POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Barang Muatan Truk di Pelabuhan Punggur Diperiksa Petugas Gabungan

BATAM, PM: Puluhan truk di Pelabuhan Telaga Punggur, Nongsa, Batam yang hendak menyeberang ke luar ditegah dulu sebelum masuk ke kapal. Satu persatu barang muatan diperiksa petugas. Sampai barang yang sudah dibungkus rapi, diminta untuk dibuka.

Operasi gabungan Direktorat Jenderal Bea Cukai Batam dengan satuan TNI Polri itu bertujuan untuk melakukan pengawasan bersama terhadap barang-barang yang di keluarkan dari kawasan bebas Batam.

“Barang-barang yang keluar dari kawasan bebas masih terhutang bea masuk dan cukai nya,” ujar Kabid P2 Bea Cukai Batam, Sisprian Subiaksono kepada POSMETRO saat operasi, Rabu (2/11).

Menurut Subiaksono, operasi gabungan ini sudah di mulai sejak Senin 31 Oktober hingga Minggu 6 November nanti. Kemudian akan dilanjutkan oleh rekan-rekan di tujuan seperti Tanjunguban, Kuala Tungkal, Sei Pakning untuk melakukan pengawasan.

“Operasi saat ini masih di Pelabuhan Telaga Punggur karena disini tempat penyeberangan truk-truk yang bermuatan cukup dari kawasan bebas menuju luar dari kawasan bebas,” katanya. Selain itu, pihaknya juga melakukan patroli bersama TNI AL, Polairud untuk saling mendukung menangkal penyelundup.

Untuk teknis, pihaknya tiap jam memeriksa truk-truk yang mengangkut barang muatan. Satu hari itu, menurut dia ada sekitar puluhan truk yang menyeberang. Umumnya yang ditemukan itu barang ballpress atau baju bekas impor yang masuk ke Batam.

“Modusnya, barang pindahan. Setelah dibuka ternyata baju “You Can See”. Kita cek manifes tidak cocok, karena enggak mungkin nenek-nenek pakai baju seksi dengan jumlah yang tak sedikit,” jelasnya.

Barang ballpress tersebut, menurut Subiaksono rata-rata dibawa ke Kuala Tungkal dan Sei Pakning. Tapi untuk selundupkan rokok dan minuman alkohol seperti yang beredar diberitakan, pihaknya tidak ada menemukan itu.
“Untuk operasi hari ini, kita belum bisa sampaikan hasil tegahan. Tapi untuk barang temuan yang tidak sesuai dengan manifes akan dibawa ke kantor untuk dilakukan pendalaman,” tegasnya.

Sejauh ini, lanjut Subiaksono yang menjadi persoalan adalah sarana dan prasarana di Pelabuhan Telaga Punggur ketika pihaknya melakukan pemeriksaan truk -truk yang dampaknya kepada lalulintas kendaraan menjadi terganggu.

“Kita sudah koordinasi dengan BP Batam untuk disiapkan jalur khusus untuk pemeriksaan truk sehingga tidak mengganggu kelancaran lalulintas di pelabuhan,” imbuhnya.(cnk)