POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Puskesmas Botania Latih Bocil jadi Jumatik

Pelatihan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang digelar Puskesmas Botania, Batam Kota, Minggu (6/11) di Perumahan Bukit Palm, Kel Belian, Batam Kota. (Ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Sejumlah bocah cilik mengikuti pelatihan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang digelar Puskesmas Botania, Kecamatan Batam Kota, Minggu (6/11) di Perumahan Bukit Palm, Kel Belian, Batam Kota.

Kepala Puskesmas Botania Harri Fajri Zisoni yang turun langsung sebagai pelatih jumantik. Anak-anak yang mengikuti pelatihan ini diberikan pemahaman akan pentingnya pemberantasan jentik aedes aegypti. Nyamuk merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah

“Benar sekali, 3M itu menguras, menutup dan mengubur. Tapi kita butuh tambahan agar tidak digigit nyamuk. Seperti tidur menggunakan kelambu, menggunakan lotion anti nyamuk, atau memelihara ikan cupang di bak penampungan,” jelas Harri.

Kata Harri, saat menguras bak mandi maupun bak penampungan juga menyarankan agar dinding bak disikat atau minimal dilap dengan kain kasar.

“Kalau, telur nyamuk aedes aegypti itu menempel di dinding bak, jadi kalau tak diberus atau lap bersih, begitu bak kita isi air lagi, maka telur itu bisa menetas menjadi jentik dan menjadi nyamuk,” terangnya.

Pelatihan Jumantik Cilik ini bukan kali pertama dilakukan oleh Harri. Bahkan, saat menjabat sebagai Kepala Puskesmas di Batuaji, ia juga sudah membuat pelatihan serupa, hasilnya ternyata sangat efektif. Pemantauan ini, kata perlu peran semua pihak termasuk orang dewasa, perangkat RT/RW.

“Karena rasa keingintahuan anak-anak ini sangat tinggi. Mereka juga bersemangat dan penuh kesadaran, jadi sambil main. Mereka terus melakukan pemantauan terhadap genangan-genangan air dan penampungan air yang ada di sekitar mereka,” kata Harri.

Sementara itu, Ketua RW 030 Perum Bukit Palem Belian Batam Kota, Agusnanto menjelaskan, sepanjang 2022 ini sudah terdapat 7 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan mereka.

“Tentunya, ini menjadi masalah yang serius dan menjadi hal yang prioritas yang harus kami cegah dan brantas,” ujar Agusnarto saat didampingi oleh Hendra G Ketua RT 01, Jonni S KetuanRT 02, Ahmat Juang Ketua RT 04 dan Arik Iswanto Tokoh Masyarakat RT 03,

Sebutnya, ketujuh pasien tersebut dapat cepat ditangani oleh tim medis, dan kembali pulih. Pihaknya, terus mengimbau kepada warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita berikan apresiasi kepada Puskesmas Botania. Yang telah memberikan pelatihan pada kami dan anak usia dini, tentang bagaimana memberantas dan mencegah penyebaran penyakit demam berdarah ini,” ucapnya. (hbb)