POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Metro Forum Bersama Ketua ICMI Orda Batam, Diky Wijaya

>>>Anggota ICMI Tidak Haram Berpolitik

DIKY Wijaya resmi menjabat Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Batam. Ia terpilih sebagai ketua secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) II yang digelar di Asrama Haji Batam, Sabtu (29/10) lalu.

“Alhamdulillah saya ditunjuk oleh Organisasi Satuan (orsat) dari enam perguruan tinggi melalui hak pilih mereka,” ujarnya.

Diky menjelaskan, ICMI Orda Batam sebagai organisasi masyarakat yang menjunjung tinggi norma-norma agama Islam, dalam naungan Pemerintahan Kota Batam akan berkontribusi dan bekerjasama dengan pemerintah demi kemajuan Batam.

“ICMI Orda Batam sebagai organisasi Islam akan mendorong segala bentuk hal-hal positif, untuk mewujudkan iman dan takwa kita kepada keberlangsungan hidup,” ungkapnya.

Untuk program jangka pendek ke depan, ICMI Orda Batam juga akan menggelar bimbingan Ilmu Teknologi (Imtek) kepada para pelajar, sehingga sejalan dalam mendukung kemajuan Kota Batam.

“Ke depan kita akan bersama-sama pengurus ICMI Orda Batam berkoordinasi dengan sekolah-sekolah SMA dan SMK untuk memfasilitasi dan memberikan pendidikan terkait kerohanian agama Islam tentang adab, akhlak yang selalu diminati,” katanya.

Menurutnya, hal itu penting dilakukan mengingat saat ini krisis sosial tengah membelenggu anak-anak remaja, sehingga perlunya pembinaan tentang adab dan akhlak di sekolah.

Jumat (11/11) siang, Diki Wijaya bersama pengurus ICMI lainnya, Tim POSMETRO mendapat kesempatan untuk berdiskusi langsung dalam acara METRO FORUM. Ketua ICMI Orda Batam Diki Wijaya, Sekretaris Raden Wahyu, Wakil Sekretaris Bani dan Andrian Sinaga, Ketua Harian Gunawan satari bersama Tim dari POSMETRo yang dipimpin Direktur POSMETRO Haryanto, memberikan komentar bergantian dalam diskusi ini.

Berbagai persoalan yang ada di Kota Batam pun dibahas. Bagaimana peran ICMI Orda Batam turun mewarnai pembangunan Kota Batam, berikut petikan diskusinya.

Agar bisa memberikan edukasi terhadap masyarakat, Apa sebenarnya ICMI itu dan seperti apa kontribusinya terhadap masyarakat?

Alhamdulillah tanggal 29 oktober Orda ICMI kota Batam memilih saya. ICMI adalah organisasi lama yang didirikan Pak Habibie. IKatan cendikiawan Muslim Indonesia.

Karena Ikatan cendikiawan, itu adalah ikatan yang betul betul orang-orang cendikia di bidangnya masing masing.
Kita ketahui cendikia dan intelek itu kan berbeda. Barang kali kita semua ini intelek. Tapi belum tentu cendikia. Siapa orang cendikia itu? Tentu orang orang yang selalu memberikan manfaat ilmunya kepada masyarakat. Orang banyak sekecil apapun yang diberikan sangat bermanfaat bagi orang banyak. ICMI lebih berorentasi pada iman dan takwa dan kepada teknologi.

Akan kita sampaikan, ke depan bukan saja organisasi Islam yang hanya kelompok-kelompok pengajian atau diskusi saja, lebih pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi. Iman dan ketakwaan.

Kalau peran ICMI seperti apa, khususnya di Batam?

