POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Infinite Studios dan CATCHPLAY Tayangkan Serial Horor Losmen Melat

Para pemain serial Losmen Melati di Infinite Studios di kawasan Nongsa, Batam, Senin (4/6).

BATAM, POSMETRO.CO: Infinite Studios bekerjasama dengan CATCHPLAY+ membuat serial horor asli Indonesia yakni “Losmen Melati” yang dibagi menjadi 10 episode

Pembuatan serial ini telah resmi menyelesaikan syuting selama 50 hari sejak 3 Juli. Proses produksi dimulai pada 7 Mei, dipimpin oleh CEO Infinite Studios Mike Wiluan sebagai showrunner dan director dan Billy Christian, salah satu sutradara
film bergenre paling dicari di Indonesia.

“Setelah 50 hari produksi, saya senang untuk mengatakan bahwa kami telah menyelesaikan principal
photography pada proyek yang sangat mengesankan ini,” kata Mike saat konferensi pres di lokasi Infinite Studios di kawasan Nongsa, Batam, Senin (4/6).

Kata Mike, Losmen Melati selalu menjadi usaha yang kompleks karena menggabungkan banyak adegan teknis yang melibatkan aksi, efek khusus, make up dan efek visual. Selain dari banyak hal teknis, ada tuntutan luar biasa yang diberikan pada aktor untuk adegan fisik dan dramatis mereka. Pihaknya, memfilmkan lebih dari 500 adegan selama 50 hari produksi, mencakup interior dan eksterior.

“Sekitar 150 dari adegan tersebut berbasis efek visual. Saya sangat berterima kasih kepada para pemain dan kru yang berdedikasi dan bekerja keras. Saya juga berterima kasih atas dukungan dan kemitraan penuh dari
CATCHPLAY yang selalu mendukung arah kreatif kami dan selalu siap mendukung kami,” kata Mike.

Sementara, Billy Christian, Sutradara Serial Losmen Melati menambahkan, bahwa, Indonesia kaya akan berbagai budaya, yang berisi cerita-cerita cerita rakyat yang berhubungan dengan dunia supranatural. Losmen Melati tersebut mencoba merepresentasikan keragaman budaya ini disetiap episodenya. Serial ini juga memadukan akar budaya lokal dan unsur horor yang bisa Dipahami secara universal.

“Bagi saya pribadi, ini adalah cara untuk mengajak penonton Indonesia,
khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal budaya sendiri dengan cara populer melalui media film. Kehadiran makhluk unik khas Indonesia serta mantra-mantra Jawa merupakan salah satu upaya kami untuk menunjukkan sisi supranatural nusantara,” jelasnya.

Sementara, untuk desain kostum dan musik juga mengambil referensi dari Jawa dan instrumen tradisional. Cerita Losmen Melati berfokus pada perkebunan kolonial Belanda yang terpencil dan penuh tekateki yang berubah menjadi rumah tamu. Penginapan tersebut dijalankan oleh pemiliknya yang misterius, yaitu Melati, yang memikat para pendatang baru yang tidak curiga.

Di sini penonton dihadapkan pada ketakutan terburuk mereka, dan mereka tidak akan pernah terlihat lagi. Losmen dan pemiliknya diselimuti misteri dan legenda cerita rakyat dan okultisme. Serial ini melompati 4 periode waktu yang berbeda, menjelajahi masa lalu dan melayang ke masa depan, menunjukkan kengerian rumah terkutuk dan
bagaimana yang akan terjadi pada akhirnya.

Adapun para pemain dengan bakat yang luar biasa, di antaranya Alexandra Gottardo, Kiki Narendra, Dwi Sasono, Imelda Therrine, Cornelio Sunny, Fandy Christian, Adinda
Breton, Bimasena, Shareefa Danish, Widika Sidmore, Putara Dinata, Samuel Panjaitan, Ena Pasaribu,
Jordan Omar, Kinaryosih, Totos Rasiti, Putri Ayudya, Alexander Wulan, Sarah Felicia, Michael Wahr, Haydar Salishz, David Saragih dan Ridwan Raoull.

Sementara, pemeran Melati yang diperankan Alexandra Gottardo menuturkan, bahwa dirinya harus totalitas memerankan “Madam” si pemilik Losmen Melati. Karena, serial tersebut mengangkat 4 periode waktu.

“Kalau saya memang langsung tanya sama beliau-beliau (Mike-Billy) ini kira-kira apa sih yang mereka inginkan dari tokoh si Melati ini. Karena secara tahun, kita mempunyai tahun yang berbeda-beda betul dari tahun 1900, 1917, 1927 hingga 1997,” tutur Alexandra.

Ia pun mencari referensi dari film-film horor yang sudah ada. Berkomunikasi dengan beberapa lawan main yang memang sudah sering memainkan peran horor. Dari situ, kata Alexandra peran yang dimainkannya mengalir dengan sendiri.

“Kita ketemu sama lawan main. Kita ada sedikit proses reading dan itu cukup sangat singkat dengan lawan main itu. Dan mereka-mereka cukup luar biasa. Jadi memang sangat singkat sekali dan akhirnya sampai sekarang, semuanya berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (hbb)