POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Mayat Acai Ditemukan Terapung di Laut Dengan Leher Masih Terlilit Tali

Proses Evakuasi Jenazah Pria yang diindentifikasi bernama Acai yang ditemukan Mengapung di bawa Pelantar CK, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.(foto-ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Sesosok tubuh manusia ditemukan terapung di laut tepatnya di pelantar CK, Jalan A Yani, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kamis (14/7) sekitar pukul 09.45 Wib. Korban belakangan di ketahui bernama Acai alias Tan Cai.

Dari keterangan sejumlah pihak, korban di ketahui merupakan tunas wisma alias tak memiliki tempat tinggal tetap. Selama hidupnya korban diketahui hidup korban sering tidur di salah satu tempat ibadah di Meral. Selain itu juga korban diketahui mengalami gangguan mental.

Kapolsek Meral AKP Erdinal yang dikonfirmasi POSMETRO membenarkan penemuan mayat tersebut.

“Korban diketahui belakangan bernama Acai alias Tan Cai, Tidak memiliki tempat tinggal tetap, agak kurang,” cap Erdinal.

Informasi yang dihimpun POSMETRO. Kejadian ini pertama kali di ketahui saksi Umar yang mendapat informasi dari temanya Akiang yang sedang berjalan ke pelantar pelabuhan CK, Saat itu ditemukan mayat yang sedang mengapung di bawah pelantar CK, Selanjutnya saksi Umar melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Kejadian ini langsung direspon jajaran Polsek Meral. Tim Inafis Polres Karimun pun di terjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian saat itu juga.

Pantauan POSMETRO, Saat ditemukan Korban mengapung di atas air, dibawa pelantar. Korban ditemukan dalam posisi telungkup. Di leher korban di temukan tali nilon bewarna orange yang melingkari lehernya. Selain itu juga ditemukan tali nilon warna orange yang masih terikat di salah satu kayu Pelantar dan berada tak jauh dari korban ditemukan mengapung, diduga tali tersebut sama dengan tali yang masih melingkar di leher korban.

Atas temuan-temuan di sekitar lokasi, korban diduga kuat tewas dengan cara menggantung dirinya dengan tali tersebut.

“Dugaan kuat murni bunuh diri,” tegas Erdinal.

Polisi juga memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.(ria)