POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Pengerjaan Proyek di Marina Lamban, Warga Menjerit

Kubangan lumpur di jalan alternatif dekat simpang Marina.

BATAM, POSMETRO.CO : Proyek peningkatan drainase atau saluran air di Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang menyulitkan warga sepanjang musim hujan ini.

Pasalnya, proyek yang memutuskan ruas jalan tersebut pengerjaannya sangat dianggap lamban. Proyek peningkatan drainase ini terjadi di dekat simpang perumahan Victoria, Marina.

Jalan yang ditutup sementara ini merupakan akses utama masyarakat perumahan Marina Raya, Graha Namarina, Rhabayu Regency, Oase Marina, Laguna Regency, Rhabayu Garden dan sejumlah perumahan lainnya di wilayah perbatasan Seitemiang dan Marina.

“Warga dibuat susah karena jalan alternatif yang disediakan pihak proyek, tidak layak dilalui,” ujar Hendrik, warga Marina.

Hendrik memyebut, jalan alternatif ini berupa lahan kosong yang ada di samping lokasi proyek. Tidak ada pengerasan jalan dengan kerikil atau bauksit sehingga saat hari hujan, warga harus melewati kubangan berlumpur.

“Banyak ibu-ibu yang terjatuh dari sepeda motor karena kondisi jalan alternatif yang tak layak tersebut,” sebut Hendrik.

Hendrik juga mengatakan, ribuan warga setiap saat bergantung dengan akses jalan itu, namun belakangan harus terhambat dengan proyek yang tidak memikirkan solusi dan dampak kepada warga.

“Warga sudah berulang kali melakukan aksi protes ke lokasi proyek namun, hingga saat ini belum ada perkembangan yang berarti,” tuturnya.

Seperti diketahui, penggalian drainase dan pemasangan coran beton sudah dilakukan, namun untuk mengembalikan kondisi jalan yang seperti semula belum dilakukan.

Pihak pembangunan proyek beralasan belum bisa dilakukan pengecoran, karena kondisi cuaca yang kurang memungkinkan.

“Perangkat RT/RW setempat sudah mendesak pihak proyek agar pengerjaan dirampungkan secepatnya, namun belum ada respon yang berarti,” pungkas Hendrik.

Pantauan di lapangan, Senin(14/11) alat berat dan beberapa orang pekerja masih sebatas membereskan pinggiran jalan yang sudah digali sebelumnya.

Tanda-tanda dimulainya pengecoran belum ada sama sekali. Warga yang sudah tak tahan dengan genangan lumpur di jalur alternatif hanya bisa bersabar

“Lambat pengerjaannya, sudah mau sebulan proyek ini tak rampung-rampung. Mensiksa warga ini namanya. Kita dukung peningkatan akses jalan ataupun drainase tapi harus dipertimbangkan dampaknya,” ucar Ardo, warga lainnya.

Lurah Tanjung Riau, Afrizon mengaku sudah menerima keluhan dan komplainan warga tersebut. Dia akan segera kembali koordinasi dengan Dinas Bina Marga, untuk segera menyelesaikan proyek itu.

“RT/RW sudah ke lokasi tanyakan masalah proyek itu. Nanti saya akan koordinasi lagi dengan Dinas Bina Marga,” singkat Afrizon. (jho)