POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Indonesia Bugar, Berprestasi Dunia

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Batam, Zulkarnain, beberapa waktu lalu, menyerahkan piagam penghargaan kepada Kenzie Aryasatya Ayazi, atlet jujitsu usia dini yang memiliki potensi besar mengharumkan prestasi jujitsu Batam.

>>> Praktisi Olahraga Diperhatikan & Dihormati

BATAM, POSMETRO.CO : DBON. Apa itu? Ini yang sedang hangat. Perbincangan para praktisi olahraga. Desain Besar Olahraga Nasional. Masih asing di telinga? Ya. Bisa jadi begitu.

“Ini yang sedang kita sosialisasikan,” sebut Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Batam, Zulkarnain. Tentang DBON. Tentang prestasi olahraga.

Dan, tentang kebangkitan ekonomi. Itu isi bincang-bincang santai POSMETRO dengan Zulkarnain.

“Saatnya olahraga punya peran besar untuk perekonomian,” kata Zul, begitu ia akrap disapa. Apa hubungannya antara olahraga dan ekonomi?

Kini, jelas Zul, event olahraga digaungkan bisa membangkitkan perekonomian. Mengacu pada DBON, Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional, daerah juga dituntut untuk tumbuh. Dalam hal prestasi olahraga.

“Tak hanya itu, kita juga sedang merancang, event olahraga bisa menggeliatkan perekonomian,” sebutnya, Jumat (23/9).

DBON bertujuan untuk meningkatkan budaya olahraga di masyarakat; meningkatkan kapasitas, sinergitas, dan produktivitas olahraga prestasi nasional; dan memajukan perekonomian nasional berbasis olahraga. Wooow! Keren, kan? Tapi itu tak mudah.

“Tak susah juga, jika kita sepakat bersama-sama memajukan dunia olahraga,” Zul meyakinkan.

Pada visi misi DBON terungkap untuk mewujudukan Indonesia bugar, berkaraker unggul dan berprestasi dunia. Zul memastikan, pokok awalnya adalah olahraga. Bidang olahraga kini jadi perhatian khusus. Olahraga membawa banyak manfaat. Kesehatan, pasti. Lebih dari itu, pada dunia olahraga, ekonomi bisa bertumpu.

“Tentu kita tak boleh mengabaikan prestasi. Dari prestasi, kita memulai,” sebutnya.

Mengacu pada DBON, daerah diminta merancang sebuah aturan untuk menggeliatkan olahraga sebagai penggerak ekonomi.

“Nanti, setelah kita menyusun agendanya, anggaran bisa didapat dari pemerintah pusat,” sebut Zul. Itulah yang menjadi penyemangat pemerintah daerah.

Kini, Zul mulai merapikan kembali berbagai program banyak cabor.

“Apa target prestasinya? Semua cabor kita rangkul,” katanya. Begitu pun terkait organizer yang biasa menjadi penyelenggara event olahraga.

“Kita rangkul semua. Tak boleh lagi ada EO nakal,” katanya. Maksudnya? Selama ini, kata Zul, memang ditemukan pelaksana event olahraga bertaraf internasional. Digelar di Batam.

Tapi, sebagai daerah tempat event itu berlangsung, Batam tak dapat apa-apa. Malahan, panitia pelaksananya dilakukan orang asing. Selesai acara, ditinggal pergi.

“Berikutnya, kita perhatikan betul tentang adanya pajak untuk ini,” kata Zul. Apakah itu menguntungkan pihak cabor? “Jelas. Pihak cabor akan lebih diperhatikan, dihargai dan dihormati,” sebutnya.

Sebab, bagaimana pun juga, justru tujuan utama dari DBON itu, kata Zul, untuk memperhatikan para praktisi olahraga itu sendiri. “Kita lihat saja nanti. Saat ini, secara bertahap, kita sudah merangkul banyak pihak,” sebutnya.

Kamis (22/9), Dispora Kota Batam menggelar penyusunan Desain Olahraga Daerah Kota Batam dalam mengimplentasikan Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang DBON. Digelar di lantai II Kantor Dispora Kota Batam.

Nara sumber yang dihadirkan, Prof DR Syahrial Bakhtiar MPd, CIT CISTI Ketua Umum Pengurus Ikatan Sarjana Olahraga RI.(chi)