik.

Di kelas submittion 52 Kg Putri itu juga diisi oleh atlet-atlet putri yang memiliki jam terbang cukup tinggi.

Tidak hanya di beladiri jiujitsu dan kempo, tapi juga peraih medali di cabor beladiri lainnya. Sebab itu, Zwa tak menganggap remeh lawan-lawannya.

Pada pertandingan pertama, Zwa terlihat langsung menarik lawan ke bawah. Beberapa saat, Zwa mengatur strategi pada posisi closed guard.

Posisi ini merupakan penjagaan yang dilakukan dengan melingkarkan kaki ke pinggang lawan. Sang lawan, dari sudut biru, berusaha membongkar pertahanan Zwa. Kendati begitu, justru Zwa yang berhasil mencuri kesempatan dengan melakukan sweep.

Sapuan dari closed guard itu menjadikan Zwa berada di atas perut lawan dengan posisi mount. Lawannya kian panik. Lalu melakukan kesalahan dengan membalikan tubuh.

Zwa lekas membaca pergerakan lawan, dan mengambil posisi kontrol belakang. Zwa akhirnya berhasil menyudahi pertandingan dalam waktu kurang dua menit dengan kuncian ke arah leher lawan dengan teknik Rear Naked Choke (RNC).

Pada pertandingan berikutnya, Zwa juga memenangkan pertandingan dengan teknik RNC. Kali ini, di awal-awal pertandingan, justru Zwa yang berada pada guard atau penjagaan lawan.

Namun dengan cerdik Zwa berhasil membongkar pertahanan lawan. Saat Zwa masih terperangkap half guard, lawan melakukan sweep.

Zwa justru lebih cerdik melakukan transisi posisi ke back control. Dan, Zwa kembali dengan manis melakukan kuncian leher dari belakang lawan dengan teknik RNC.

“Kemenangan ini tidak mudah. Sebab, lawan-lawannya juga atlet yang punya jam terbang cukup tinggi,” kata Mahesa Arba, Ayah Zwa, pada POSMETRO.

Sebagai atlet usia dini, Zwa memang terus disiapkan untuk menjadi atlet yang bisa membanggakan Indonesia di ajang multi event kelak.

Belum lama ini, Zwa juga meraih perunggu pada Porprov Jawa Barat. Zwa dinilai hanya kalah pengalaman, karena pada ajang ini diikuti oleh atlet yang sudah kenyang pengalaman. Banyak atlet senior yang turun pada multievent tingkat provinsi tersebut.

Sebelumnya, pada pertengahan Juni lalu, Zwa juga mengharumkan nama Indonesia pada Kejuaraan perangkingan dunia yang bertajuk Thailand Open Grand Prix 2022.

Zwa melangkah mulus ke babak final setelah berhasil menumbangkan lawan-lawannya, dengan teknik kuncian dan juga menang angka.

Namun, di babak final, Zwa harus mengikhlaskan emas dikalungi oleh lawannya. Berangkat ke Thailand untuk memperkuat Tim Indonesia, Zwa sebelumnya sudah banyak memenangkan laga pada beberapa event. Termasuk meraih emas pada kejuaraan BJJ pada awal tahun.

“Kita memang harus sering mengikutkan atlet pada kejuaraan-kejuaraan bergengsi untuk menambah rasa percaya diri sang atlet,” sebut Mahesa. Pendiri Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) ini menyebut, pada ajang Indonesia National Kempo Championship 2 itu, atlet ISJ lainnya, Eko Sulistyanto, juga memborong 3 emas dan 1 perunggu. Dirinci oleh Mahesa, tiga emas yang diraih Eko yakni pada kelas Submittion 77 Kg Putra, Absolute, dan Knock Down 56 Kg.

Pada event ini, Eko mengalami cidera. Sehingga, pada laga di kategori Full Kempo, Eko tak bisa tampil maksimal. “Kita semua salut pada jiwa bertarung dan pantang menyerahnya,” sebut Mahesa. Alhasil, pada laga ini, Eko hanya mampu menyumbangkan perunggu.

Dengan hasil ini, Mahesa yakin, atlet binaan ISJ dan Titan BJJ akan terus meningkat. Mahesa menegaskan, dalam pengembangan ISJ di Indonesia, tetap mengutamakan kualitas. Kendati begitu, saat ini, ISJ sudah ada di sepuluh provinsi di Indonesia. Kualitasnya juga sudah merata.

Segaris lurus dengan ISJ, sebagai headquarter, penanggung jawab perkembangan Titan BJJ di tanah air, Mahesa yakin, akan makin banyak bibit atlet jujitsu yang akan mengharumkan nama Indonesia pada kejuaraan internasional.(chi)