POSMETRO.CO Metro Kepri

Perjuangan Gubernur Kepri dan ASITA untuk Wisatawan Manca Bebas VoA

Ansar Ahmad (Foto-dok PM)

KEPRI, POSMETRO.CO : Jumat (23/9) Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dalam lawatannya ke DKI Jakarta bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly,.

Pertemuan ini untuk membahas kebijakan bebas Visa on Arrival atau VoA untuk wisatawan luar negeri, yang saat ini dihentikan sementara.

Ansar meminta kebijakan Yasonna untuk memberikan diskresi khusus bagi Provinsi Kepri, terkait Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 8 tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Bebas Visa Kunjungan dan Visa Kunjungan Saat Kedatangan serta Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa yang ditetapkan pada 18 Maret 2020.

“Minimal ekspatriat yang ada di Singapura mendapatkan bebas visa untuk berwisata ke Kepri” kata Ansar.

Selain Gubernur Kepri, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Provinsi Kepulauan Riau meminta penghapusan biaya VoA.

Ketua ASITA Kepri, Eva Betis menyampaikan terdapat beberapa negara pemasok wisman terbesar di antaranya Korea, Jepang, India, Australia, orang asing yang tinggal di Singapura ataupun tempat tinggal permanen di Singapura.

“Untuk memulihkan pariwisata mohon usulan kami diteruskan seperti mulai dari VoA, insentif, tiket kapal feri dan pesawat yang mahal dan lainnya,” katanya.

Untuk itu, ia meminta Komisi X DPR RI segera mengambil tindakan yang progresif untuk menanggulangi masalah-masalah pariwisata yang ada di Kepri.

Evi berharap dukungan dari DPR RI untuk memajukan dan memulihkan kembali pariwisata di Kepri di masa pandemi COVID-19 ini.

“Jangan sampai pariwisata di Kepri, khususnya Batam dan Bintan tenggelam dengan promo-promo yang diberikan oleh negara-negara tetangga, karena kita kalah saing dari segi harga, objek, regulasi yang lebih mudah di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia,” ujar dia. (***/ant)