Kita tahu ICMI selama ini sudah berjalan dua dekade di Batam. Kemarin kita bersama-sama tim, bersama ingin memperkenalkan lagi ICMI ini apa. Seperti apa. Salah satunya berperan aktif dalam dukungan terhdapap ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kemudian kami melihat bahwa, kontruksi budaya di Batam ini cenderung menurun. Karena kita bisa lihat banyak anak-anak sekolah sekarang: SD, SMP, SMA, salah satu contohnya, sudah merokoklah. Ini lebih ke moral dan ahlak. ICMI kedepan bisa menyampaikan masalah moral tadi.

Turun ke sekolah-sekolah, melihat proses mengajar belajar seperti apa. ICMI akan masuk ke dalam pendidikan.
Lalu di bidang sosial. Sosial kemasyarakatan sampai hari ini kita melihat masih banyak orang-orang yang masih saja, seperti contohnya sakit. Tidak mampu untuk berobat. Padahal kan bisa gratis dengan adanya BPJS kesehatan.

Kita pernah menemukan kasus ini, bersama TIM sampai ke hinterland, sakit tetanus tidak bisa ke rumah sakit karena biaya. Makanya ini, ICMI coba turun membantu. Contoh lagi dengan visi-misi kota Batam yang akan menjadi Bandar Dunia Madani. Sampai hari ini kita tahu, dunai madaniah ini seperti di Kota Madinah. Kalau kita ke Madinah, di sana, kalau adzan semua sudah tutup toko dan salat. Kita coba mencoba bersama-sama mendorong untuk Batam menuju Bandar Dunia Madani.

ICMI ini kumpulan para cendikia. Ada peran tidak untuk kesejahteraan sosial, soal kemiskinan misalnya. Tidak dipungkiri di Batam ini soal ketimpangan mungkin masih ada.

Seperti apa yang peran ICMI dalam masalah ini?

Itu tadi, bawasanya ICMI memang harus betul-betul bisa dilihat masyarakat, memberikan manfaat. Paling tidak ICMI bisa mendorong untuk semua pihak terlibat dalam menyelesaikan masalah ini. Memberikan masukan kepada organisasi politik, organisasi kepemerintahan yang bisa menggunakan anggaran APBD untuk itu.

Bahwa ICMI nantinya akan ke arah sana, dalam rangka melihat ketimpangan-ketimpangan tadi itu. Kita masih melihat ada anak-anak yang usia sekolah tapi tidak bisa sekolah. ICMi akan menyampaikan maslaah ini, untuk semua unsur bisa membantu untuk itu. Memang sekarang program pemerintah saat ini sekolah sudah gratis, sembilan tahun. dari SD Sampai SMP. Tapi di luar biaya sekolah itu, masih banyak biaya-biaya lain yang mesti juga ditanggung keluarga-keluarga yang mungkin berada di bawah garis kemiskinan, seperti biaya baju, sepatu, dan yang lainnya. ICMI akan terlibat di dalamnya.

Bisa saja ICMI nanti berorentasi langsung, atau bisa jadi penghubung. Jadi bahwa ICMI saat ini harus bisa memberi manfaat kepada ICMI sendiri mau pun kepada masyarakat. Kami melihat kelemahan umat saat ini adalah masalah SDM. Kami berpikir bahwa pendidikan adalah hal utama.

Bagaimana meningkatkan soal SDM?

Kita banyak melihat potensi potensi SDM yang ada di Batam dan daerah ini. Kita sadari potensi-potensi yang ada ini mungkin belum bisa dioptimalkan dengan baik. Karena, mungkin masih banyak yang belum kita tahu informasi-informasi di masalah dunia pendidikan. Hal tersebut tentu kita akan meminta pemerintah untuk lebih maksimal untuk memperhatikan hal tersebut. Jangan sampai orang-orang yang memiliki potensi terabaikan, atau dibiarkan saja. Hingga memang paradigma-paradigma, yang salah bisa diminimal lisir.

Contoh, ada pertanyaan terkait penting mana Alquran dan Pancasila. Inikan pertanyaan-pertanyaan yang semestinya tidak perlu. Karena ini tidak apple to apple. Tapi yang setengah waras akan akan mengatakan lebih penting Alquran. Padahal ini bukan pilihan. Ini yang perlu diedukasi.

