POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Sagulung dan Batuaji Jadi Sasaran Pemasangan Barcode Kebersihan

BATAM, POSMETRO.CO: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam menargetkan pemasangan barcode tagihan retribusi persampahan/kebersihan sebanyak 40 ribu objek hingga akhir tahun. Pembayaran non tunai tersebut untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

“Masih jalan, sasaran kita tahun ini fokuskan ke Sagulung kita pasang 20 ribu dan Batuaji juga 20 ribu Karena ada banyak perumahan di sana,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozie, Senin (18/7).

Sementara, kecamatan yang sudah melakukan pemasangan barcode yakni, Sekupang sebagai piloct project yang sudah direalisasikan sejak 2018 lalu. Lalu, Lubukbaja dan Batamkota juga sudah dipasang. Sebutnya, saat ini pihaknya sudah melakukan pemasangan 80 ribu barcode tagihan.

“Sementara Batuampar, Seibeduk, Bengkong, dan Nongsa akan segera menyusul. Karena pemasangan akan dilakukan secara bertahap,” jelas Herman.

Jelasnya, pembayaran retribusi non tunai ini memberikan dampak positif terhadap pendapatan daerah dari retribusi sampah. Tujuan utama pemasang barcode untuk menekan kebocoran pungutan sekaligus mempermudah masyarakat membayar. Lanjutnya, peningkatan pendapatan akan naik, jika dibarengi dengan pelayanan yang maksimal.

“Kami utamakan pelayanan dulu salah satunya penggunaan aplikasi ini, karena warga bisa mengecek tagihan mereka sendiri,” jelas Herman.

Tahun ini, pihaknya ditargetkan Rp50 miliar untuk retribusi pelayanan persampahan/kebersihan. Hingga bulan Juni retribusi sudah tercapai Rp17,4 miliar lebih. Ia berupaya, sisa target yang belum tercapai akan dikejar hingga akhir tahun.

“Insya Allah, dibandingkan tren tahun lalu ada peningkatan. Dan kami optimis pendapatan tiap bulannya naik hingga Desember,” ucap Herman.

Hal senada juga diutarakan, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah DLH Batam, Faisal Novrico. Untuk mengoptimalkan pelayanan persampahan/kebersihan, pihaknya Batam kembali melanjutkan pemasangan barcode tagihan retribusi persampahan/kebersihan.

“Barcode hanya diberlakukan untuk kawasan perumahan. Jadi memang sasarannya area perumahan,” pungkas Faisal. (hbb)