Artinya potensi-potensi SDM-SDM yang ada di Batam, ini perlu dibekali terkait masalah ekonomi, poitik, sosial, budaya, geopolitik dan segala macam. Artinya semua potensi SDM, baik lapisan-lapisan tingkat bawah sampai atas, betul betul paham, bisa membawa Batam ke arah yang lebih baik lagi.
Kita baru ke UNRIKA, berdiskusi. Terkaait sumberdaya manusia. Sharing berbagai hal.

Jadi ini mungkin bisa teroptimalkan SDM yang ada. Nanti, kita akan bergerak lagi ke kampus-kampus yang lain. Karena salah satu basisnya ICMI ini, ada di Orsat (Organisasi Satuan), yang artinya basisnya ini diperguruan tinggi. Jadi itu yang kita ejawantahkan.

Kita juga sudah diskusi dengan dewan pakar, bicara soal empat pilar kebangsaan. Ada juga terkait isu-isu tentang keagamaan dan lain sebagaiannya. Itu juga perlu juga perlu pemahaman yang menyeluruh terkait itu. Jadi tidak ada lagi bahasa yang tadi,pilihan yang bukan pilihan.

Contoh lagi pemikiran yang mungkin perlu diberi pemahaman yang benar. Misalnya, Oke memang 77 tahun Indonesia Merdeka, tapi kemudian masih banyak hal-hal sejarah yang kemungkinan diselewengkan. Apakah kita mampu meyakinkan orang lain, ketika 1.500 tahun yang lalu, Alquran yang turun, apakah masih sama sampai sekarang. Ini pertanyaan-pertanyaan seperti ini, yang mestinya mendapatkan pemahaman. Seperti apa ICMI memberikan imunisasi terkati Islam yang ditarik ke radikal.

Peran ICMI cukup besar untuk itu. Bagaimana peran ICMI menarik ini agar tidak tertarik isu radikal ini?

Rencana kita kedepan, selesai pelantikan nanti untuk memberikan pemahaman terkait masalah empat pilar kebangsaan tadi. Kita sampaikan kemasyarakat, jika ada pertanyaan-pertanyaan seperti ini, pemikiran seperti pertanyaan di atas tadi, ada diksi yang memmbingungkan.

Peran ICMI yang memberikan pemahaman ini. Kita berharap bisa melahirkan SDM-SDM unggul. ICMI ini menjadi rumah bersama. Di dalamnya semua partai ada di sana, semua organisasi kemasyarakatan. Begitu berada di dalam ICMI tidak lagi berbicara partai atau golongann-golongan tertentu.

Sepakat bersama-sama menjadi rumah bersama di ICMI tidak ada kepentingan-kepentingan politik atau golongan. Maka memang di ICMI nanti menghasilkan SDM-SDM yang dibutuhkan untuk kota Batam.

Apakah ICMI juga berpolitik?

ICMI tidak berpolitik praktis. Tapi di dalam ICMI ada orang-orang politik. Silahkan ikuti politiknya masing-masing. Silahkan ikuti pilihannya masing-masing. Tapi ICMI tidak bisa dibawa ke ranah politik.

Ada pernyataan, selama ini Islam disuruh keluar dari politik. Justru harus masuk ke politik. Karena di dalam Islam sendiri kan ada politik. Mestinya ikut di dalam politik itu. Ikut mewarnai politik itu.

Sekarang ini terkesan ada arah, kalau Islam itu berpolitik, itu akan jadi politik identitas. Bagaimana menurut ICMI?

Belajar politik dalam Islam itu boleh. Tapi ketika kita masuk ke dalam satu organisasi besar, yang di dalamnya ada semua warna. ICMI kalau dipakai untuk politik praktis, maka ICMI akan hancur. Intinya tidak haram seluruh anggota ICMI berpolitik.

Diperbolehkan masuk ke ruang politik seluas-luasnya. Tapi itu individu masing-masing dengan tidak membawa bendera ICMI.
Antara institusi dan personalnya itu beda. Jadi secara institusi sekecil apapun urusan politik, jangan dibawa ICMI ini. Tapi secara personal, silahkan.

Iya di ICMI inikan satu perkumpulan cendikiawan. Nah, di situ kan namanya cendikia, kan orang-orang hebat ada di sini. Termasuk dalam hal politik. Bagaimana membawa politik ke arah lebih baik. Artinya, jika wadahnya bagus, hasilnya juga akan bagus.

ICMI tempat kawah candradimukanya. Bisa mewarnai ini. Mestinya seperti ini yang diharapkan masyarakat?

Kita ICMI ingin mengajarkan kesemua orang. Terutama di Batam ini. Banyak perbedaan. Ini akan jadi bahaya jika dibiarkan saja. Jadi jika masuk ke wadah ICMI ini tidak ada lagi perbedaan itu. Di ICMI kita belajar menata hati, menata diri, menata jiwa. Kita tidak lagi menggunakan organisasi dengan perasaan. Kalau kalau dengan rasa, kita bawaannya curiga, baper. Mesti saling menjaga, menghormati. Di ICMI walau pun berbeda kita tetap bersatu. Seperti bineka tunggal ika.

Mohon koreksi kalau salah. Selama ini belum terlihat pergerakan ICMI dalam mewarnai Batam. Atau mungkin sosialisasinya yang kurang? Jadi dibawah koordinasi Diki Wijaya, seperti apa? Meski terpilih secara aklamasi, tentu tidak terlepas memiliki visi-misi yang dibawa untuk memimpin ICMI?

Sejak terpilihnya di ICMI, dulu memang saat sebelumnya memang terbentur dengan adanya covid. Selanjutnya kita akan melakukan konsolidasi, meminta nasehat penasehat ke dewan pakar.

Jangka pendek hari ini,agenda-agenda soasial. Jangan sampai kita melihat yang terdekat dengan kita dulu, tentangga-tentangga kita dulu yang masih tidak sekolah, tidak bisa berobat karena tidak mampu. Yang seharusnya ini bisa ditangani.

ICMI Orda Batam juga akan menggelar bimbingan Ilmu Teknologi (Imtek) kepada para pelajar, sehingga sejalan dalam mendukung kemajuan Kota Batam.

Peran ICMi untuk ekonomi bagaimana? Karena walau bagaimana pun, ekonomi ini yang terpenting. Karena kalau masyarakat sejahtera semua juga akan berjalan lancar?

Satu gerakan kecil yang coba dilakukan ICMI, untuk ekonomi mikro kita coba membantu para masyarakat yang tidak memiliki modah memang ingin membuka usaha. Kita bantu soal modalnya. Misalnya jual gorengan, jangan lihat gorengannya. Tapi lihat yang awalnya tidak berpenghasilan, sekarang jadi berpenghasilan. Ketika sudah mencapai omset yang memberikan keuntungan, baru berbagi hasil dengan ICMI.

Sepuluh persen untuk ICMI. Sepuluh persen ini, oleh ICMI kita gunakan lagi untuk membantu modal untuk yang lainnya lagi. Jadi bidang ekonomi, kita akan coba rembukkan lagi dengan pengurus bagaimana kedepannya.

Terakhir, secara pribadi. Pertanyaan untuk Sang Ketua. Apakah menjadi ketua ICMI ini bukan sebuah batu loncatan untuk ke politik? Ini perlu klarifikasi, karena untuk menepis itu di luar juga?

Saya dipanggil orang tua. Usia masih panjang untuk masa di ASN. Jadi saya diminta untuk fokus ke pekerjaan ASN. Dan di ICMI ini juga ada tanggung jawab sosial yang mesti juga kita jalankan. Jangan sampai setelah terpilih, di ICMI ini tidak hanya  tidur saja. Tapi harus bisa memberikan perubahan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.***